BPS: “150 Ribu Warga Majalengka Tergolong Miskin”

Majalengka,(Sinarmedia).-
JUMLAH penduduk miskin di Kabupaten Majalengka berdasarkan data perkembangan indikator makro tahun 2017 versi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka masih tercatat lebih dari 150 ribu jiwa dari keseluruhan jumlah penduduk Kabupaten Majalengka yang berjumlah 1.193.725 orang di tahun yang sama (2017). Berdasarkan data yang sama, itu berarti tingkat kemiskinan penduduk Kabupaten Majalengka di tahun 2017 tercatat 12,6%.
“Persentase tingkat kemiskinan penduduk Kabupaten Majalengka tren-nya memang menurun sejak tujuh tahun terakhir, yakni sejak tahun 2010 lalu. Jadi hasil pembangunannya memang ada,” kata Kasubbag Tata Usaha BPS Kabupaten Majalengka, Graha Willyudha, SST, saat berbincang dengan Sinar Media, Senin (24/9) di kantornya.
Disebutkan Graha, tahun 2010 persentase tingkat kemiskinannya tercatat 15,52%, tahun 2011 tercatat 14,98%, tahun 2012 tercatat 14,46%, tahun 2013 tercatat 14,07%, tahun 2014 tercatat 13,42%, tahun 2015 tercatat 14,19% dan pada tahun 2016 persentase tingkat kemiskinan penduduk Kabupaten Majalengka tercatat 12,85%. Sementara dalam hitungan ribuan, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Majalengka pada tahun 2010 tercatat 181,10 jiwa, tahun 2011 tercatat 178,60 jiwa, tahun 2012 tercatat 168,60 jiwa, tahun 2013 tercatat 164,90 jiwa, tahun 2014 tercatat 158,01 jiwa, tahun 2015 tercatat 167,50 jiwa dan pada tahun 2016 jumlah penduduk miskin di Majalengka (juga dalam hitungan ribuan) tercatat sebanyak 152,50 jiwa.
Terkait indeks kedalaman kemiskinan, data BPS menyebutkan pada tahun 2010 berjumlah 2,55%, tahun 2011 tercatat 2,11%, tahun 2012 tercatat 2,52%, tahun 2013 tercatat 2,24%, tahun 2014 tercatat 1,98%, tahun 2015 tercatat 2,34%, tahun 2016 tercatat 2,06% dan pada tahun 2017 jumlah persentases indeks kedalaman kemiskinan penduduk Kabupaten Majalengka tercatat sebanyak 1,93%. Sedangkan indeks keparahan kemiskinannya masing-masing tercatat pada tahun 2010 sebanyak 0,67%, tahun 2011 tercatat 0,46%, tahun 2012 tercatat 0,69%, tahun 2013 tercatat 0,55%, tahun 2014 tercatat 0,48%, tahun 2015 tercatat 0,60%, tahun 2016 tercatat 0,52% dan pada tahun 2017 persentase indeks keparahan kemiskinan penduduk Kabupaten Majalengka tercatat 0,45%.
Terkait garis kemiskinan yang dihitung berdasarkan indikator pendapatan uang (rupiah) perkapita perbulan data BPS juga menyebutkan, pada tahun 2017 tercatat Rp409,559. Pada tahun 2010 tercatat 263,377, tahun 2011 tercatat 300,741, tahun 2012 tercatat 326,962, tahun 2013 tercatat 353,727, tahun 2014 tercatat 368,900, tahun 2015 tercatat 379,354 dan pada tahun 2016 garis kemiskinannya tercatat Rp393,071.
Disebutkan pula dalam data tersebut, jumlah persentase tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Majalengka pada tahun 2017 tercatat 5,02%. Jumlah persentase tingkat pengangguran terbuka pada tahun-tahun sebelumnya yakni pada tahun 2010 tercatat 5,82%, tahun 2011 tercatat 7,8%, tahun 2012 tercatat 6,71%, tahun 2013 tercatat 7,35%, tahun 2014 tercatat 4,47%, tahun 2015 tercatat 4,01%, untuk tahun 2016 tidak tersedia data persentasenya.
“Itu data yang kita punya. Survey pembanding memang tidak ada, dan hanya BPS yang melakukan survey,” kata Graha. (S.03/SM) .

89 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/bps-150-ribu-warga-majalengka-tergolong-miskin/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *