Bandara Kertajati, Abdul Halim Atau Habibie

Bandara Kertajati, Abdul Halim Atau Habibie

Majalengka,(Sinarmedia).-

Nama untuk Bandara Kertajati hingga kini masih menjadi polemik.Setelah muncul usulan agar Bandara Kertajati diberi nama Bandara Abdul Halim kini muncul wacana baru agar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) itu dinamai dengan Bandara BJ Habibie.

Munculnya wacana Bandara Bandara BJ Habibie itu ramai diperbincangkan di sosial media setelah presiden RI ke 3 itu wafat.Nama BJ Habibie dianggap pantas diabadikan menjadi nama Bandara Kertajati karena ia dinilai sebagai sosok yang berperan penting dalam industri penerbangan di Indonesia.

Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi saat diminta komentarnya terkait nama Bandara Kertajati mengatakan, pihaknya sudah mendengar adanya wacana warganet terhadap klausul penamaan BIJB Kertajati. Dia sendiri juga menyimak bagaimana Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menanggapi wacana tersebut.

“Ya, itulah reaksi warganet. Kita sih setuju saja. Mana yang terbaik. Karena hingga saat ini, pak Gubernur juga belum menyebut secara spesifik tentang pengabadian nama untuk bapak presiden ke-3, pak Habibie ini untuk bandara Kertajati,” ungkapnya.

Bupati menambahkan hanya saja, jika melihat kebiasaan dan tradisi kedaerahan. Di banyak berbagai provinsi di Indonesia, selalu namanya adalah nama pahlawan yang punya ciri kelokalan.

“Di kita, ada pahlawan nasional yakni KH. Abdul Halim. Selain berjasa untuk Indonesia, beliau ini (Abdul Halim) juga lahir dan besar di sini, di Majalengka. Cocok juga bila bandara Kertajati dinamai Abdul Halim.” ungkapnya.

Bupati menjelaskan namun jika pemerintah pusat berencana menamai BIJB Kertajati dengan nama Bandara BJ. Habibie, pihaknya akan setuju. Dengan alasan, urgensi kepentingan yang lebih tinggi.

“Kalau kepentingannya ada yang lebih penting, sehingga nama BIJB Kertajati nantinya akan dinamai Bandara Habibie, mengingat beliau ini memang layak disandingkan dengan nama sebuah bandara, ya mungkin itu yang terbaik. Tetapi kita juga tetap dong, ingin ada ciri nama pahlawan kita di Majalengka. Kita tunggu, saja apa keputusan pemerintah pusat,”tandasnya.

Sementara itu munculnya wacana baru terkait masalah nama Bandara Kertajati menjadi Bandara Habibie ditanggapi beragam oleh warga Majalengka. Secara umum warga Majalengka berharap agar nama Bandara Kertajati adalah Abdul Halim sesuai dengan usulan beberapa tokoh masyarakat Majalengka sebelumnya.

Hal ini juga ditegaskan akademisi Unma, H. Diding Bajuri, saat diminta pendapatnya oleh Sinarmedia belum lama ini. Ia menilai, pihaknya tidak dalam posisi menolak atau pun setuju.

“Dalam hal ini, karena saya warga Majalengka, dan terlibat dalam pengusulan nama BIJB, saya tidak menolak ataupun setuju. Karena sebelum muncul wacana ini, kita bersama tokoh lain Majalengka bersama-sama mengusulkan nama Abdul Halim.” ungkapnya.

Diding menilai, akan tetapi, jika ditanya lebih setuju mana soal penamaan bandara Kertajati ini, pihaknya cenderung memilih nama Bandara Abdul Halim. Alasannya, dilihat dari sisi sejarah dan status maupun silsilah serta landasan formal, nama Abdul Halim juga pahlawan nasional, hanya saja Abdul Halim ini lahir dan besar di Majalengka.(S.03)

112 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + 10 =