BMKG Prediksi Akan Terjadi Kemarau Panjang
Jatiwangi, ((Sinarmedia).-
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Majalengka menghimbau masyarakat agar waspada dalam menjaga kesehatan,karena sejak pertengahan bulan Juni 2011 sudah memasuki masa pancaroba yakni peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau.
Kepala BMKG Jatiwangi, Effendi mengatakan, memasuki musim kemarau kali ini berbeda dengan awal musim tahun-tahun sebelumnya. Sebab tahun 2009 dan 2010 hampir tidak terjadi musim kemarau. Menurutnya kita akan memasuki musim kemarau yang diprediksi akan panjang.
“Kita hanya perlu waspada dan mejaga kesehatan karena lingkungan dan cuaca siang yang begitu terik, angin Majalengka sudah mulai terasa tidak bagus yang efeknya bisa mengganggu kesehatan.” Ujarnya saat ditemui Sinarmedia di kantornya belum lama ini.
Menurut Effendi, sejak bulan Juni 2011 khusus zona musim di Jawa Barat bagian utara dan selatan diprediksi akan mengalami musim kemarau. Hal ini sesuai dengan letak posisi matahari yang lebih condong ke arah utara.
“Sekarang ini wilayah Majalengka sedang memasuki masa transisi atau peralihan musim, cuaca panas siang hari sudah mulai terasa meskipun angin kencang. Angin ini pun merupakan tanda terjadinya musim kemarau.“ Ungkapnya.
Effendi menjelaskan, perubahan cuaca ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pemanasan matahari. Saat kemarau tiba posisi matahari biasanya berada pada posisi di sebelah utara. Sekarang ini posisinya memang agak ke sebelah utara. Tidak tepat berada di tengah garis khatulistiwa.
“Sedangkan arah angin berhembus dari arah selatan dengan potensi hujan yang rendah. Angin di Majalengka bahkan cenderung kering, oleh karena itu bagi seseorang dengan kondisi badan yang lemah, biasanya terserang flu atau gejala sakit ringan lainnya.” Tambahnya.
Effendi mengatakan, memasuki musim kemarau tahun 2011 ini temperatur udara meningkat antara 27 derajat celcius sampai 37 derajat celsius. Sehingga dengan adanya peningkatan temperatur ini menyebabkan tingkat kelembaban udaranya menjadi rendah. Kelembaban berkurang rata-rata 23 persen setiap harinya.
“Baru saja satu bulan memasuki kemarau awal, di daerah Majalengka juga ada beberapa daerah yang sudah mengalami krisis air di daerah utara.”. Ujarnya.
Efendi menambahkan, ke depan musim kemarau ataupun musim hujan diprediksi akan tidak beraturan setiap tahunnya, hal itu dikarenakan siklus alam yang mengalami pergeseran secara signifikan. Penyebabnya bermacam-macam, diantaranya pemanasan global akibat hutan-hutan yang banyak ditebangi dan pohon-pohon di pekarangan rumah pun kini sudah banyak yang ditebang.
“Cuaca dan temperatur suhu kini makin terasa panas. Bila siang hari udara sangat terik disertai angin kering. Oleh karena itulah kita memang harus ekstra waspada meskipun memang bila prediksi musim kemarau panjang, kita berharap agar tidak kekurangan air, karena kebutuhan akan air ini sangat penting bagi kehidupan kita.” paparnya. (Erik)
Incoming search terms:
- penyebab kemarau panjang
- penyebab terjadinya kemarau panjang
- penyebab terjadinya kemarau
- penyebab kemarau
- sebab terjadinya kemarau
- Kemarau panjang 2011
- sebab kemarau panjang
- terjadinya kemarau
- mengapa terjadi kemarau panjang
- bmkg
|
|












