‎Divonis 1,5 Bulan Irfan Langsung Bebas

Majalengka,(Sinarmedia).-

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Majalengka akhirnya menjatuhkan vonis 1,5 bulan penjara kepada anak Bupati Majalengka Irfan Nur Alam dalam sidang yang digelar Senin (30/12) .Vonis hakim itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa selama 2 bulan.

Vonis yang sama juga dikenakan kepada dua rekan ifan yakni Soleh dan Udin yang sama-sama dikenai pasal 360 ayat 2 KUHP .Dengan vonis tersebut Irfan langsung bebas karena sudah ditahan sejak 16 November lalu.

Dalam persidangan, Majelis hakim yang diketuai Eti Koerniati menjelaskan, Irfan telah melanggar pasal 360 ayat 2 KUHP .Irfan telah terbutkti secara sah dan menyakinkan bersalah ,melakukan tindak pidana kerena kealpaanya membuat orang lain terluka sedemikian rupa hingga sakit sementara.

“Terdakwa Irfan Nur Alam telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, karena kealpaanya membuat orang lain luka sedemikian rupa sehingga sakit sementara,” kata Eti.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan vonis ini, semula dijadwalkan jam 09.00 WIB Senin pagi, ngaret. Sidang baru dimulai pukul 14.00 dan selesai jam 15.00 WIB dengan penjagaan aparat kepolisian .Sidang ini juga dihadiri ratusan simpatisan Irfan yang datang dari berbagai unsur masyarakat.

Penasehat Hukum Irfan, Kristiawanto mengatakan pihaknya menerima putusan vonis pengadilan. Hal itu semua telah berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam proses persidangan ‎sebelumnya.

‎”Kami menerima, dari awal kami pun sudah menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ditambah, Dalam pleidoi terdakwa, sudah ada perdamaian, antara klien saya dengan pihak Panji, dan ada perdamaian dari semua sisi. Termasuk soal utang piutang.” ungkapnya.

Kristiawanto menambahkan berdasarkan catatannya, Irfan seharusnya sudah bebas. Karena putusan vonis terdakwa kliennya sebanyak satu bulan 15 hari itu, termasuk didalamnya hukuman penjara yang telah dijalaninya.

“Klien kami telah ditahan sejak tanggal16 november 2019. Sekarang tanggal 30 Desember 2019. Tinggal dihitung saja. Per-16 Desember itu udah satu bulan. Tapi kita hormati dengan cara menunggu hitungan dari pihak jaksa,” ungkapnya.

Kristiawanto menambahkan ‎semua dakwaan yang disampaikan oleh JPU adalah mengenai pasal 360 ayat 2 KUHPidana tentang kealpaan terdakwa, bukan pasal170 UU darurat. Sementara soal kepemilikan senjata‎ memang telah dicabut, karena memang ijinnya sudah habis di bulan Januari 2020 nanti.

Humas Pengadilan Negeri, yang juga hakim anggota dalam majelis Pengadilan Negeri, Kopsah SH mengatakan ‎keputusan majelis hakim telah dinyatakan “incrahct” karena semua pihak telah menerimanya, tanpa ada yang keberatan dari pihak manapun.

“Semuanya telah incraht, tidak ada yang protes. Para saksi, pihak Panji, terdakwa, penasehat hukum, JPU, semua sudah menerimanya. Dan ada perdamaian antara dua kubu itu.”ungkapnya.

Kopsah menjelaskan, sementara untuk dua terdakwa lainnya, yakni Udin dan Soleh juga divonis sama, yakni satu bulan 15 hari. Dengan pasal 170 KUHPidana ayat satu, tentang pengeroyokan.

“Kami mempertimbangkan ada itikad baik dari terdakwa ini. Jadi vonisnya satu bulan 15 hari. Sama dengan terdakwa INA.” tandasnya.

Sementaraitu, orangtua Irfan, yang juga Bupati Majalengka H. Karna Sobahi dan Ny. Hj. Dedeh Karna Sobahi, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu 29 Desember 2019, menyatakan pihaknya tidak akan mengajukan banding terkait kasus yang menjerat anak keduanya itu. Kedua orangtua Irfan percaya bahwa proses hukum dalam persidangan telah memutuskan perkara secara benar menurut aturan UU yang berlaku.

“Kami tidak akan mengajukan banding. Kami percaya pada proses hukum, apapun hasilnya.” ujarnya. ‎ ( S.03)

4,841 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − two =