Dana Desa Anugrah dan Petaka

Malausma,(Sinarmedia).-
Dikucurkannya bantuan keuangan dari pemerintah melalui dana desa yang mencapai ratusan juta bahkan mungkin milyaran rupiah di tahun-tahun mendatang menjadi dilema bagi kepala desa. Di satu sisi bantuan tersebut bisa membantu pembangunan desa namun disisi lain dapat menyeret kepala desa ke balik jeruji besi apabila salah dalam menggunakannya.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka, H. Iwa Suwia Pribawa mengingatkan kepada para kepala desa agar tidak menyalah gunakan bantuan dana desa yang saat ini tengah dalam proses pencairan, karena apabila kepala desa tidak hati-hati dalam menggunakan dana desa tersebut bukan tidak mungkin banyak kepala desa yang terjerat kasus hukum dan penjara akan dipenuhi kades yang bermasalah.
Menurut Iwa, saat ini pihaknya sudah banyak menjebloskan oknum kades yang tidak bisa mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran. Seperti Kades Gandawesi Kecamatan Ligung, AM, Kades Koreo Kecamatan Banjaran ,TI Kades Sunia Kecamatan Banjaran, dan mantan Kades Jagamulya Kecamatan Malausma LAR. Semuanya perkaranya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jawa Barat, dan saat ini pihaknya tengah sibuk menyidik beberapa kasus.
“Umumnya para pelaku menggunakan modus memanipulasi kwitansi SPJ, mengurangi volume pekerjaan bahkan ada yang tidak melaksanakannya sama sekali tapi dana dicairkan,” jelas Iwa didampingi Kasi Intel Noerdin Kusumanegara saat mengisi sosialisasi dan Bimtek dana desa di aula desa Werasari Kecamatan Malausma belum lama ini.
Sesuai dengan amanat UU no 6 tahun 2014, 10% dana APBN disalurkan untuk pembangunan Desa. Tahun ini desa akan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp.275 juta hingga Rp.300 juta lebih disesuaikan dengan wilayah dan jumlah penduduknya.
Untuk menghindari kejadian penyalahgunaan anggaran para kades diminta untuk transparan dalam mengelola anggaran, memberdayakan lembaga desa seperti BPD dan LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama serta menghidupkan tupoksi perangkat desa, terutama bendahara jangan sampai dana sepenuhnya dipegang kades biasanya akan berdampak pada manejemen pelaporan SPJ yang semerawut.
“Kami berharap para kades tidak mementingan kepentingan pribadi dan golonganya apalagi berpikir mencari ganti modal semasa kampanye, jika pola itu masih digunakan saya jamin penjara akan penuh oleh para oknum kades,“ ungkapnya dihadapan kades se Kecamatan Malausma.
Sementara itu, camat Malausma Iding Solehudin menyambut baik digelarnya kegiatan sosialisasi dan bimtek Dana Desa sebagai upaya prepentif tindak pidana korupsi sekaligus untuk memberikan pemahaman kepada pemerintah desa seputar hukum khususnya UU No.6 tahun 2014 sehingga penerima Dana Desa bisa bekerja dengan tenang.
Turunnya Dana Desa bisa menjadi petaka bisa juga menjadi anugerah bagi pembangunan desa di wilayahnya tergantung dari penggunaannya maka kegiatan sosialisasi dan bimtek Dana Desa dinilainya sangat penting.
“Sengaja kami undang Kejari dan Polres Majalengka sebagai pengisi materi kegiatan, kami perlu bimbingan teknis sesuai perundang-undangan sehingga penggunaan Dana Desa tidak salah arah “ pungkasnya.(S.04)

640 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/dana-desa-anugrah-dan-petaka/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *