Bakal Calon Bupati Majalengka Mengerucut

Majalengka,(Sinarmedia).
Dari banyak nama yang disebut-sebut  bakal  maju dalam pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Majalengka tahun 2018 hanya enam nama yang kini semakin menguat. Berdasarkan pemantauan Sinarmedia kini hanya enam nama yang masih  disebut bakal maju diantaranya  Karna Sobahi, Iman Pramudya, Tarsono  Mardiana , Surahman, Ade Rahmat Ali, Taufan Ansyar dan Ramdhani.
Ke enam nama tersebut masih “getol” melakukan sosialisai ke daerah-daerah dengan cara dan gayanya masing-masing. Selain itu kini bermunculan pula kelompok-kelompok yang menyatakan mendukung salah satu nama bakal calon.
Setelah muncul kelompok yang mendukung Karna Sobahi yang disebut  Lingkar Setia Karna (Laskar) kini muncul kelompok lainnya yang mendukung Iman Pramudya yakni Sahabat Iman Pramudya (SIP) dan kelompok yang mendukung mantan Sekda Ade Rahmat Ali dengan nama Barisan Ade Rahmat Ali (BARA).
Sementara wacana Karna-Iman (Karim) yang sempat mencuat beberapa waktu lalu kini semakin sepi. Kedua kandidat nampak asyik dengan aktifitasnya masing-masing  seperti tidak nampak adanya kebersamaan.
Nama Karna Sobahi masih kokoh sebagai calon kuat yang akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Beberapa kali ketua DPC PDIP Majalengka yang juga Bupati Majalengka mengeluarkan statemen tentang keseriusannya mendukung Karna Sobahi. Namun demikian sempat muncul juga wacana tentang Karna yang akan maju dari jalur independen apabila tidak ada partai yang mengusungnya.
Tidak santernya wacana Karim menunjukan indikasi antara Karna dan Iman sudah tidak bisa disandingkan lagi hingga mereka berjalan masing-masing. Belum ada keterangan dengan siapa H. Karna Akan berdampingan dalam pemilukada 2018 mendatang itu.
Dilain pihak nama Iman Pramudya  saat ini sudah mulai santer beredar di masyarakat terutama di lingkungan pendidik justru akan mencalonkan M1 (Bupati –red). Saat hal itu dikonfirmasikan, Iman menanggapinya dengan santai. Menurutnya, siapapun boleh berpendapat dan memprediksi tapi bagi dirinya tidak akan menanggapi hal itu karena saat ini ia masih sebagai PNS yang harus fokus pada tugasnya sebagai kepala dinas pendidikan.
Sementara itu saat disinggung keberadaan SIP, Iman menjelaskan bahwa hal itu merupakan keinginan mereka yang merasa berempati kepada dirinya. Ketika ditanya apakah ia akan mencalonkan M1 atau M2  Iman menjawab diplomatis bahwa ia masih seorang PNS belum memikirkan masalah pencalonan wakil bupati.
Bakal calon lainnya seperti Ade Rahmat Ali, Taufan Ansyar masih belum diketahui mau maju melalui  kendaraan partai politik yang mana. Sedangkan Ramdhani sudah menyatakan bahwa ia akan maju melalui jalur perseorangan atau independen.
Ketua DPC partai Gerindra Jefri Romdhonny yang juga sempat santer dikhabarkan bakal maju membantah khabar tersebut. Menurut Jefry belum ada keputusan politik terkait siapa yang akan maju karena ada prosedur partai yang harus diikuti.
Dua orang kader PDIP yakni Tarsono Mardiana  yang kini menjadi ketua DPRD Majalengka dan Surahman (mantan ketua DPRD) yang kini menjadi anggota DPRD provinsi Jawa Barat juga termasuk orang yang diperhitungkan untuk bisa maju sebagai kandidat calon bupati atau wakil bupati.
Menurut pengamat politik Majalengka, Adi Risnadi, mengamati perkembangan kekinian menyikapi kiprah para bakal calon yang akan maju dalam pemilukada 2018 mendatang semakin menarik. Dari beberapa orang yang muncul kini menyisakan beberapa orang saja yang terlihat aktif bermanuver  politik.
Berdasarkan pengamatannya H. Karna masih merupakan bakal calon yang paling poluler saat ini disusul oleh Iman Pramudya, Ade Rahmat Ali, Tarsono, Surahman, Taufan Ansyar dan Ramdhani. Namun demikian ini baru sementara karena pasti kontelasi poltik akan berubah yang akan berakibat kepada tingkat popularitas dan elektabilitas juga berubah.
Ada satu  hal menarik yang ia dicermati adalah pernyataan Bupati H. Sutrisno yang berkali-kali membuat statement politik yang menyatakan bahwa ia tidak pindah ke lain hati dan tetap mendukung H. Karna Sobahi untuk maju sebagai bakal calon dari PDIP. Pernyataan ketua DPC itu seolah ingin menegaskan bahwa  H. Karna tidak perlu ragu bahwa dirinya tetap konsisten mendukungnya.
Pernyataan Sutrisno itu seringkali diungkapkan untuk meyakinkan karena  pada beberapa kesempatan Karna sempat menyampaikan kemungkinannya kalau ia maju dari partai lain atau maju dari jalur perseorangan andai tidak dicalonkan oleh PDIP.
Menurut  Adi,  terlihat ada semacam kecemasan dari H. Karna yang terkadang tidak yakin terhadap peryataan yang dilontarkan Karna. Belum lagi tak dapat disembunyikan dan sudah  banyak yang tahu bahwa Bupati dikhabarkan pula mendukung Iman Pramudya.
Memang cukup membingungkan, H. Karna didukung oleh PDIP yang dipimpin Sutrisno namun di sisi lain Karna menolak disandingkan dengan Iman yang merupakan calon kandidat yang didukung oleh  Bupati Sutrisno. Namun demikian katan Adi ini adalah politik yang setiap detik bisa berubah  atau para elit poltik Majalengka sedang memainkan perannya, kita tunggu saja.(Red).

5,896 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/bakal-calon-bupati-majalengka-mengerucut/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *