Dr. Sri Ayu Andayani, SP. MP.: Kaum Wanita Harus Terus Bergerak Maju

JANGAN pernah menyepelekan kaum perempuan. Sekarang kaum perempuan ada di semua wilayah kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran perempuan kini bukan hanya ada di semua level dan ruang kehidupan, tapi juga sangat dibutuhkan.
Dulu kaum perempuan pernah sangat lama diposisikan tidak sebagaimana keberadaan dan kemampuannya. Keberadaan dan perannya –dulu sekali– hanya sempat menghiasi wilayah-wilayah tertentu (domestik) dengan segala hiruk-pikuknya yang hanya berkutat di area marginal. Kemudian Indonesia memiliki RA Kartini (dan sejumlah wanita pejuang hebat lainnya yang “memberontak” dan berhasil membumbung tinggi dengan ilmu dan pengetahuannya serta beragam prestasi sangat membanggakan).
Sangat banyak kini perempuan hebat yang berhasil keluar dari wilayah domestiknya dan kemudian menempati posisi strategis di banyak area. Hal inilah yang sesungguhnya dimaui bangsa ini, perempuan tidak boleh hanya pasrah dengan perannya yang hanya berada di wilayah sempit di sekitar rumahnya. Kini sangat banyak perempuan dengan peran strategis. Mereka bergandengan tangan dengan kaum laki-laki dalam membangun bangsa dan negara.
Perempuan harus ada di tempat-tempat strategis seperti juga yang ditempati laki-laki. Ini bukan perebutan fungsi dan posisi. Ini adalah bagian dari pemberdayaan manusia secara holistik. Jangan pernah mengecilkan peran dan kemampuan perempuan, sebab di antara mereka sangat banyak yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang bahkan melebihi kemampuan laki-laki.
“Perbedaan gender tidak seharusnya menghalangi sosok wanita untuk bertindak dan bersikap seperti halnya kebanyakan kaum laki-laki pada umumnya, termasuk di antaranya mengikuti berbagai aktivitas formal dan nonformalnya.”
Ungkapan tersebut seolah meluncur dari mulut dan hati seorang perempuan hebat yang kini menduduki posisi sangat strategis di Universitas Majalengka (Unma). Dialah Dr. Sri Ayu Andayani, SP. MP. Ibu Ayu –demikian ia akrab disapa— adalah sosok perempuan aktif dan cerdas yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unma.
Sosok Kartini zaman now ini memiliki banyak aktivitas intelektual yang luar biasa. Ia menghadiri banyak pertemuan ilmiah di banyak tempat, mengajar di lebih dari satu perguruan tinggi, dan membuat banyak catatan cerdas berupa kertas kerja ilmiah dan buku. Meski begitu, perempuan dengan dua anak yang sangat dicintainya ini tak melupakan kodratnya sebagai wanita: Ia juga mengurusi rumah, dan mendidik anak-anaknya dengan baik dan berdisiplin.
Ibu Ayu lahir di Majalengka pada 17 Desember 1974. Jenjang pendidikannya ditempuh secara berjenjang sejak SD hingga SLTA yang ditamatkan di Kabupaten Majalengka. Kemudian ia menamatkan S1 Sosial Ekonomi Pertanian pada Fakultas Pertanian Unpad Bandung. Program S2 Magister Agrisbisnis ditamatkan di Universitas Winaya Mukti Jatinangor, serta program S3 Ilmu Pertanian Konsentrasi Agribisnis ditamatkan di Faperta Unpad Bandung. Sejak 1999 menjadi dosen tetap pada Fakultas Pertanian Unma, dan sejak 2014 hingga sekarang Bu Ayu menjabat Dekan Faperta Unma.
Selain aktif dalam berbagai penelitian di bidang agribisnis pertanian, Ayu juga kerap menjadi narasumber pelatihan penciptaan wirausaha baru di bidang agribisnis peternakan dan UMKM yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia juga menjadi dosen luar biasa pada Program Pascasarjana Agrisnisnis Unwim.
Selain mengajar, Ayu juga banyak melakukan penelitian, khususnya yang terkait dengan disiplin ilmu yang dimilikinya. Di antaranya adalah “Model Pengembangan Rantai Pasok Bawang Merah yang Berorientasi Pasar Terstruktur” (Dikti, 2016 sampai sekarang), “Pengembangan Kemitraan Usaha dalam Upaya Meningkatkan Komersialisasi dan Pendapatan Petani Mangga” (Unpad, 2015), dan “Analisis Tataniaga dalam Usaha Tani Jambu Kristal; Suatu Kasus di Desa Jayi Kec. Sukahaji Kab. Majalengka” (Unma, 2014). Dan masih sangat banyak materi penelitian lain yang sudah dan sedang dilakukannya.

Kembangkan Agribisnis
Kepada Sinarmedia, Ayu menyebutkan, pada mulanya ia tidak begitu tertarik pada bidang pertanian. Namun perkembangan selanjutnya ia malah sangat jatuh hati pada bidang yang menjadi primadona negeri ini, yakni bidang pertanian dengan segala turunannya itu.
“Awalnya saya membidik kedokteran, begitu lulus SMA. Tapi kemudian takdir membimbing saya pada pilihan lain, yakni ilmu atau disiplin pertanian. Kebetulan pada tahun 1993, Unpad membuka program D3 Fakultas Pertanian. Saya pun mengikuti program tersebut selama tiga tahun dan selanjutnya mengikuti program kuliah S1 pada fakultas yang sama hingga lulus,” ujarnya ketika berbincang di kantornya, Jumat (13/4).
Begitulah selanjutnya. Ia semakin jatuh hati pada ilmu pertanian. Seluruh jenjang kesarjanaan pertaniannya ia ikuti dan rampungkan, sampai kemudian mendapatkan gelar doktor.
Apa yang menyebabkan Ayu begitu asyik mendalami bidang pertanian di tengah tren kekinian yang seolah mengabaikan dunia mengolah tanah itu? Dengan bangga Ayu menjawab, “negeri ini memiliki potensi pertanian yang sangat luar biasa. Namun sayang potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap secara maksimal. Kondisi ini tentu sangat menantang saya agar terus bisa berkiprah aktif mengangkat serta menguatkan bidang pertanian.”
Ayu sangat optimistis bidang pertanian dengan segala turunannya akan semakin eksis di masa depan. “Karenanya saya akan terus mengembangkan kemampuan diri dan berkiprah semakin kuat dalam bidang pertanian. Masih sangat banyak hal yang harus kita lakukan terkait dengan pengelolaan dan pendayagunaan potensi pertanian yang sangat hebat di negeri kita ini,” tegasnya.
Ayu menyebutkan dirinya mendapat dukungan sangat kuat dari seluruh keluarganya terkait dengan aktivitasnya baik sebagai dosen maupun sebagai peneliti dan ibu rumah tangga, terutama kedua anaknya. Ibu dari Revi Risanda Putra (anak pertama yang kini bersekolah di SMP) dan Revan Risanda Putra (anak kedua yang kini masih duduk kelas SD) itu merasa sangat bersyukur dengan apa yang telah diperolehnya kini. Meski kariernya sudah begitu tinggi, namun Ayu tidak sangat bangga karenanya.
“Saya jauh merasa lebih bangga menjadi ibu yang berhasil mendidik anak-anak saya hingga menjadi manusia-manusia yang sukses dalam kehidupannya,” katanya.
Ayu mengaku memiliki kehidupan yang sangat bahagia dan menyenangkan sejak masa kanak-kanak. Ia juga mengaku memiliki banyak aktivitas sejak masa kecil dulu. Ia tidak mau tinggal diam, aktif melakukan apa saja yang positif. Padahal sejak kecil ia sering berpindah-pindah tempat mengikuti tugas orangtua sebagai aparat pemerintah. “Sering berpindah-pindah itu justru saya nikmati untuk lebih mengetahui banyak kondisi di daerah,” ungkap anak kedua dari tiga bersaudara itu.
Ayu memberi pesan sangat bagus bagi perempuan Indonesia, khususnya terkait dengan perayaan Hari Kartini tahun 2018. “Kaum wanita kini harus lebih banyak menggunakan waktu-waktunya dengan kegiatan yang positif. Jangan hanya tinggal diam, kaum wanita harus terus bergerak maju menggapai banyak keberhasilan,” katanya.
Menjadi Kartini zaman now, katanya, adalah sebuah tantangan dan sekaligus kebanggaan. “Teruslah belajar, kejarlah segala kemajuan, tapi tentu pula tidak melupakan atau mengabaikan kondratnya sebagai perempuan dan ibu bagi anak-anaknya,” pungkasnya. (Arif/Sinarmedia)

154 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/dr-sri-ayu-andayani-sp-mp-kaum-wanita-harus-terus-bergerak-maju/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *