Dishubkominfo Tidak Tegas Atasi Parkir Liar

Majalengka,(Sinarmedia),-

Sejumlah warga menyayangkan tidak tegasnya Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka yang tidak tegas dalam menyikapi banyaknya parkir liar di beberapa titik di Kabupaten Majalengka. Walaupun sudah sering dikeluhkan masyarakat hingga kini praktek parkir liar masih banyak terdapat di Majalengka.

Disebut parkir liar karena para pemungut retribusi parkir tersebut tidak pernah memberikan karcis parkir. Akibat tidak adanya karcis parkir tersebut  tarif parkir yang dikenakan menjadi tidak jelas dan hal ini dimanfaatkan oleh oknum petugas parkir untuk memungut biaya parkir melebihi ketentuan yang diatur dalam Peraturan daerah (Perda).

Kepala Dinas  Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Majalengka Maman Sutiman ketika dikonfirmasi oleh Sinarmedia menyebutkan, masalah retribusi parkir yang terjadi di lapangan pihak Dishubkominfo sebenarnya sudah menyerahkan kepada pihak ketiga.

Sebab kata Maman, permasalahan parkir yang ada di Majalengka sudah dikelola oleh pihak ketiga termasuk di dalam penarikan retribusinya baik kepada roda dua maupun roda empat.

Dia menjelaskan, untuk penarikan retribusi parkir itu ada aturannya  di titik mana saja yang boleh di pungut retribusi parkir oleh petugas parkir dan titik mana saja yang tidak boleh dijadikan tempat parkir. Maman berjanji akan segera turun memantau ke lapangan terkait masih semerawutnya penarikan retribusi parkir tersebut.

Sebelumnya warga masyarakat Majalengka banyak yang mengeluhkan tentang maraknya pelayanan jasa parkir di setiap sudut kota  yang menjamur maupun di kota-kota kecamatan yang seenaknya memungut retribusi parkir.

Masyarakat juga menyayangkan sikap pihak Dinas Dishubkominfo Majalengka yang tidak tegas terhadap para pengelolah parker dan seolah-olah tutup mata membiarkannya, Kata Rudi (45) asal warga Cigasong kepada Sinarmedia.

“Masa  cuma belanja sebentar saja ke toko  petugas parkir langsung meminta uang Rp 1000 rupiah tanpa diberi karcis, padahal saya cuma beli satu bungkus rokok saja,” keluh Rudi.

Bahkan kesemerawutan penarikan retribusi parkir juga dikeluhkan Asep  warga kecamatan Palasah, ia mengaku pembayaran retribusi parkir oleh pihak petugas parkir dipinta Rp 2000 ribu rupiah tanpa diberi karcis saat parkir di depan salah satu toko mas di Jatiwangi.

Kalau masalah ini dibiarkan begitu saja oleh pihak Dinas Perhubungan bisa terjadi masalah retribusi parkir ada kebocoran karena banyak masuk ke kantong pribadi. Akan tetapi pihaknya sangat menyayangkan kenapa pihak dinas sendiri  seolah  membiarkan petugas-petugas parkir tersebut.

Selain itu  juga, warga mempertanyakan masih adanya pungutan parkir di beberapa toko moderen seperti Indomaret dan Alfa Mart. Padahal biasanya parkir di toko moderen seperti itu tidak dipungut biaya parkir karena perusahaan telah dipungut pajak parkir.

Masalah parkir mendapat sorotan dari beberapa anggota DPRD Majalengka. Menurut salah seorang anggota DPRD dari Partai Demokrat Fuad Abdul Aziz, pengelolaan parkir di Kabupaten Majalengka harus diperbaiki.

Selain masalah tata kelola parkir yang masih banyak dikeluhkan masyarakat , target pendapatan dari sektor parkir sebesar Rp. 800 juta pertahun sangatlah rendah karena potensi parkir yang ada jauh lebih besar dari itu. Menurutnya target sebesar itu terlalu kecil, cara menghitung potensinyapun sangatlah gampang  salah satunya bisa dilihat dari parkir di dua rumah sakit yang ada di Kabupaten Majalengka yang sudah sangat jelas pendapatannya.(S.09/red)

641 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/dishubkominfo-tidak-tegas-atasi-parkir-liar/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *