Waspada Gizi Buruk Dinas Kesehatan Lakukan Berbagai Upaya
Para orang tua yang mempunyai anak balita perlu mewaspadai apabila berat badan sang buah hati terus menurun, karena bisa jadi itu merupakan gejala gizi buruk (marasmus). Untuk mencegahnya ada baiknya para orang tua dapat mengenali sejak dini tanda-tanda gejala penyakit yang disebabkan kekurangan kalori dan protein ini.
”Umumnya kasus gizi buruk yang banyak terjadi di kabupaten Majalengka ini karena lemahnya pengawasan orang tua terhadap perkembangan gizi balitanya, dimana para orang tua mengetahui anaknya menderita gizi buruk ketika sudah cukup parah,” kata Kepala Dinas kesehatan Kab. Majalengka dr. H. Gandana Purwana, MARS saat ditemui Sinarmedia diruang kerjanya belum lama ini.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kab. Majalengka menyebutkan jumlah kasus gizi buruk yang ada di kota angin selama tahun 2010 sebanyak 628 kasus dari 82.025 jumlah balita yang ada. Sementara kasus gizi kurang mencapai 3.598, gizi lebih sebanyak 2.871 balita, dan sisanya sebanyak 74.928 balita dikatakan normal.
”Namun pada dasarnya bayi yang terlihat kurus dikatakan gizi buruk, karena ada juga yang pengaruh kelainan seperti cacat, tumor,” tambahnya.
Menurut Gandana, balita gizi buruk adalah balita dengan Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dengan hasil lebih dari -3 Standar Deviasi (SD). Berdasarkan SK Menteri Kesehatan Nomor : 920/Menkes/SK/VIII/2002 tanggal 1 Agustus 2002 tentang Klasifikasi Status Gizi anak Bawah Lima Tahun (Balita) disertai atau tidak disertai gejala klinis marasmus, kwashiorkor atau marasmic kwashiorkor dan bukan balita dengan Berat Badan menurut Umur (BB/U) berada di bawah garis merah dalam KMS.
Adapun penentuan status gizi menurut tanda klinis dan antropometri (BB/TB) adalah sebagai berikut : gizi buruk antrometri (BB/TB) lebih dari -3 standar deviasi (SD), gizi kurang antrometrinya lebih dari -3 SD sampai kurang dari -2 SD, gizi baik antrometrinya -2 SD sampai 2 SD, dan gizi lebih antrometrinya lebih dari 2 SD.
Sementara gizi buruk sendiri ada tiga macam diantaranya : pertama marasmus, yakni balita yang kekurangan kalori dan biasanya penderita marasmus ditandai dengan : badan tampak sangat kurus (Tulang terbungkus Kulit), wajah seperti orang tua, Cengeng, Rewel, Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (pakai celana longgar / baggy pants), perut cekung, dan sering disertai penyakit infeksi (diare, umumnya kronis berulang, TBC).
Kedua, Kwashiorkor (kurang Protein), ditandai dengan edema (pada kedua punggung kaki, bias seluruh tubuh), wajah membulat dan sembab, pandangan mata sayu, rambut tipis, merah seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit, rontok), Apatis dan Rewel, Pembesaran hati, Otot mengecil (hipotrofi), Kelainan kulit (dermatosis), Sering disertai ; penyakit infeksi akut, diare, ispa. Dan ketiga Marasmus Kwashiorkor (gabungan), ditandai dengan : Merupakan gabungan beberapa gejala klinis marasmus dan Kwashiorkor.
Lebih lanjut, Gandana mengatakan secara medis Dinas Kesehatan Kab. Majalengka sudah mengambil beberapa tindakan untuk penanggulangan balita gizi buruk yakni dengan cara merujuk balita gizi buruk ke pelayanan rujukan (Rumah Sakit / UPTD Puskesmas DTP), Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT- Pemulihan) selama 90 hari makan anak, Pemberian Makanan Tambahan Penyuluhan (PMT – Penyuluhan) dengan cara membuat PMT yang diberikan pada saat kegiatan Posyandu. Selain itu melakukan kerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) : Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Majalengka, PKK Kabupaten Majalengka.
Sementara yang sering menjadi hambatan dalam penanggulangan balita gizi buruk paling dominan adalah faktor ekonomi, namun ada juga balita gizi buruk yang dirawat di Pelayanan rujukan sebagian besar pulang paksa tidak sampai tuntas. Bahkan ada juga balita gizi buruk pasca perawatan dipelayanan kesehatan rujukan dan mendapatkan PMT pemulihan 90 hari kembali menjadi gizi buruk karena faktor ekonomi . (Opik)
Incoming search terms:
- gizi buruk
- tanda tanda anak gizi buruk
- penyakit yang disebabkan oleh kekurangan LEMAK
- gambar gizi buruk
- berat badan terus menurun
- gizi buruk dinkes majalengka
- sk tentang pmt balita
- penyakit yang diakibatkan oleh protein
- pengaruh ekonomi terhadap gizi buruk
- tanda klinik marasmus
|
|












