Camat Cigasong Bantah Pungut Fee 30 Persen

Majalengka,(Sinarmedia).-

Camat Cigasong Dedi Supriadi membantah  melakukan pungutan fee sebesar 30 persen terhadap proyek atau kegiatan yang ada dilingkungan  kecamatan Cigasong .Menurutnya tidak ada fee terhadap proyek atau kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Sinarmedia,Camat Cigasong diduga melakukan pungutan fee sebesar 30 persen terhadap proyek yang ada di kecamatan Cigasong dan Kelurahan.Bukan itu saja perusahaan ( CV) yang digunakan oleh kecamatan dalam melaksanakan pekerjaan dimonopoli oleh perusahan milik orang dalam kecamatan.

“Saya tidak pernah menerima fee dari proyek sebesar 30 persen ,itu fitnah yang dituduhkan kepada saya,”kata Dedi.

Menurutnya,ia  menjadi Camat Cigasong baru empat bulan sedangkan semua kegiatan proyek ketika saya pindah ke sini semuanya sudah dilaksanakan jadi bisa saja terjadi yang 30 persen itu dilakukan oleh camat sebelum dirinya..

Lebih lanjut kata Dedi,semua Kelurahan yang ada di Kecamatan Cigasong semuanya mendapatkan dana bantuan untuk perbaikan Infrastruktrur sebesar Rp 1 milyar setiap Kelurahan. Adapun uang sebesar Rp 1 milyar itu diantaranya 40 persen untuk perbaikan Infrastruktur dan sisanya untuk kegiatan operasional kantor serta honor RT,RW ,dan Hansip.

Namun saat Sinarmedia akan meninggalkan kantor Kecamatan, rupanya Dedi menelepon bendahara Persatuan Wartawan Indonsia ( PWI) Majalengka bernama Asep Sutrisno yang meminta agar masalah dugaan adanya pungutan fee itu tidak diberitakan.

“Maaf tolong jangan di publikasikan itu rumor tidak benar .dan saya juga mendapatkan proyek di Kecamatan Cigasong tidak pernah memberikan fee,” ujar Asep.(S.05).

 

850 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/camat-cigasong-bantah-pungut-fee-30-persen/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *