Benda Pusaka Tahun 1.400 Masehi Dibersihkan

Majalengka,(Sinarmedia), –

Sebanyak 144 Jenis benda pusaka peninggalan zaman kerajaan Majapahit, Mataram, Kutai dan kerajaan lainnya, yang ada di Padepokan Nur Sedjati dibersihkan dengan menggunakan air jeruk nipis dan beraneka ragam bunga.

Prosesi pencucian benda-benda pusaka yang berumur ratusan tahun itu berlangsung di Desa Sumber Kulon Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka.

Acara ini rutin digelar secara rutin tiap setahun sekali dengan tujuan bukan untuk memuliakan benda pusaka itu karena dianggap keramat atau punya kekuatan magis, atau bertuah danlain sebagainya. Proses pencucian itu, hanya sekedar untuk tujuan logis, supaya awet dan tetap kinclong.

“Sehingga, generasi anak-anak kita di masa depan, masih bisa melihatnya. Ini lho, peninggalan-peninggalan orangtua kita dulu. Masih awet hingga saat ini. Jadi, bukan untuk kepercayaan bahwa benda benda pusaka ini bertuah. Cukup dikagumi, jangan diyakini,” ujar Ketua Padepokan Nur Sedjati, Buyut Suhenda, Kamis (7/11).

Suhenda menambahkan, memanfaatkan jeruk nipis sebagai bahan pencucian benda-benda pusaka itu, telah teruji bahwa sifat asam pada jeruk tersebut mampu menghilangkan dan mencegah karatan pada besi.

“Karena mayoritas benda pusaka di sini, itu terbuat dari besi. Jeruk nipis membersihkannya secara alami,” tandasnya.

Soal koleksi benda-benda pusaka milik Padepokan Nur Sedjati ini, Suhenda telah mengumpulkannya sendiri sejak dirinya berusia 14 tahun. Benda-benda pusaka dengan jenis keris, tombak, trisula, pedang, kujang dan masih banyak lagi berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Koleksi ini saya kumpulkan sejak saya usia 14 tahun. Acara ini sudah berlangsung 8 tahun.” ucapnya.

Usai prosesi pembersihan, puluhan warga berebut air yang ada di gentong. Bejana besar tersebut sudah berisi air bening yang ditaburi aneka warna. ‎Air tersebut lantas diburu warga untuk keberkahan.

‎Salah seorang warga setempat, Wastiyem (35) mengatakan dirinya mengambil sebotol air dari bejana besar tersebut untuk diambil berkahnya.

“Ngalap berkahnya. Air sebotol ini nanti saya taburkan ke bak mandi,” ujarnya. ( S-3)

123 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + eleven =