Bantuan Benih Padi Diperjual Belikan

Majalengka,(Sinarmedia).-

Sejumlah petani mengeluhkan bantuan benih padi dari pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian yang dibagikan oleh Dinas Pertanian Majalengka, pasalnya bantuan benih padi yang berisi 5 Kg per kantong untuk para petani ini harus ditebus sebesar Rp. 25 ribu padahal seharusnya bantuan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis.

“Saya harus menebus bantuan benih padi ke kelompok tani sebesar Rp. 25 ribu untuk bantuan benih padi seberat 5 Kg. Yang saya tahu bantuan dari pemerintah ini seharusnya gratis,” kata salah seorang petani yang ada di wilayah Kecamatan Kertajati kepada Sinarmedia.

Bantuan benih padi kepada para petani melalui kelompok tani merupakan program Kementrian Pertanian guna mendukung kedaulatan pangan, dimana bantuan benih padi ini untuk mendorong produktifitas petani menjadi lebih baik. Namun sayang bantuan subsidi benih padi yang disalurkan oleh pihak pemerintah pusat ke daerah diduga sering dijadikan bahan bancakan oleh para oknum ketua kelompok tani dan Dinas Pertanian.

Bantuan subsidi benih padi pada tahun anggaran 2017 ini untuk Kabupaten Majalengka sudah seminggu lebih berjalan, proses penyalurannya kepada para petani melalui kelompok tani. Namun kenyataan subsidi benih padi itu ketika sampai  kepada pihak kelompok diperjual belikan kepada pihak petani.

Seperti yang di akui oleh beberapa kelompok tani yang menerima bantuan benih padi yang ada di wilayah Majalengka Utara menyebutkan kepada Sinarmedia, pihaknya terpaksa menjual subsidi benih padi kepada pihak petani karena bantuan subsidi benih padi itu tidak gratis karena pihak kelompok juga harus setor kepada Dinas Pertanian.

“Memang benar kami menjual bantuan subsidi benih padi ini, karena kami juga sebagai kelompok tani harus menebus kepada dinas pertanian sebesar Rp. 12.500 untuk setiap 5 Kg yang diserahkan kepada PPL dimasing-masing kecamatan. Dan kami menjual dilapangan kepada para petani sebesar Rp. 25 ribu untuk ongkos bongkar muat dan uang trasportasi,” kata salah seorang pengurus kelompok tani diwilayah utara Majalengka yang namanya minta dirahasiakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Wawan Suwandi ketika dikonfirmasi oleh Sinarmedia menyebutkan, bantuan subsidi benih padi dari pihak pemerintah memang ada, namun untuk tahun 2017 ini saya tidak tau sudah turun atau belum.

Menurut Wawan, sebab turunnya bantuan subsidi benih padi itu untuk tahun ini langsung dari pemerintah pusat bukan melalui dinas pertanian melainkan langsung kepada pihak perusahaan yang sudah di tunjuk oleh pihak pemerintah pusat yaitu Sanghyang Sri.

Ketika di lapangan diperjual belikan oleh pihak kelompok kepada petani itu tidak masalah karena subsidi benih padi itu tidak gratis karena memang harus ditebus dengan harga Rp. 12.500 untuk per 5 kilogram.

“Adapun terkait adanya penebusan uang subsidi benih padi dari kelompok ke PPL itu bukan atas lembaga dinas pertanian, melainkan pihak kelompok tani yang menitipkan untuk pembayaran kepada pihak PT Sanghyang Sri,” katanya.

“Jadi intinya pihak dinas pertanian tidak ada kaitanya dengan subsidi bantuan benih padi ini,” tegasnya.

Diperjual belikannya benih padi bantuan oleh oknum-oknum tertentu memang bukan kali ini terjadi, pada tahun 2016 lalu juga terjadi adanya praktek jual beli benih padi bantuan  dan lebih parahnya lagi benih padi bantuan yang diperjual belikan yang dikirim oleh pihak ketiga sebagai pemenang tender itu memiliki kualitas yang tidak baik.(S.05).

343 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/bantuan-benih-padi-diperjual-belikan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *