Diduga Pungli,Aparat Desa Pangkalanpari Diperiksa

Majalengka,(Sinarmedia).-
Sejumlah aparat desa Pangkalanpari Kecamatan Jatitujuh diperiksa Polres Majalengka terkait pungutan liar (pungli) pada kegiatan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 .Sejumlah barang bukti seperti Uang Tunai Rp 25,5 juta , 1 (Satu) Buku Register catatan pemohon/pendaftar, 1 (satu) buah buku rekening BJB.
Kapolres Majalengka AKBP. Noviana Tursanurohmad, SIk, MSi di dampingi Kasat Reskrim AKP. Rina Perwitasari, SH, SIk membenarkan pihaknya kini tengah mengungkap kasus dugaan adanya pungutan liar pada kegiatan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 di desa Pangkapanpari,Jatitujuh kepada sejumlah wartawan Rabu (7/2/2018).
Dalam Jumpa Pers, Kapolres Majalengka mengatakan, kasus ini diketahui pada tanggal 5 Februari 2018.Modus Operandi yang dilakukan oleh panita PTSL di pemerintahan Desa Pangkalanpari yakni memungut uang dari masyarakat untuk program PTSL melebihi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.Hingga saat ini terlapor masih dalam tahap penyelidikan.
Dijelaskan Kapolres ,warga desa Pangkalanpari dimintai biaya pendaftaran hingga menjadi sertifikat sebesar Rp 300.000, sampai dengan Rp 500.000.Hal ini bertentangan dengan surat keputusan tiga menteri Nomor 25/SKB/V/ 2017 tanggal 22 Mei 2017 diantaranya menteri keuangan,menteri dalam negeri dan menteri Agraria bahwa untuk biaya PTSL tersebut ditentukan sebesar Rp 150.000,-berlaku untuk wilayah Jawa dan Bali.
Dari hasil klarifkasi sementara kepada panitia PTSL di desa pangkalanpari bahwa mereka memungut biaya melebihi aturan dikarenakan untuk biaya pembelian meterai, akomodasi, pemberkasan, pengukuran dan membeli patok.(S.04).

51,967 kali dilihat, 44 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/diduga-pungliaparat-desa-pangkalanpari-diperiksa/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *