Dianggap Lalai ,Irfan Dituntut Hukuman 2 Bulan

Majalengka,(Sinarmedia).-

Sidang kasus penembakan di komplek Hanna Sakura Cigasong yang menyeret terdakwa putra bupati Majalengka Irfan Nur Alam kembali digelar di Pengadilan Negeri Majalengka Kamis (36/12).

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa penuntut umum itu molor beberapa jam dari waktu yang dijadwalkan. Semula sidang dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB namun baru dimulai pukul 13.00 WIB. Dan berakhir sekira jam 14. 30 WIB.

Jaksa Penuntut Umum, Agus Robani dalam tuntutanya menuntut terdakwa Irfan Nur Alam dengan hukuman dua bulan penjara.

Tuntutan ini berdasarkan karena kealpaannya atau kelalaiannya sebagaimana Pasal 360 Ayat 2 KUHPidana, saat itu juga Terdakwa langsung memberikan Pledoi dihadapan Majelis Hakim yang intinya terdakwa menghormati proses hukum ini dan setiap tahapan sudah dilalui.

“Terdakwa harus meminta maaf kepada masyarakat, khususnya Masyarakat Majalengka atas berita yang kurang nyaman. Semoga ini semua bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua.” ujar Agus.

JPU Agus menambahkan ‎soal pasal 170 KUHPidana yang awalnya menjerat Irfan, dalam proses tahapan sidang sebelumnya, berdasarkan fakta-fakta dan saksi hal itu sama sekali tidak terbukti.

“Pasal 170 itu tidak terbukti. Hanya pasal 360 Ayat 2 karena kelalaiannya atau kealpaannya,‎” tandasnya.

Sementara itu, pada ‎akhir pembelaanya, Irfan menyampaikan kepada Majelis Hakim untuk dapat diputus seringan-ringannya dengan pertimbangan sudah ada surat perdamaian yang juga dikonfrontir saat persidangan antara Saksi Korban dan Terdakwa. Semuanya sudah saling memaafkan dan mengikhlaskan antara Saksi Korban dengan Terdakwa, selain itu perkara ini sudah dicabut oleh pelapor.

“Mohon agar dapat dipertimbangkan oleh Majelis.” ujar Irfan dalam Nota Pembelaannya.

Kuasa Hukum Irfan, Kristiawanto menegaskan semua proses sudah dilalui, fakta-fakta telah terungkap dalam persidangan. Pihaknya meminta kepada Majelis Hakim untuk membebaskan Irfan Nur Alam. Meskipun begitu,pihaknya tetap menghormati keputusan Majelis Hakim.

‎”Selebihnya kami serahkan pada Majelis Hakim untuk menentukan tentang Hukumnya, sebab kami sadar dan menyadari bahwa hakim yang mengetahui tentang hukumnya. Dalam istilah hukum, ini disebut Lus Curia Novit. Kita akan dengarkan putusannya Senin besok,” tegas Dr. Kristiawanto, usai sidang .

Sidang kali ini masih dipimpin Hakim Ketua Eti Koernniati SH. MH, hakim anggota, Kopsah, SH MH dan Didik Haryadi SH MH serta JPU Agus Robani SH MH dan Faisal Amin SH.,MH,. Sidang akan dilanjutkan Senin 30/12/2019 dengan agenda mendengarkan putusan oleh majelis hakim. (S.03)

882 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 1 =