Alun-Alun Majalengka kembali Dibongkar

Majalengka,(Sinarmedia).-

Pembangunan gapura Gerbang utara alun-alun Majalengka atau tepatnya di depan air mancur dipertanyakan oleh sejumlah masyarakat, pasalnya bangunan gapura berbentuk angin ini baru beberapa tahun dibangun namun kini kembali di bongkar untuk digantikan dengan gapura bentuk yang baru.

Selama ini Pemkab Majalengka sangat sering bongkar pasang dalam penataan alun-alun Majalengka dengan mengahbiskan anggaran milyaran rupiah hingga cenderung merupakan pemborosan anggaran.Sebelumnya Pemkab juga membongkar taman air mancur yang juga belum lama dibangun menghabiskan dana ratusan juga rupiah.

“Sebenarnya kita sendiri bingung,mau diapain lagi alun-alun kan masih baru dan masih bagus, kan masih baru dan kalaupun ada beberapa bangunan yang rusak mestinya cukup direnovasi tanpa harus dibongkar total,” kata Imam (38) warga Majalengka Kulon saat ditemui Sinarmedia disekitar lokasi alun-alun.

Menurut Iman, selama ini pemerintah seringkali bongkar pasang dalam menata alun-alun Majalengka yang sudah menghabiskan anggaran milyaran. Bongkar pasang itu apakah disengaja supaya ada proyek atau memang akibat perencanaan yang tidak matang.Mestinya ada batasan usia pembangunan yang diperbolehkan untuk dibongkar.

“Mestinya sebelum membangun gapura, direncanakan terlebih dahulu yang matang akan bentuk dan makna bangunan tersebut setidaknya harus mencerminkan indentitas kabupaten Majalengka. Jangan sampai sudah selesai dibangun kemudian dibongkar lagi karena ingin mengganti bentuk gapura, kan sayang uangnya mending untuk keperluan pembangunan yang lain dan lebih bermanfaat,” katanya.

Hal senada disampaikan Dedi (42) warga Cigasong, menurutnya pembangunan gapura alun-alun majalengka ini tidak trasparan karena tidak dicantukan papan proyek. Setidaknya masyarakat juga ingin mengetahui berapa jumlah anggaran untuk membangun gapura alun – alun, tentunya agar masyarakat bisa sama-sama saling mengawasinya.

“Proyek pembangunan gapura alun-alun Majalengka ini seperti proyek misterius, karena dibangun apa masyarakat tidak tahu dan berapa banyak biaya masyarakat juga tidak tahu karena tidak ada plang papan proyeknya,” katanya.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Majalengka, Adang Haedar, SH melalui kabid Pertamanan dan Kebersihan, Ucup Supriandi  mengaku tidak tahu proyek pembangunan gada-gada tersebut , karena anggaran pembangunan tidak ada di BPLH melainkan dibagian Umum Setda Majalengka.

“Coba tanyakan saja, kebagian umum setda Majalengka karena untuk anggaran pembangunan gapura alun-alun ini tidak lagi di BPLH,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Setda Majalengka, Munadjat Subyantara membenarkan bahwa pembangunan gapura alun-alun ada menjadi tanggung jawabnya karena anggaranya ada di bagian umum.

Menurut Munadjat, untuk pembangunan gapura alun-alun ini rencananya akan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 200 juta yang dikerjakan oleh CV. Kemuning, sementara waktu pengerjaanya sendiri sekitar 2 bulanan yakni mulai dari 19 Septemer – 17 november mendatang.

“Nantinya untuk gapura gerbang utara ini akan dirubah dari semula berbentuk angin menjadi gerbang yang mirip dengan masjid yang ada di kota Madinah Arab Saudi, dimana diatasnya akan ada lampu berbentuk segi 8, kemudian dipadukan ornament khas Majalengka,” kata Munadjat.

Lebih lanjut kata Munadjat, alasan kenapa anggaran tersebut di tempatkan di bagian umum Setda Majalengka tidak di BPLH, karena untuk lebih memudahkan melakukan pengawasan terhadap kualitas pembangunan. Setidaknya letak bagian setda dengan gapura gerbang utara yang berdekatkan akan lebih memudahkan dan lebih maksimal pihaknya mengawasi pembangunan tersebut.

“Memang seharusnya untuk Penataan taman kota menjadi tanggung jawab BPLH, namun khusus untuk pembangunan gapura gerbang utara ini sesuai usulan dan kesepakatan ditempatkan di bagian umum Setda Majalengka,” pungkasnya.(S.02).

 

505 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/alun-alun-majalengka-kembali-dibongkar/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *