Darurat Air, Pelayanan PDAM Semakin Parah

Majalengka, (Sinarmedia).-
Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Majalengka semakin parah, aliran air kepada para pelanggan semakin sering tidak mengalir. Keluhan para pelanggan terhadap Perusahaan Daerah (PD) tak mampu direspon oleh PDAM dengan alasan tidak mempunyai biaya,
Seorang ibu rumah tangga warga Majalengka kulon Iis (35) mengeluhkan pelayanan PDAM dalam beberapa bulan terakhir ini karena sering tidak ngocor. Menurut Iis, air PDAM sudah tidak ngocor pada jam-jam justru air sangat dibutuhkan untuk keperluan mandi, mencuci dan memasak karena air berhenti mengalir sejak pukul 5 pagi itupun aliranya kecil.
Keluhan serupa juga disampaikan Yayat (25) warga Majalengka wetan. Menurut Yayat aliran air ke jalan pertanian Majalengka lebih parah lagi. Air bisa seharian tidak ngocor dan baru ada mengalir pada malam hari itupun aliranya kecil.
Yayat mengaku heran dengan kesulitan air yang dialami oleh PDAM karena saat ini musim penghujan. Ia membayangkan bagaimana repotnya nanti ketika datang musim kemarau mungkin PDAM Majalengka bisa bangkrut.
Menanggapi keluhan konsumen tersebut Direktur utama PDAM Elina Lukitasari menjelaskan, pihaknya tidak tinggal diam melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi pasokan air khusunya untuk wilayah kota Majalengka. Diakuinya minimnya pasokan air untuk wilayah Majalengka dikarenakan sumber-sumber air yang selama ini menjadi andalan yakni Cilongkrang dan beberapa sumur pompa yang ada debit airnya menurun.
Diakuinya, pasokan air dari Cilongkrang bisa diperbesar namun apabila dipaksakan maka pipanya akan jebol sementara sumur-sumur pompa yang ada kemampuanya sudah jauh menurun karena sudah tua. Sementara untuk memperbaiki semua itu butuh dana yang tidak sedikit sementara PDAM saat ini tidak memiliki dana untuk itu.
Menurut Elina, diharapkan pasokan air akan kembali lancar setelah tahun 2019 karena akan ada kucuran dana dari pusat untuk membangun dan memperbaiki jaringan agar pasokan air berjalan lancar. Saat ini pihaknya tidak bisa menjamin pasokan air dan terpaksa harus dibagi secara bergiliran.
“Saya juga ingin airnya mengalir dengan lancar dan menambah konsumen karena dari situlah kami bisa hidup, tapi mau bagaimana lagi kami tidak mempunyai biaya,” ujar Elina
MoU Dengan BIJB
Disaat PDAM krisis air untuk memasok kota Majalengka, PDAM justru melakukan MoU (kerjasama ) dengan pihak BIJB dalam upaya pemenuhan air bersih untuk Bandara.Penanda tanganan MoU dilakukan oleh Dirut PDAM Elina Lukitasari dan PT. Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang diwakili oleh Direktur Keuangan Bisnis M Singgih.
Menurut Elina, walaupun pihaknya masih kesulitan untuk memasok air bersih ke kota Majalengka dan sekitarnya namun ia sanggup memasok air untuk Bandara karena sumber airnya berbeda. Untuk memasok air ke Bandara PDAM mengambil air dari sungai Cimanuk yang pengolahanya ada di desa Panyingkiran kecamatan Jatitujuh.
Kapasitas pengolahan air ini masih sangat tinggi yakni 170 L/detik sedangkan yang baru terpakai hanya 40 L/detik. Sementara Bandara untuk sementara hanya membutuhkan 3,5 L/detik dan kebutuhan air sebesar itu bisa bertahan hingga 5 tahun kedepan. (S.01)

50 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/darurat-air-pelayanan-pdam-semakin-parah/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *