Door….Irfan Tembakan Senjata Untuk Lerai Keributan

Majalengka,(Sinarmedia).-

Pengadilan Negeri (PN) Majalengka kembali menggelar sidang kasus penembakan yang melibatkan putra bupati Majalengka untuk yang ketiga kalinya Senin (23/12). Sidang yang agendanya mendengarkan keterangan saksi ahli berubah menjadi mendengarkan kesaksian dari terdakwa Ifran Nur Alam.

Dalam kesaksianya Irfan mnyampaikan kronologis kejadian dan alasan kenapa ia sampai melepaskan tembakan senjata api yang dimilikinya.

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Eti Koerniati ,Jaksa Penuntut Umum (JPU), Agus Robani memberikan Rentetan pertanyaan kepada Irfan Nur Alam. JPU juga meminta penjelasan mengenai awal kedatangan saudara Panji Pamungkasandi ke Majalengka dari awal hingga akhir.

“Sebelum peristiwa berlangsung, saya sedang di Bandung, sedang acara liburan keluarga. Sekira jam 05.00 WIB ada pihak keluarga nelpon ke sopir saya. Obrolan telpon itu perihal kedatangan Panji di rumah saya. Saya sarankan agar mereka bergeser ke Ruko di Cigasong,” ujar Irfan .

Menurut Irfan, arahan agar Panji dan kawan-kawannya bergeser ke ruko di Cigasong, adalah karena mengingat pada pengalaman sebelumnya pernah ada kegaduhaan di kawasan rumahnya, hingga menganggu tetangga sebelah rumah.

Satu bulan sebelum kejadian, aku Irfan sempat bertemu dengan Panji untuk membantu menengahi masalah Panji dengan Andi Salim.

“Saat datang ke rumah saya malam kejadian di kelurahan Cijati, dari laporan keluarga yang di rumah, Panji dan kawan-kawan sempat “menggas” mobilnya berkali-kali, itu menimbulkan suara berisik. Hingga membuat suasana bising dan mengganggu tetangga rumah,” bebernya.

Irfan mengaku, saat itu tidak langsung bergegas pulang ke Majalengka mengingat tujuannya untuk liburan dan menginap beberapa hari. Ia sebetulnya mau menginap di Bandung. Namun ia mendapat kabar bahwa situasinya memanas.

“Saya dikabari kembali bahwa situasi semakin memanas di Majalengka. Saya disarankan pulang, karena saudara saya terancam, terlebih kelompok Panji dan kawan-kawan mengeluarkan beragam senjata,” tandasnya.

Atas pertimbangan itu, Irfan akhirnya pulang ke Majalengka. Namun, dari Bandung dirinya tidak langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) di Cigasong melainkan ke rumahnya untuk istirahat sejenak. Ia sempat mandi dan ganti pakaian.

“Saya diminta oleh saudara Andi Salim, agar hadir ke Cigasong membantu menyelesaikan masalahnya. Atas saran itu, saya akhirnya datang,” jelasnya.

Kemudian, sebelum turun dari mobil, ia disarankan oleh seorang teman dekatnya agar membawa senjata, mengingat pergerakan kelompok Panji sudah mulai memanas.

“Saat saya turun di mobil, saya melihat ada 5 titik massa di sekitar ruko yang berkumpul. Massa itu kelompok Panji dan kelompok dari Majalengka,” ujarnya.

Lebih jauh Irfan menyampaikan, saat datang memang belum terjadi bentrok fisik, melainkan terjadi perang mulut atau percekcokan sengit antara kedua belah pihak.

“Saat saya hendak masuk ke dalam ruko, saya mendengar ada teriakan orang minta tolong. Saat itu saya menghampirinya dan berteriak agar dihentikan. Tapi karena tidak digubris, akhirnya saya meletupkan senjata satu kali ke atas guna melerai keributan,” ucap Irfan.

Mendengar aksi tembakan itu, jelas Irfan, akhirnya pemukulan pada seseorang berhenti, karena mereka menganggap tembakan itu berasal dari kepolisiaan. Selesai melerai kejadian di titik satu, Irfan kembali mendengar keributan serupa di titik lainnya di sekitar ruko.

“Saat itu juga saya tembakan peringatan ke langit, untuk melerai keributan,” kata Irfan.

Agar keributan tidak meluas dan situasi tidak semakin memanas, akhirnya dirinya meminta agar mencari keberadaan Panji, supaya masalah selesai.

“Tiba tiba Panji datang kehadapan saya dan kami sempat mengobrol. Kemudian Panji berbalik badan dan saya berusaha memegang pundaknya, tapi tiba tiba ia balik merebut pistol yang sedang saya pegang. Hingga akhirnya terjadi pergumulan antara saya, Panji dan Handoyo. Hingga akhirnya peluru ketiga terlepas,” ucapnya.

JPU juga sempat mempertanyakan perihal izin senjata, Irfan menjelaskan bahwa senjata itu ia dapat baru 1 tahun dan mendapatkan izin dari Mabes Polri.(S.03).-

1,523 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + two =