Dianggap Curang .Warga Tolak Hasil Pilkades

Majalengka,(Sinarmedia),-

Sejumlah warga Desa Kumbung Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka menolak hasil pemilihan kepala desa ( Pilkades) yang dianggap banyak kecurangan. Mereka yang diperkirakan berjumlah ratusan orang itu mendatangi sekretariat Panitia Pilkades atau panitia sebelas di balai desa Kumbung, Jumat siang (8/11).

Beberapa perwakilan warga melakukan berorasi secara bergantian yang intinya menolak hasil pemilihan pilkades serentak di Desa Kumbung. Protes tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan dan ada 17 poin keberatan menolak hasil pilkades.

Belasan poin tersebut diantaranya ‎panitia tidak mengumumkan DPT serta surat undangan itu bertanda tangan beda-beda. Pihaknya juga menilai ada unsur pengkolektifan secara keseluruhan.

‎”17 poin yang disampaikan itu sudah tertuang dalam bentuk tertulis. Kami melihat ada banyak kecurangan. Kami menolak hasil pilkades di Desa Kumbung,” ujar salah seorang orator.

Orator lainnya, Junaedi menambahkan dugaan kecurangan lainnya yakni ‎dalam kertas suara ditemukan ada yang tidak bersetempel. Juga ada cerita, ketika ada pemilih yang mau mencoblos, ketika akan diberikan oleh pemilih, jawaban panitia justru malah menolak.

“Panitia malah tidak menyilakan. Padahal, warga punya hak pilih,” ujarnya.

Ketua Panitia Sebelas , Aep Saefullah mengatakan, pihaknya telah menerima surat pernyataan maupun rencana aksi. Namun, poin-poin yang disuarakan sebagian warga Kumbung ia membantahnya. Tahapan Pilkades maupun ketika proses pencoblosan itu sudah sesuai dengan Perbup nomor 5 tahun 2015 bahwa DPT harus dipublikasikan.

“Kami telah melaksanakan semua tahapan sesuai prosedur dan aturan,” ungkapnya.

Ratusan warga yang membawa spanduk masih berlangsung hingga ba’da Ashar. Kemudian dilanjutkan, hasilnya, audiensi ini masih berakhir kecewa. Panitia masih mengakui adanya kelemahan. Sebagian warga Kumbung yang protes rencananya akan mengambil jalur hukum. Usai audiensi, para orator yang vokal enggan untuk diwawancara dihadapan kamera wartawan.

Terpisah, usai audiensi, ketika dikonfirmasi dan diwawancarai puluhan jurnalis, Ketua Panitia Pilkades Kumbung, Asep Saefullah mengatakan pihaknya hanya sekedar melaksanakan tahapan pilkades. Dan hal itu menurutnya sudah sesuai aturan yang berlaku dan prosedural.

“Tahapan itu sudah disaksikan langsung oleh unsur muspika, bahkan pak Camat juga hadir. Adapun, sebagian warga yang tadi audiensi masih belum terima, maka itu bukan ranah kami lagi. Itu diserahkan kembali kepada warga yang tadi audiensi,” tandasnya. Para demonstran bubar sekira pukul 16.05 WIB.

Setelah bubar, poster poster tulisan yang menuding panitia sebelas Pilkades Kumbung, ditempelkan dipagar-pagar Balai Desa setempat. Banyak yang selfie dan foto-foto. ( S-3)

2,959 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =