50 Warga Kertawinangun Ikuti Pelatihan Wirausaha

Kertajati, (Sinarmedia).-
Sebanyak 50 orang mengikuti pelatihan kewirausahaan dengan menggunakan sistem ubiquitous base test (UBT) di Balai Desa Kertawinangun Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, Rabu-Sabtu (2-5/5).
Kegiatan tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Produktivitas (Dirjen Binalatas) Kementerian Ketenagakerjaan RI bekerja sama dengan Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) dan Yayasan Antara. Kegiatan bertema meningkatkan keterampilan, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat tersebut digelar untuk yang ketiga kalinya di Kecamatan Kertajati. Sebelumnya pelatihan yang sama telah dilaksanakan di Desa Pakubeureum dan Desa Sukawana pada tahun 2017.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Program dan Evaluasi BBPP, Widjanarko, didampingi instruktur BBPP, Ferry Handoko, dan Administrasi Yayasan Antara, Safig, para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut adalah warga desa setempat yang masuk dalam kategori usia produktif. “Semua peserta adalah warga usia produktif di desa ini. Selama empat hari mereka mendapatkan banyak pengetahuan terkait kewirausahaan, juga materi pelatihan praktik jenis usaha yang diinginkan peserta,” katanya.
Disebutkannya, pada pelatihan di Desa Kertawinangun ini para peserta memilih jenis kewirausahaan berupa kerajinan membuat tas dari talikur dan keterampilan sablon. “Yang menentukan jenis praktik keterampilan itu para peserta sendiri. Kami mendampingi setelah memberikan banyak pengetahuan terkait kewirausahaan,” katanya.
Dikatakan Ferry Handoko, dalam pelatihan tersebut pihaknya memberikan materi yang sangat dibutuhkan para peserta, di antaranya materi peningkatan produktivitas, konsep kewirausahaan, motivasi usaha dan ide bisnis atau inovasi yang dikembangkan. “Kami memberikan pengetahuan dan mendampingi pelatihan praktiknya. Kami tidak memberikan permodalan kepada mereka, hanya pelatihannya saja,” ungkapnya.
Menurutnya, pelatihan ini bertujuan mengembangkan kemampuan warga setempat yang menjadi lokasi kegiatan yang sesuai dengan potensi kewilayahannya. “Itulah sebabnya yang menentukan jenis pelatihan usahanya adalah para peserta sendiri,” katanya.
Dikatakan Widjanarko, pelatihan sejenis telah banyak dilakukan di wilayah Jawa Barat. Pada setiap daerah yang menjadi lokasi pelatihan memang paketnya hanya menyertakan 50 peserta setiap gelaran pelatihan. “Sesudah pelatihan kami melakukan monitoring guna mengetahui seberapa banyak peserta pelatihan yang aktif menjalani kewirausahaan. Catatan kami terhadap yang sudah mengikuti pelatihan, sekitar 10 orang atau sebanyak 20%-nya terus berwirausaha usai mengikuti pelatihan,” ungkapnya. (Arif/SM)

17 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/50-warga-kertawinangun-ikuti-pelatihan-wirausaha/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *