13 Oknum Aparatur Diproses Kejaksaan

Majalengka,(Sinarmedia).-

Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka berupaya terus meningkatkan kinerjanya terutama dalam upaya pemberantasan korupsi di kabuapen Majalengka.Pada tahun ini sudah 13 oknum aparatur pemerintah yang diseret oleh kejaksaan untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya diahdapan hukum

Tiga orang diantaranya telah divonis pengadilan Tindak pidana korupsi (Tipikor) Jawa Barat,tujuh orang tengah menjalani proses persidangan dan tiga orang lainnya masih dalam tahap penyidikan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut M.Basyar Rifa’i S.H kepala kejari melalui kasi intel Noordien Kusumanegara S.H.M.H,tahun ini tepatnya bulan Juni pihaknya telah memprodeokan tiga terpidana kasus tipikor yaitu inisial NS mantan kepala Desa (kades) Balida Kec.Dawuan atas tuduhan korupsi bantuan dana program pipanisasi dengan kerugian mencapai Rp. 92.883.000 dari jumlah total bantuan Rp.175.000.000. dengan hukuman kurungan pidana selama 3 tahun.

Dan dua terpidana lainya yaitu TI mantan kades Kareo divonis kurungan pidana selama 1 tahun lebih rendah dibanding rekanya YS mantan Kades Sunia Kec.Banjaran yang divonis selama 3 tahun oleh majelis hakim pengadilan Tipikor Jawa Barat terkait dana bantuan program rumah tidak layak huni (rutilahu).

“Lebih rendahnya hukuman TI dibanding YS,disebabkan ada pengembalian uang ke kas Negara oleh TI sehingga menjadi salah satu pertimbangan majelis hakim atas vonis hukumanya,“ ujarnya

Tujuh terdakwa lainya tengah menjalani proses persidangan dengan agenda tuntutan diantaranya terkait kasus susulan rutilahu Desa Sunia dan Desa Kareo,Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Cikidang Kec.Bantarujeg dan perumahan guru yang berlokasi diwilayah Kec.Jatiwangi dengan dugaan kerugian Negara mencapai Rp 874.000.000, dari total dana yang harusnya disalurkan sebesar Rp 2.593.000.000,-

“Dua perkara Tipikor yang melibatkan Kades Cikidang dan perumahan guru yang saat ini tengah menjalani angenda tuntutan di pengadilan merupakan limpahan perkara dari Polres Majalengka,“ paparnya .

Tiga orang lainya yang telah ditetapkan Kejari sebagai tersangka dan tengah menjalani pemeriksaan dua orang diantaranya berinisial L.A.R mantan Kepala Desa Jagamulya Kecamatan Lemahsugih atas dugaan korupsi penyalahgunaan ADD tahun 2014 sebesar Rp. 150 juta.

Kemudian, AR mantan Kepala Desa Cipasung Kecamatan Lemahsugih penyalahgunaan dana ADD tahun 2014 dengan kerugian negara sebesar Rp 100 juta serta satu laginya merupakan wakil ketua DPRD Majalengka dengan inisial AS atas dugaan kasus korupsi penyimpangan dana CSR melalui Program Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan (GP3K) tahun anggaran 2011-2012 di Kabupaten Majalengka yang bersumber dari APBN sebesar Rp 2,7 miliar.

“Dengan keterbatasan tenaga yang dimiliki Kejari saat ini yang berjumlah hanya 27 orang diantaranya 11 jaksa dan 16 orang tata usaha kami akan berupaya semaksimal mungkin dalam mengungkap tindak pidana korupsi,”tegasnya.(S.04)

490 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/13-oknum-aparatur-diproses-kejaksaan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *