Oleh-Oleh Guru Majalengka Yang Mengajar Di Malaysia
Palasah, (Sinarmedia).-

Iding Sahidin, S.Pd.I menyempatkan diri bersilaturahmi ke SDN Sindangwasa, kini dia sudah kembali ke negara Malaysia.
Rona kegembiran nampak jelas pada wajah Iding Sahidin, S.Pdi dan Ade Tarmin, S.Pd, kedua tenaga pengajar berprestasi asal kota angin yang saat ini mengajar di negeri jiran Malaysia itu belum lama ini pulang ke kampung halamanya di desa Loji Kec. Jatiwangi.
Kedua guru dari SDN Loji I Kec. Jatiwangi ini sudah setahun mengajar di salah satu sekolah favorit di negeri Jiran, namun pada libur Idul Fitri 1432 H lalu keduanya diberikan kesempatan untuk mudik kekampung halamanya selama dua pekan.
Tentu saja walau hanya diberi kesempatan berlibur selama dua pekan dimanfaatkan oleh keduanya untuk bersilaturahmi ke SDN Loji I yang dulu pernah membesarkan namanya. Kedatangan mereka disambut hangat oleh para siswa dan guru ,mereka tampak terharu dan karena sudah setahun berpisah.
Saat ditemui Sinarmedia, Iding membagikan cerita suka dukanya selama mengajar di negara beribukota kuala lumpur ini. sambil terus memotivasi para siswa agar rajin belajar dan tetap menjunjung tinggi semangat belajar. Di rumahnya Iding menceritakan bahwa di sana itu tidak jauh berbeda dengan di Majalengka. Tidak ada perbedaan kurikulum ataupun yang lainnya, yang membedakan hanya lokasi.
“Karena kurikulumnya juga masih sama, yang membedakan adalah lokasinya saja. Saya bersama 10 guru lainnya sama-sama dalam misi nasionalisasi yaitu agar semua siswa yang semuanya warga Indonesia tetap menguasai semua hal yang ada hubungannya dengan hal-hal yang meng-Indonesia. Contohnya, meja, papan tulis ataupun tulisan-tulisan yang bersifat pengumuman ditulis menggunakan bahasa Indonesia. Ketika festival budaya tanggal 19 Juni lalu, kita pun mempersembahkan tarian-tarian dan musik angklung, kita ingin para siswa mengenal budaya Indonesia langsung dari orang-orang Indonesia yang ditugaskan mengajar di sini. ” Ungkapnya.
Iding menambahkan mayoritas para siswa di Malaysia itu mencapai 55 persen muslim. Sedangkan sebagiannya lagi beragama Katholik dan Kristen. Namun, ketika bulan Ramadhan lalu, pihaknya satu sama lain saling menghormati. Di sana pun mereka tetap beraktifitas sesuai kemampuan dan hoby. Seperti yang dilakukan Iding yang suka menjadi MC, dalam setiap kegiatan dirinya selalu ditunjuk jadi protokol.
“Sebenarnya yang membuat kita betah adalah kondisi hati dan tidak ada yang berbeda disana, seperti yang saya alami dan pa Ade alami, contohnya ketika kita mau memperingati HUT RI, disana pun seperti layaknya memeriahkan Agustusan, kita mengadakan lomba-lomba seni, budaya dan olahraga. Semua guru dan siswa dilibatkan, dengan tujuan untuk saling mengakrabkan diri. Saya malah juara catur ke dua dan dapat hadiah sebuah kamera poket. Sedangkan pa Ade juara dua tenis ganda.” Ujar Iding sambil memperlihatkan piala juara dua catur.
Iding pun menceritakan bahwa di Malaysia bersama ke sepuluh tenaga pengajar lainnya, masih mengajar di gedung yang statusnya masih milik orang lain (warga Malaysia). Namun, dirinya sangat bersyukur, sebab tahun depan pihaknya akan menempati gedung sekolah milik Indonesia seluas 1,5 hektar diatas tanah konsulat jenderal pendidikan yang berlokasi di Kota Kinabalu Industrial Park (KKIP).
“Alhamdulillah proses tender gedung sekolah selesai bulan ini. Untuk saat ini kita memang masih menggunakan gedung sewaan. Namun, yang terpenting, yang ingin saya tekankan sekaligus memotivasi kepada anak-anak didik, yang ada di sana maupun yang ada di Majalengka adalah, agar mereka tetap semangat dalam menuntut ilmu serta tetap berjuang untuk meraih cita-cita.” Tandasnya. (S.04)
Incoming search terms:
- perbedaan guru indonesia dengan guru malaysia
- perbedaan guru indonesia dan malaysia
- perbedaan guru indonesia dan guru malaysia
- perbedaan guru di indonesia dan malaysia
- perbedaan guru di indonesia dan di malaysia
- mengajar di malaysia
- beda malaysia indonesia
- loji jatiwangi majalengka
- kampung loji jatiwangi
- informasi mengajar di malaysia
|
|












salam, maaf mau bertanya tentang mengajar di malaysia, apakah masih ada pendaftaran? kalau ada informasi pendaftaran, mohon informasinya, terima kasih
kemarin baru ada utk non-PNS, utk PNS belum ada lagi