Camat Kertajati Dituduh Berbohong, Rumah Hantu Kembali Dibangun

Majalengka,(Sinarmedia),-

Warga desa Sukamulya yang sebelumnya sempat tenang karena wilayahnya dinyatakan tidak jadi digusur pembangunan Bandara kembali resah. Pasalnya beredar informasi di masyarakat bahwa wilayah mereka tetap akan kena gusur terbukti sudah ada sejumlah rumah warga yang sudah dibebaskan.

"Rumah hantu" dilihat dari bagian dalam
“Rumah hantu” dilihat dari bagian dalam

Warga menyayangkan ucapan Camat Kertajati Aminudin yang dianggap tidak bertanggung jawab atas pernyataannya di depan publik. Menurut warga, Camat Aminudin pada saat pelantikan pengurus BPD dalam sambutannya menyampaikan bahwa wilayah Desa Sukamulya tidak lagi terkena pembebasan untuk proyek bandara.

Menurut Ketua BPD Desa Sukamulya Carman pernyataan itu didengar oleh masyarakat yang hadir dalam acara PAW anggota BPD pada tanggal 13 Maret 2015 tersebut. Ungkapan camat itu sempat disambut dengan tepuk tangan oleh warga Sukamulya yang hingga saat ini menolak untuk digusur begitu saja.

Namun pada kenyataannya saat ini berdasarkan informasi yang diterima warga Desa Sukamulya tetap akan terkena gusur untuk pembangunan Bandara Internsional Jawa Barat (BIJB). Untuk itu warga meminta camat Kertajati untuk mempertanggung jawabkan ucapannya kepada warga.

Sementara itu Camat Kertajati Aminudin membantah dirinya pernah mengatakan, bahwa Desa Sukamulya tidak akan terkena pembebasan lahan untuk pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di hadapan warga masyarakat Desa Sukamulya termasuk kepada anggota BPD.

Namun Aminudin, membenarkan pada saat itu dirinya sempat ada pertemuan dengan warga desa Sukamulya yang dihadiri Sunaryo selaku Direktur BIJB, Iman Pramudya dari ASDA II, namun pertemuan itu bukan membahas tentang masalah Desa Sukamulya yang tidak akan terkena lahan gusuran BIJB melainkan adanya sosialisasi yang lain.

“Saat itu hanya ada sosialisasi dari Pak Sunaryo selaku Dirut BIJB terkait masalah landasan BIJB untuk 2,5 Kilo meter bisa dapat beroperasi, tapi kenyataannya pihak pemerintah Propinsi memaksakan meminta 4 kilo meter itu menjadi landasan,”ungkap Amin.

Ditambahkan Amin, sebenarnya ia selaku camat sangat setuju dengan pihak dari BIJB bahwa 2,5 Kilo meter itu sudah bisa dioperasikan. Adapun desa yang terkena pembebasan BIJB terdiri dari Desa Kertajati, Desa Bantarjati, Desa Kertasari, dan Desa Sukamulya.

Lebih lanjut kata Aminudin, untuk Desa Sukamulya sendiri masyarakat banyak yang pro dan kontra terkait kemauan warga yang lahannya akan di jadikan BIJB. Ada sekitar 30 persen yang pro dibebaskan, 30 persen menolak dibebaskan dan sisanya masih ragu .

Sementara Kepala Desa Sukamulya Nono Darsono sangat menyayangkan sikap pemerintah yang melakukan pembebasan lahan di Desa Sukamulya secara diam-diam tanpa melakukan pengukuran terlebih dahulu dan tidak berkoordinasi dengan pihak desa.

Menurut Nono sikap tersebut sama saja dengan tidak mengakui keberadaan pemerintahan desa Sukamulya. Sedangkan berdasarkan aturan setiap transaksi jual beli tanah yang ada di desa harus diketahui oleh pemerintah desa agar tidak ada masalah di kemudian hari.

Rumah Hantu

Sementara itu menjelang akan adanya pembebasan lahan lanjutan, kini tanah-tanah di desa Sukamulya yang berdekatan dengan landasan pacu bandara sudah berdiri ratusan rumah dadakan atau warga menyebutnya sebagai rumah hantu.

Menjamurnya rumah hantu tersebut dikarenakan ketidak tegasan dari pemerintah yang selama ini memberikan ganti untung kepada para pengusaha rumah hantu yang memanfaatkan pembangunan bandara. Padahal pembayaran rumah hantu tersebut menurut anggota DPRD Jawa Barat M Iqbal MI adalah termasuk perbuatan yang merugikan keuangan negara.

Untuk itu ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Majalengka itu sudah mendesak pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tidak lagi memberi ganti untung kepada rumah-rumah hantu yang kini sudah banyak dibangun di wilayah Kecamatan Kertajati.(Red).

1,741 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/camat-kertajati-dituduh-berbohong-rumah-hantu-kembali-dibangun/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *