APPSI Dituduh Minta Kompensasi Rp.1 Milyar

Majalengka,(Sinarmedia).-
Dibalik kisruhnya perseteruan antara sejumlah pedagang pasar Sindangkasih Cigasong dan Toko UD Putra TS, beredar khabar bahwa Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Majalengka meminta uang kompensasi kepada pemilik UD Putra H. Memet Tasmat sebesar Rp. 1 milyar. Setelah ada pertemuan permintaan uang konpensasi tersebut kemudian menurun dari Rp. 1 milyar menjadi Rp.600 juta.
Adanya permintaan uang konpensasi tersebut dibenarkan oleh pemilik UD Putra TS H. Memet saat ditemui Sinarmedia belum lama ini. Menurut Memet ia sempat mengadakan pertemuan dengan sejumlah pedagang dan ketua APPSI Yoyo Sutaryo. Alasan permintaan itu dikarenakan pihak UD Putra TS telah menimbulkan kerugian  terhadap para pedagang pakaian yang ada di pasar Cogasong.
Menurut Memet dalam pertemuan pertama ia diminta memberikan dana kompensasi sebesar Rp.1 milyar namun karena menyatakan tidak sanggup diturunkan menjadi Rp.600 juta. Uang tersebut tambah Memet menurut keterangan mereka diantaranya akan digunakan untuk membuat koperasi APPSI, tambahan modal  dan uang muka peremajaan pasar Sindangkasih.
“Jaminan apabila saya memenuhi uang kompensasi tersebut para pedagang pakaian pasar Sindangkasih tidak akan mempermasalahkan keberadaan UD Putra TS,” kata Memet.
Saat ditemui ketua APPSI, Yoyo Sutaryo membantah dengan tegas tuduhan pihak UD Putra TS yang menyebutkan pihak APPSI yang meminta dana kompensasi tersebut. Menurutnya ia hanya menyampaikan aspirasi pedagang bukan keinginannya.
“Jika tuduhan itu atas nama APSSI maka tidak benar, saya hanya menyampaikan aspirasi yang diminta para pedagang pasar Sindangkasih terhadap UD Putra TS begitu pula sebaliknya. Perlu dicatat posisi APPSI dalam hal ini hanya sebagai mediator,“ katanya.
Dalam proses negosiasi menurut Yoyo,  merupakan hal wajar disebabkan pihak UD Putra TS juga sempat menawarkan kompensasi dengan memberikan bantuan modal kepada para pedagang dan akan memutihkan hutang pedagang yang berhutang kepadanya namun hal itu ditolak oleh para pedagang disebabkan pihak UD tidak memberikan batas waktu atas usahanya untuk berjualan secara eceran dan grosir.
“Disebabkan tidak menemukan kesepakatan juga antara pedagang dan UD Putra TS akhirnya muncul susunan perjanjian kontrak yang isinya sudah dibahas terlebih dulu antara UD dan pedagang tanpa adanya kompensasi tapi setelah dituangkan dalam bentuk tulisan pihak UD tidak mau menandatanganinya. Dan itu adalah kejadian yang sebenarnya terjadi,” ungkapnya
Lebih lanjut kata Yoyo, pihaknya juga sangat menyayangkan sikap pemerintah khususnya Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan  (Kukmperindag) yang melimpahkan penanganan perseteruan antara pedagang pakaian pasar Sindangkasih dan UD Putra TS kepada unsur Muspika hal itu menunjukan ketidak mampuan pemerintah dalam menjalankan tugasnya.
Pihaknya beserta pedagang berencana untuk melakukan aksi demo menuntut pemerintah bersikap tegas dalam penengakan peraturan yang berlaku.
“Mungkin kami akan mendatangi pendopo, Dinas Kukmperindag, DPRD, Satpol PP dan intansi terkait lainnya,” katanya.
Ditambahkannya izin usaha UD Putra TS masih dipertanyakan mengingat para tetangganya sendiri merasa keberatan atas keberadaan UD Putra TS sehingga tidak memberikan haknya untuk izin tetangga diantaranya seperti Engkus Kuswara yang lokasi usahanya tepat berada disamping UD Putra TS.
“Saya yakin pemerintah pasti tahu peraturan hukumnya, kalau pemerintah tegas permasalahan ini tidak akan berlarut-larut seperti sekarang,“ pungkasnya.(S.04)

873 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/appsi-dituduh-minta-kompensasi-rp-1-milyar/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *