Bupati Sutrisno Akan Diadukan Ke Mabes Polri Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Majalengka, (Sinarmedia).-

Pelapor adanya dugaan ijazah palsu calon Bupati Majalengka H.Sutrisno kepada Panitia Pengawas     (Panwas) Pemilukada Majalengka Dede Mulyana mengaku kecewa dan prihatin atas kinerja Panwas  Pemilukada Majalengka. Dede Minilai kesimpulan Panwas yang menyatakan bahwa bukti-bukti dugaan ijazah palsu yang diajukanya lemah adalah prematur karena belum ditindak lanjuti  oleh aparat penegak hukum.

Menurut Dede yang juga ketua DPK PKPI kabupaten Majalengka itu, Panwas mempunyai tugas dan fungsi menerima dan menindaklanjuti laporan yang berkaitan  dengan  dugaan adanya pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu  yaitu melaporkan dugaan terjadinya tindak pidana Pemilu kepada Kepolisian yang  merupakan isntansi yang berwenang.

“Seharusnya Panwaslu melimpahkan pengaduan atau keberatan ini kepada Kepolisian agar dilakukan Penyidikan bukan membuat kesimpulan begitu saja,” tutur  Dede.

Dede kembali mengaskan bahwa  kesimpulan Panwas tentang data dan fakta yang diajukanya secara administratif dianggap lemah adalah keliru dan prematur karena Panwas  bukan lembaga yang berwenang untuk menyidik dan menilai sah tidaknya Ijazah H. Sutrisno.

Penjelasan yang disampaikan panwas banyak yang keliru dan tidak  sesuai dengan bukti-bukti yang ada hingga terdapat perbedaan pendapat dengan Panwas. Perbedaan itu diantaranya adalah  terkait  Perbedaan tandatangan di Ijazah dan Stempel pada Surat pernyataan dengan Ijazah, yang menurut Panwas ada kesamaan yang persis dengan Ijazah Sdr. Timbogol Maurits tapi menurut Dede pihaknya menemukan perbedaan tandatangan dan penulisan dalam Ijazah yang sangat jauh dengan peserta ujian jurusan yang sama yaitu Ilmu Pasti yang nomor urutnya sangat dekat dengan Sutrisno.

Pernyataan Panwas yang menyebutkan bahwa ada Nomor Induk yang sama antara H. Sutrisno dengan Mohamad Sjarifudin tertulis sama yaitu 191/68… dst”, dalam pembahasan tersebut sama sekali tidak dijelaskan kenapa bisa terjadi kesamaan Nomor  Induk yang sama antara H. Sutrisno dengan Mohamad Sjarifudin tertulis sama yaitu 191/68 ?

Menurutnya, kita semua tahu masing-masing siswa / peserta ujian hanya mempunyai  1 (satu) nomor peserta ujian. Dari Pernyataan Panwas tersebut diatas,terbukti ada 2 (dua) Peserta Ujian dengan nomor Induk yang sama, secara tidak langsung, membuktikan bahwa Panwas sendiri MENGAKUI  telah terdapat  2 (dua) nomor Induk yang sama dalam  Peserta Ujian yaitu No.  191/68, atas nama H. SUTRISNO dan atas nama MOHAMAD SJARIFUDIN. “Kenapa bisa begitu ? Ada apakah dibalik semua ini???”, tanyanya. 

Panwas  Pemilukada  Majalengka juga menyatakan bahwa Ijazah H. Sutrisno dan Ijazah Timbogol Maurits, bentuk tulisan hurufnya sama keduanya, sementara perbedaan penulisan dengan saudara Areros Eddyson, dimungkinkan terjadi karena beda jurusan dengan saudara H. Sutrisno”. “Perbedaan dalam hal pencantuman daftar nilai ujian penghabisan dimana tulisan untuk mata pelajaran saudara H. Sutrisno mempergunakan mesin ketik sementara mata pelajaran ujian saudara Areros Eddyson mempergunakan tulisan tangan.

Ditegaskan, pihaknya kata Dede lagi mendapatkan bentuk huruf dan tulisan dalam Ijazah dari seseorang Peserta Ujian yang sama jurusanya yaitu ilmu pasti dengan nomor urut Peserta Ujian yang berselisih dekat dengan nomor urut peserta ujian atas nama Sutrisno, berbeda penulisanya dan tanda tanganya antara lain dalam mata pelajaran PRAKARYA, yang satu tulisan tanggannya miring sama dengan tulisan nilai pada Ijazah (miring) sedangkan dalam Ijazah H. Sutrisno tulisan dalam Mata pelajaran PRAKARYA, tegak lurus dengan karakter huruf dan ejaan yang berbeda.

Perbedaan bentuk Ijazah H. Sutrisno yang menempatkan nilai hasil ujian menyatu dengan ijazahnya sementara Ijazah Areros Eddyson mencantumkan nilai hasil ujian terpisah dari lembar Ijazahnya, … dst. Pihaknya kata Dede mendapatkan bukti bahwa lembaran nilai hasil ujian dari  seseorang peserta ujian yang sama jurusanya yaitu ilmu pasti dengan nomor urut peserta ujian yang berselisih dekat dengan nomor urut peserta ujian atas nama Sutrisno yaitu nilai hasil ujian ada pada lembar kedua, berbeda dengan  nilai hasil ujian pada Ijazah H. Sutrisno.

Walaupun Panwas telah memutuskan, pihaknya tambah Dede tidak akan berhenti untuk mengusut tuntas dugaan ijazah palsu H.Sutrisno itu. Hal itu semata-mata untuk membuktikan jangan sampai Bupati Majalengka terus-menerus dituduh menggunakan Ijazah palsu. Untuk meyakinkanya maka harus melalui proses hukum. Saat ini pihaknya telah mempersiapkan untuk mengadukan masalah itu ke aparat penegak hukum mungkin akan dilakukan ke Polda Sulawesi utara (Sulut) atau langsung ke Mabes Polri.***

1,024 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/bupati-sutrisno-akan-diadukan-ke-mabes-polri-terkait-dugaan-ijazah-palsu/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *