Diduga Bermasalah Proyek Taman Kota Senilai 2 Milyar “Mangkrak”

Majalengka,(Sinarmedia).-
Proyek penataan taman kota dengan anggaran Rp. 2 milyar yang dikerjakan oleh CV. Rizky Pratama “mangkrak” atau tidak selesai tepat waktu sesuai dengan masa kontrak. Masa kontrak proyek yang banyak mendapat sorotan masyarakat itu berakhir tanggal 28 Desember 2015 namun hingga minggu kedua bulan Januari 2016 proyek tersebut masih dikerjakan.
Namun anehnya walaupun pekerjaannya belum rampung, anggaran proyek tersebut bisa dicairkan 100 persen pada akhir bulan Desember 2015. Bisa cairnya anggaran  tersebut diduga ada rekayasa  dalam dokumen persyaratan pencairan seolah-olah pekerjaan tersebut sudah rampung.
Sejak awal proyek taman kota dengan anggaran fantastis tersebut banyak dipertanyakan warga. Pasalnya, pekerjaan yang dilaksanakan hanyalah menanam bunga di median jalan dari bunderan Munjul-Cigasong dan beberapa perkejaan kecil di taman Dirgantara  Munjul.
Khabarnya proyek tersebut telah menyebabkan kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) H. Alimudin dimutasikan ke Staf Ahli Bupati karena tidak mau menandatangi dokumen kontrak dengan alasan takut ada masalah di kemudian hari .Namun entah mengapa dan siapa yang menanda tangani selaku kepala BPLH setelah Alimudin dimutasikan dan digantikan oleh Yusanto Wibowo yang sebelumnya menjabat Kepala Satpol PP hingga anggaran proyek tersebut bisa dicairkan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Joyo Suhendra yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pemanfaatan Sumber Daya Air Dinas PSDAPE saat dikonfirmasi Sinarmedia membantah jika pengerjaan proyek penataan taman kota tersebut dibayar penuh.
Menurut mantan Kabid Pengelolaan Persampahan dan Kebersihan BPLH itu, pencairan proyek tersebut dibayarkan sesuai dengan pekerjaan yang diselesaikan oleh pihak rekanan. Dan yang menanda tangani adalah kepala BPLH sebelumnya (H. Alimudin -red).
“Pengerjaan proyek itu dibayar sesuai dengan  yang diselesaikan oleh pihak rekanan dan dibayar satu tahap pencairan yang ditandatangani oleh kepala BPLH sebelumnya,untuk masalah nilai dan teknisnya silahkan tanyakan langsung ke PPTK nya,“ paparnya singkat saat ditemui di kantornya belum lama ini.
Ditempat terpisah, Maman, Kepala Seksi Pengelolaan Persampahan dan Kebersihan BPLH yang juga sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek penataan taman kota menyatakan, pengerjaan tersebut dibayar 90% dari nilai total, disebabkan pengerjaannya molor dari jadwal yang sudah ditetapkan dan melebihi tahun anggaran.
Pengerjaan yang belum selesai diantaranya adalah pengerjaan splakter untuk spesifikasi pengerjaannya sendiri ada perubahan dari rencana awal atau yang disebut dengan istilah CCO.
Sementara terkait perencanaan yang diduga kurang matang dengan menanam tumbuhan alang-alang yang tidak tahan panas disekitar pertamanan median jalan, dirinya tidak memberikan komentar apapun  terkait hal tersebut.
Pernyataan PPK Dan PPTK tersebut bertolak belakang dengan keterangan yang diperoleh Sinarmedia dari Dinas Perngelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD). Menurut Sumber Sinarmedia, tidak ada proyek tahun 2015 yang pencairanya dibawah 100 semuanya dicairkan 100 persen.(S.04/red)

2,867 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/diduga-bermasalah-proyek-taman-kota-senilai-2-milyar-mangkrak/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *