Bantuan Rutilahu Masih Tidak Tepat Sasaran

Dawuan,(Sinarmedia).-

Program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) adalah program yang banyak diapresiasi oleh masyarakat. Namun sayang program bantuan rehabilitasi rumah bagi warga yang tidak mampu itu sering kali tidak tepat sasaran. Entah siapa yang salah karena pada kenyataannya masih saja ditemukan warga yang justru ekonominya tergolong mampu memperoleh bantuan sementara warga yang benar-benar rumahnya nyaris roboh  justru luput dari bantuan tersebut.

Seperti yang terjadi di Desa Balida Kecamatan Dawuan ini misalnya, rumah bilik milik Resih (57) seorang janda ini hampir roboh. Ia tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi rumahnya tersebut karena jangankan untuk memperbaiki rumah untuk makan sehari-hari saja buruh serabutan ini kesulitan. Namun Resih hingga kini tidak memperoleh bantuan Rutilahu.

“Abdi mah boro-boro kanggo memeres bumi akang, kanggo tuang sapopoe oge susah, abdi teu terang aya bantosan ti pamarentah,” katanya dengan logat sundanya yang kental.

Memang seharusnya rumah milik Resih ini yang masih beralaskan tanah dan dinding terbuat dari anyaman bambu atau bilik ini seyogyanya mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari pemerintah Kabupaten Majalengka yang sering digembor-gemborkan. Namun nyatanya sudah bertahun-tahun rumahnya tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Saat ini kondisi rumah Resih sudah sangat memprhatinkan, selain dinding yang nyaris ambruk, atap rumahnya pun bocor karena kayu-kayunya  sudah lapuk dan gentingnya sudah banyak yang pecah sehingga tak heran apabila turun hujan rumahnya yang ia tinggali bersama cucunya itu kebanjiran hingga tidak bisa tidur karena rumahnya digenangi air seperti kolam.

Namun Resih tidak menampik bahwa ia pernah mendapatkan bantuan berupa uang oleh oleh pejabat dari partai Golongan Karya, Pak Dedi Mulyadi sewaktu ada pelantikan ketua DPD Golkar Majalengka H. Asep Eka Mulyana.

“Abdimah kakarek aya nu masihan bantosan artos ti urang Golkar waktos aya pelantikan ketua Golkar Majalengka nu tempatna di Desa Balida,” tambahnya singkat.

Sementara itu menurut salah seorang warga Balida Saepuloh (40), rumah milik Resih ini salah satu dari sekian banyak rumah tidak layak huni yang ada di desanya yang belum disentuh atau mendapatkan bantuan dari pemkab Majalengka. Seharusnya pihak pemkab Majalengka lebih pro aktif dan lebih selektif dan memberikan bantuan Rutilahu ini agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkannya.

“Ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak pemkab Majalengka tempat tinggal yang layak merupakan kebutuhan dasar setiap masyarakat dan ini adalah tugas pihak pemerintah untuk memfasilitasinya. Jangan sampai bantuan Rutilahu diberikan kepada mereka yang mampu seperti yang banyak terjadi,” ungkapnya.(S.05).

219 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/bantuan-rutilahu-masih-tidak-tepat-sasaran/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *