Awas Hati-Hati,Terapi Spa Kaki Bisa Membahayakan Kesehatan – Polisi Diharap Segera Menutup
Majalengka,(Sinarmedia).-
Mahalnya harga obat-obatan dan biaya berobat ke rumah sakit , banyak warga temasuk masyarakat di Kab. Majalengka beralih ke pengobatan alternatif atau tradisional.Padahal pengobatan alternatif yang kini kian menjamur di kota angin ini tak sedikit pula yang tak mengantongi ijin hingga tekadang bisa membahayakan si pasien.
Dengan berbagai cara-cara pengobatan dan menggunakan media tertentu sejumlah balai pengobatan tradisional ini membuka prakteknya dan berlomba-lomba mempromosikan bisa mengobati berbagai penyakit. Padahal dalam menjalankan praktek usahanya tidak sedikit para pemilik balai pengobatan ini tidak mengantongi surat izin syah dari pemerintah (ilegal).
Salah satunya adalah balai pengobatan yang kini tengah ramai dikunjungi oleh warga adalah pengobatan dengan menggunakan metode spa kaki . Informasi yang diperoleh Sinarmedia ada dua balai pengobatan yang menggunakan meteode yang sama yakni di Cibogor Kec. Ligung dan satunya lagi milik Nana yang berlokasi di desa Ciomas Kec. Sukahaji.
Cara pengobatannya pun sangat sederhana, cukup memasukan kedua kaki kedalam wadah berisi air yang sudah dicampur garam, dan didalam wadah air tersebut ada semacam almunium ukuran telapak tangan yang dialiri aliran listrik selama kurang lebih 30 menit.
Saat proses pengobatan tersebut permukaan air akan nampak berubah warna, dan warnanya pun bermacam-macam diantaranya : kuning, orange, coklat, dan hitam, perubahan warna tersebut oleh Nana diyakini adalah kotoran racun (toksin) penyakit yang ada di dalam tubuh kita. Warna kuning menunjukkan gangguan berasal dari ginjal, warna hijau berarti ada gangguan di empedu, hitam berarti dari ginjal, atau jika kuning berlemak berarti memiliki ganggguan kolesterol tinggi.
Saat ditemui Sinarmedia dirumahnya Nana, yang mengaku hanya berpendidikan SD dan tidak mempunyai basic pendidikan ilmu kesehatan mneyebutkan bahwa metodenya ini mampu menyebuhkan berbagai penyakit seperti : menghilangkan jerawat, menghaluskan kulit, memperbaiki, fungsi ginjal, hati dan lever, melancarkan sirkulasi darah dan jaringan, mengurangi radang sendi, rematik, nyeri otot, pegal-pegal, mengurangi lemak dan lain sebagainya.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Majalengka, Dr. Maman Suparman Gani, MARS melalui Kabid Yankes H. Budi menjelaskan, terapi spa kaki (fot spa) yang diklaim dapat mengeluarkan racun-racun yang terdapat dalam tubuh dengan cara ionisasi itu sangatlah tidak masuk akal.
Menurut Budi, toksin dalam tubuh tidak dapat dibuang dengan menggunakan sebuah alat, ion positif dan ion negatif tidak dapat beresonansi di dalam tubuh dan mengeluarkan toksin. Kulit tidak mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan toksin dalam tubuh. Proses detoksifikasi hanya terjadi di liver, dari liver racun kemudian masuk ke dalam ginjal. Dan oleh ginjal racun akan dieksresikan dalam bentuk urin.
“Terapi ion detoks yang kini banyak populer tidak lain adalah sebuah penipuan terhadap konsumen. Perubahan warna pada air adalah merupakan sebuah reaksi elektrolisis. Warna air yang merah kekuning-kuningan adalah besi yang telah teroksidasi yang berasal dari elektroda alat tersebut. Bukanlah suatu kebetulan jika elektroda alat ini perlu diganti dari waktu ke waktu,” ungkap Budi saat ditemui Sinarmedia diruang kerjanya belum lama ini.
Lebih lanjut kata Budi, hal ini pun dikuatkan oleh penelitian kecil yang dilakukan oleh Ben Goldcare seorang kolumnis untuk “bad science” dari The Guardian (koran di Inggris). Ia menganalisis kandungan zat air sebelum proses detoks dan setelahnya. Kandungan besi setelah ‘terapi’ meningkat sangat tinggi jika dibandingkan sebelumnya. Selain itu, tidak ditemukan urea dan kreatinin pada sampel yang dianalisis yang menandakan tidak ada racun yang keluar dari tubuh.
“Terapi detoks ion ini juga memiliki resiko karena reaksi ini melepaskan gas Klorin yang beracun dan Hidrogen yang mudah terbakar. Berhati-hatilah jika menggunakan alat ini. Jangan gunakan alat detoks ion pada ruangan tertutup karena gas berbahaya akan terkonsentrasi. Atau lebih baik lagi, jangan gunakan alat ini,” paparnya.
Segera Di Tutup
Menurut Budi, saat mengkaji balai pengobata spa kaki milik Nana di desa Ciomas Kec. Sukahaji ini, pihak Dinas Kesehatan sepakat mengeluarkan rekomendasi ke BPTTP agar tidak mengeluarkan izin usaha balai pengobatan tradisional tersebut karena pengobatan spa kaki ini tidak bisa dibuktikan secara medis.
Selain itu, pihaknya akan melayangkan surat kepada aparat kepolisian dan Dinas terkait agar menindak tegas dengan menutup balai pengeobatan yang berkedok spa kaki tersebut. Karena bagaimana pun alat yang digunakan dalam metoda pengobatan spa kaki ini secara medis belum bisa memberikan manfaat pada manusia, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak berobat menggunakan terapi tersebut dan kepada pihak berwajib agar menutup balai pengobatan ini karena ilegal,” tambahnya.
Budi mengatakan, di negara maju lainya sudah menarik alat ini, dengan alasan undang-undang perlindungan konsumen. Bahkan beberapa produsen ‘alat-alat’ tersebut telah mengakui bahwa alat yang mereka buat tidak bisa dibuktikan secara medis. Dan merevisi klaim bahwa ‘racun’ berwarna merah kekuning-kuningan tersebut berasal dari dalam tubuh pasien melainkan warna tersebut berasal dari elektroda pada alat tersebut. (Red)
Incoming search terms:
- Terapi air listrik
- terapi spa kaki elektronik
- terapi spa kaki
- terapi toksin
- terapi ion
- spa kaki elektronik
- terapi listrik dengan air
- terapi air elektronik
- terapi air di kaki
- terapi air ion
|
|












terapi ion ? kenapa tidak,ke dokter kenapa iya,sebenarnya jangan memperdebatkan warna,orang bijak berfikir adakah orang yang tidak bisa mati kalau masuk rumah sakit ?,adakah yang bisa menyimpulkan apa,mengapa dan bagaimana proses terapi tenaga dalam.tetapi yang penting dengan terapi apapun itu caranya , bila enak dibadan itu adalah upaya manusia untuk menjaga titipan illahi.
:)
bila perlu terapi model ini untuk riset yang langsung pada para client yang sedang terapi dan ambil kesimpulannya untuk menuju indonesia sehat 2010.
bila banyak yang mengeluh/merasa dirugikan dinkes dapat mengambil langkah-langkah preventip.
banyak barang dijual yang jelas-jelas merugikan (misal,rokok,minuman keras) kenapa tidak ditindak dengan menutup pabriknya ?
adakah orang yang tidak bisa mati?/,adakah orang yang mengerti/tahu rahasia alam ?. yang ada adalah mereka yang belajar dan belajar tentang rahasia alam untuk menyikapi hukum alam.didunia ini tidak ada yang abadi.
mari kita mengambil hikmahnya dan jangan saling menghujat agar tercapai ketentraman hati,bathin biar ngak jadi ngenes lalu cepat mati. mari kita menghargai iktiar orang-orang yang tidak menyerah pada keadaan dan berjuang,dan jangan pernah menertawakan usaha orang mencari kebugaran dan sehat karena ada orang sehat tetapi tidak bugar.agar kita tidak kena balanya dari orang-orang yang teraniaya. tak ada kekuatan /kekuasaan dan daya selain dari kuasa ALLAH amin.
saya dulunya mempunyai penyakit lever,udah 3 tahun lamanya saya derita.saya udah mencoba segala macam pengobatan.mulai dari dokter sampai ke bedah ayam (istilah paranormal).alhamdulillah setelah saya mencoba terapi air (ion) selama satu bulan berturut-turut penyakit liver saya sembuh.jadi saya kurang sependapat dengan isu yg dikatakan orang.bahwa sanya alat terapi ion ini tergolong penipuan.sekarang ini alat terapinya yg seperti apa…?apakah duplikat dari orang-orang yg tidak bertanggung jawab yg menggandakan dan menduplikatkan lat terapi yg aslinya.serta di jual dengan harga kacangan (murah).karna saya sudah mengalami dan mencoba alat ter sebut.dan saya pun mengecek ulang penyakit saya ini ke dokter buat membuktikan apakah benar saya udah sembuh dari penyakit liver.alhamdulliah saya sudah sembuh.sekian imformasi dari saya.
dalm segi ilmu pengobatan alternatif itu pun sudah ada sebelum adanya ilmu kedokteran.kenapa ada kesenjangan diantara nya…?yg penting diantara nya memounyai persamaan membatu menyembuhkan penyakit orang lain.bukan saling menjelek kan……..
makanya indonesia ini tidak akan maju….
karna manusianya saling menjelekkan satu sama lain.dan bukan mengurus pekerjaan nya sendiri.yg terpenting tidak adanya merugikan orang lain .betul tidak….?apakah para pengobatan tradisinal ini merugikan para dokter karna kurang nya pasien mereka….?