Damkar Majalengka Sering Dicemooh

Majalengka,(Sinarmedia),-
Kejadian kebakaran dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan yang cukup tajam hingga telah menimbulkan korban jiwa dan juga korban materi yang tidak sedikit. Pihak UPTD Damkar yang kini bernaung dibawah Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) dibuat kewalahan menangani sejumlah kebakaran yang melanda di berbagai daerah di Kabupaten Majalengka dikarenakan fasilitas yang dimiliki tidak memadai.
Selain fasilitas yang tidak memadai karena kendaaran Damkar yang ada hampir semuanya berusia telah ujur dimakan usia  juga lokasi kejadian kebakaran jauh dari pusat kota hingga tak jarang tim Damkar datang terlambat  hingga tidak sempat memberikan bantuan. Apabila hal ini terjadi para petugas Damkar sering dicemooh dan diolok-olok sebagai “polisi india”.
Menanggapi hal itu kepala UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Enda Suhenda mengaku tak bisa berbuat banyak dan pasrah menerima setiap hujatan dari masyarakat terkait pelayanan Damkar yang tidak maksimal. Menurutnya, belum maksimalnya Damkar memberikan pelayanan  kepada masyarakat dikarenakan fasilitas yang jauh dari memadai.
“Mau gimana lagi, kami memang sering datang terlambat datang ke lokasi kejadian karena keadaan kami seperti ini, wajar saja masyarakat kecewa dan sering menyebut kami sebagai polisi india karena sering terlambat datang memberikan pertolongan seperti dalam film-film india,” ujar Enda pasrah.
Menurutnya, seiring dengan perkembangan kemajuan pembangunan Kkabupaten Majalengka yang diantaranya ditandai  tumbuhnya  pabrik-pabrik, perumahan dan pusat keramaian, maka penambahan fasilitas sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Selain itu luasnya Kabupaten Majalengka maka diperlukan pemetaan penyebaran mobil Damkar yang ditempatkan didaerah-daerah.
Saat ini kata Enda kabupaten Majalengka hanya memiliki 4 unit mobil pemadam kebakaran yang semuanya sudah berusia tua yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Dua buah mobil bantuan dari pusat tahun 1984 dan tahun 1996 dan dan dua buah mobil bantuan propinsi tahun 2004. Sejak tahun 2004 Majalengka tidak pernah mendapat lagi bantuan atau membeli sendiri kendaraan Damkar.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi UPTD Damkar kabupaten Majalengka yang minim fasilitas  yang berakibat tidak masksimalnya upaya mengantisipasi kebakaran. Selain itu fasilitas lain yang belum ada di Majalengka adalah pembuatan Hydrant .Saat ini belum ada satupun dikota Majalengka dibuatkan  Hydrant padahal untuk ukuran kota Majalengka yang kini sudah berkembang seharusnya di sekitar pusat pemerintahan seperti Pemda dan DPRD serta pusat keramaian seperti pasar atau  mall harus ada.
Kesulitan yang dihadapi UPTD Damkar dalam melayani permintaan masyarakat untuk menanggulangi kebakaran selain terbatasnya fasilitas yang dimiliki juga letak daerah yang dilanda kebakaran jauh dari kota Majalengka sebagai garasi mobil-mobil Damkar.Untuk itu ia berharap kedepan mobil Damkar bisa disebar di tiga titik yakni di Jatiwangi untuk menanggulangi kebakaran di wilayah utara, Rajagaluh untuk wilayah timur dan Talaga untuk wilayah Selatan.
Apabila mobil Damkar itu sudah di sebar di tiga titik tadi maka diharapkan mobil damkar dapat sesegera mungkin diberangkatkan ke lokasi kejadian hingga masyarakat dapat segera mendapat pertolongan. Selain itu penyebaran mobil Damkar juga harus di lengkapi dengan tempat penampungan air karena selama ini mobil Damkar sering kesulitan memperoleh air terutama di wilayah selatan.
Ia berharap pengajuan permohonan pengadaan mobil Damkar baru sebanyak  tiga unit melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2016 dapat terealiasi agar mampu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. (Red/Indra).

1,081 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/damkar-majalengka-sering-dicemooh/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *