Dinilai Mubazir, Penataan Pendopo Dikritik

Majalengka,(Sinarmedia).-

Disaat masih banyak jalan yang rusak dan kondisi mesjid Agung Al-Imam Majalengka memprihatinkan namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka malah asyik melakukan pembangunan di sekitar pendopo dan alun-alun Majalengka yang dinilai banyak kalangan masih belum perlu karena kondisinya masih baik. Maka tak berlebihan bila banyak yang menilai pembangunan tersebut merupakan pembangunan yang mubazir.

Seperti penataan halaman pendopo misalnya, penggantian aspal hotmik dengan batu granit dinilai tidak perlu apalagi hotmik di halaman pendopo masih sangat baik dan belum lama diperbaiki. Hal yang sama juga terkait pembangunan gapura alun-alun, setelah sebelumnya dibagian Utara atau berdekatan dengan air mancur dipugar dari semula berbentuk angin berganti menjadi menara kini giliran di bagian timur atau didepan Kantor Pos ini kembali dirombak.

Menurut salah seorang warga Majalengka Toto (57), proyek pembangunan gapura dan penataan halaman pendopo setiap tahunnya menghabiskan anggaran tidak sedikit itu dinilai sebagai penghambur-hamburan uang APBD, selain itu dengan sering dirombak gapura alun-alun Majalengka ini akan menghilangkan indetitas dari kota Majalengka itu sendiri.

“Gapura yang sekarang dibangun bentuknya mirip dengan gapura waktu dulu tepatnya waktu jaman bupatinya ibu Tuti dulu, kalau memang bentuknya kembali seperti dulu kenapa juga dibongkar apalagi dengan dana tidak sedikit ini kan namanya proyek pemborosan alias mubadzir,” kata Toto (57) warga Majalengka Kulon kepada Sinarmedia.

Hal senada disampaikan Asep (45) warga Kadipaten, menurutnya proyek pembangunan gapura alun-alun Majalengka dan pemasangan batu granit di halaman pendopo ini bukan merupakan sebuah kebutuhan, apalagi proyek yang dihasilkannya tidak dirasakan kepada masyarakat secara langsung. Belum lagi bentuk gapura yang dipugar ini tidak jauh berbeda dengan gapura alun-alun jaman dahulu hanya mungkin perbedaannya ditambahkan hiasan lampu saja.

Menurut Asep, proyek pembangunan gapura alun-alun ini terkesan dipaksakan oleh pemerintah, selain poryeknya misterius tidak ada papan proyek disekitar lokasi pembangunan proyek tersebut juga tidak pada tempatnya karena tanggung jawabnya berada di bagian umum seharusnya pembangunan alun-alun ini merupakan bagian dari pemeliharaan taman kota dimana tanggung jawabnya ada di Kantor BPLH.

“Kalau menurut saya sih pembangunan gapura alun-alun ini adalah proyek pemborosan dan tidak perlu dan terkesan dipaksakan, apalagi proyek pembangunan gapura ini pelaksanaan bukan pada tempatnya yakni dibagian umum padahal seharusnya kan di BPLH atau paling tidak di BMCK. Ditambah lagi pelaksana pihak rekanannya tidak memasang plang proyek, proyek ini jelas mencurigakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Majalengka, Munadjat Subyantara saat ditemui mengatakan proyek pembangunan gapura alun-alun di sebelah Timur atau di depan Kantor Pos ini adalah dalam rangka melakukan penataan kota Majalengka. Gapura yang lama direhab alias diperbaharui dengan diberi hiasan lampu di atasnya, untuk anggarannya kata Munadjat sama seperti gapura yang berada disebelah Selatan yakni Rp200 juta.

“Pembangunan gapura alun-alun ini sebagai bagian dari upaya mempercantik kota Majalengka, dan apapun bentuk gapura yang pilarnya mirip dengan gapura waktu dulu karena pilar tersebut merupakan salah satu ciri khas yang ada di pendopo. Artinya bentuk pilar tersebut diserasikan dengan pilar pendopo,” katanya.

Namun saat ditanyakan proyek tersebut dikerjakan oleh siapa, Munadjat enggan untuk menjawabnya namun yang jelas proyek pembangunan gapura tersebut anggarannya sama dengan gapura yang ada disebelah Utara yakni Rp200 juta. “Untuk pemenang lelangnya saya lupa, nanti saat lihat dulu di dokumen,” pungkasnya. (S.02)

379 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/dinilai-mubazir-penataan-pendopo-dikritik/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *