Drs. H. Ade Rachmat Ali M.Si. Siap Membangun Majalengka Lebih Baik,lebih Cerdas,Lebih Demokratis

Siapa yang tidak kenal dengan pria berkumis tebal ini, bagi kalangan PNS tentunya wajah pria bertubuh tegap ini sudah tak asing lagi dan pasti sangat mengenalnya.Ia adalah Drs. H. Ade Rachmat Ali M.Si. mantan Sekretaris daerah atau Sekda Majalengka.

H. Ade Rachmat Ali atau akrab dipanggil ARA ini sudah bulat menyatakan niatnya untuk maju dalam Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Majalengka tahun 2018 mendatang. Keseriusan dalam upaya mewujudkan tekadnya untuk mempimpin Majalengka itu tengah dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik melalui “blusukan” ke desa-desa dan melalui baliho yang sudah ia tebar di seluruh pelosok kabupaten Majalengka.

Selain banyaknya dukungan yang datang kepada dirinya untuk maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023, ia termotivasi untuk mengabdikan diri menjadi pemimpin Majalengka karena ia ingin menjadikan Majalengka bukan saja lebih Baik tapi juga lebih Cerdas dan Lebih Demokratis.
Dengan pengalamanya selama 36 tahun mengabdikan diri menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten Majalengka dan enam kecamatan diantaranya sudah pernah dia pimpin menjadi Camat merupakan modal tersendiri bagi ARA untuk melangkah mewujudkan keinginanya memajukan kabupaten Majalengka.

Dengan mengenal wilayah dan pengalaman yang mumpuni karena pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan, ARA mengaku telah mengetahui dan memahami kendala yang menghambat kemajuan kabupaten Majalengka serta sudah mempersipakan juga solusinya untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi penghambat kemajuan pembangunan di kabupaten Majalengka selama ini.

Menurut ARA, salah satu yang menjadi perhatian dirinya apabila dirinya dipercaya rakyat memimpin Majalengka adalah perubahan sistem. Selama menjadi birokrat, ia mengakui bahwa sistem yang berjalan saat ini masih banyak yang harus dibenahi. Perubahan sistem ini akan menjadi kunci dalam menjalankan semua program pembangunan.

“Demi Allah saya ingin merubah sistem yang selama ini terus terang saja banyak yang tidak sesuai dengan aturan yang ada. Tentang aturan mana yang terlanggar kiranya publikpun sudah banyak yang tahu tidak perlu saya sebutkan,”ujar ARA.
ARA mempunyai motto juang yakni ingin membangun Majalengka lebih baik ,lebih cerdas dan lebih demokrastis. Ia mengharapkan kedepan kebijakan pembangunan di kabupaten Majalengka akan lebih baik perencanaanya ,lebih baik pelaksanaanya dan lebih baik evaluasinya tidak ada lagi rekayasa-rekayasa.

Intinya tambah H.Ade aturan harus tetap menjadi acuan jangan dilanggar karena hal itu demi kebaikan bersama dan memberi rasa aman dan nyaman kepada semua pejabat sebagai pemangku kebijakan dalam bekerja. Untuk itu ARA berjanji kalau dipercaya menjadi Bupati akan berupaya membuat kebijakan yang tepat dan benar untuk kepentingan publik.
Ia mencontohkan terkait kebijakan publik adalah masalah perijinan, saat ini ia masih sering mendengar adanya keluhan kesulitan dibidang perijinan.

Salah satu kendalanya menurut informasi yang ia terima dikarenakan sulitnya mendapat rekomendasi dari Bupati. Untuk itu perlu kiranya masalah proses perijinan ini dipermudah dengan memberikan kewenangan kepada dinas yang menanganinya dalam hal ini Dinas penanaman modal dan pelayanan satu pintu.
ARA yakin dengan adanya regulasi dibidang perijinan dengan tetap berpedoman kepada aturan yang ada hingga proses perijinan menjadi mudah dan murah maka akan banyak menarik investor datang ke Majalengka untuk menanamkan investasinya.

Selain itu masalah yang menjadi perhatian ARA terkait investasi adalah masalah kepastian Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW), sebab melalui RTRW maka investor akan mengetahui tata ruang dimana untuk kawasan indutri, dimana untuk kawasan permukiman dan lain-lainya. Menurutnya, tidak boleh hanya untuk kepentingan kelompok tertentu RTRW dirubah-rubah senaknya. Disisi lain, ARA menyayangkan Rencana Detail Tata Ruang ( RDTR) sebagai turunan dari RTRW terkait Bandara Kertajati lamban disahkan hingga bisa menghambat minat investasi.

“Pembangunan di daerah harus sinergi dengan propinsi maupun dengan pusat karenanya RTRW kabupaten mesti mengacu kepada RTRW Propinsi kemudian propinsi harus mengacu kepada Rencana Tata Ruang Nasional (RTRN ), setelah itu kemudian ada turunanya yakni RDTR, masih ada lagi yaitu Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL),” jelas ARA.

Semestinya masalah RDTR wilayah Kertajati berkaitan dengan keberadaan Bandara sudah terprogramkan sejak tiga tahun lalu dimana sudah ditentukan dimana pabrik dan dimana hotel untuk memfasilitasi orang yang akan ke Bandara. Hingga saat ini mulai dari jalur Kertajadi-Kadipaten -Jatiwangi belum ada fasilitas.

Ditambahkan ARA, untuk mencegat penumpang yang datang dari wilayah Ciamis,Tasik dan wilayah lainya mestinya harus ada fasilitas hotel yang ada di kota Majalengka untuk transit ke Bandara. Tapi kenyataanya hingga kini belum ada bahkan yang sudah ada peletakan batu pertama saja tidak jelas kelanjutanya, itulah yang ia maksud bahwa pembangunan harus lebih baik perencanaanya.

Terkait Lebih cerdas, ARA menjelaskan bahwa seorang Bupati harus mengabdikan diri dengan baik mengurus rakyatnya karena masalah rizki sudah diatur oleh yang kuasa. Menurutnya, Apabila menjadi Bupati ia tidak akan menjadi fasilitator tanah tidak akan menjadi fasilitator investor juga masalah kepegawaian semuanya itu akan diserahkan kepada yang menanganinya.

“Bupati mah mestinya urus saja masyarakat, bupati sudah diberi mobil dinas, bupati sudah diberi anggaran, sudah diberi rumah dinas, masalah rizki mah sudah ada yang mengatur,“ tegasnya.
ARA menjelaskan, Lebih demokratis maksudnya, ia akan lebih terbuka, menampung dan mendengar aspirasi dari publik dan melaksanakan apa yang diinginkan masyarakat mayoritas. Seorang pejabat siapapun itu apapun jabatanya jangan sekali-kali meminta difasilitasi rakyat tapi fasilitasilah mereka karena itu haknya.

ARA berharap kedepan kerjasama antara eksekutif dengan DPRD harus “mecing” bahkan dengan seluruh partai, jangan sampai dalam rangka anggaran dari propinsi ataupun dari pusat yang masuk ke daerah tidak dari satu partai saja tapi juga dari partai lainya harus diakomodir karena semua itu untuk kepentingan rakyat.

Ia menghimbau kepada pemangku kebijakan agar tidak membodohi rakyat atau dalam hal ini para PNS misalnya terkait masalah zakat profesi. Menurutnya, sepanjang yang ia ketahui hanya dua jenis zakat yakni zakat mall dan fitrah. Zakat mall dikeluarkan sesuai aturan atau mencapai nisabnya sementara Zakat fitrah dibayar setahun sekali menjelang hari raya idul fitri.

“Tidak ada zakat profesi yang harus dibayar setiap bulan ,itu termasuk infak atau sodaqoh itupun harus ada penyataan tertulis dari yang memberi, zakat profesi harus dikaji lagi bahkan bila perlu harus ada fatwa MUI pusat,”ujarnya.
Dibagian lain ARA menjelaskan bahwa sebagai mantan ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang sudah sangat memahami proses APBD mengharapkan agar rekayasa anggaran sudah saatnya berubah menjadi jujur anggaran. Ia juga meminta anggota DPRD Majalengka untuk menyikapi APBD kabupaten Majalengka secara seksama hingga ada perubahan ke arah yang lebih baik.

Menyinggung pelaksanaan Pilkada tahun 2018 mendatang yang kemungkinan ada kandidat dari petahana,H.Ade berharap agar jangan lagi mengulangi menggiring PNS dengan paksaan dengan instruksi kepada para kepala dinas dibagi tugas hingga ke dapil-dapil untuk mendukung salah satu calon.
“Itu pengalaman yang saya alami dulu ketika masih jadi PNS, jangan diulangi lagi,”
Ia juga berharap kepada para KPPS dan KPU untuk berkerja profesional apabila dimasa lalu diduga ada kecurangan maka jangan sampai terulang lagi. KPU jangan sampai dititipi untuk merekayasa hasil. Ditegaskanya lagi pertanggungjawaban akhir seorang pemimpin kepada Allah SWT bukan kepada manusia.***

36 Tahun Jadi PNS
Langkah H.Ade Rachmat Ali yang kini diberi kepercayaan sebagai wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Propinsi Jawa barat untuk maju sebagai salah seorang kandidat dalam pemilihan kepala derah (Pilkada) Majalengka tahun 2018 mendatang nampaknya semakin mantap.

Hingga hari ini ia tak henti-hentinya melakukan sosialisasi, silaturahmi dengan berbagai elemen, komponen dan eksponen masyarakat di kabupaten Majalengka.Dukungan kepada dirinya menurut ARA yang kini gencar dengan dukungan dari BARA (Barisan Ade Rachmat Ali) itu semakin menguat dari berbagai lapisan masyarakat.

Pengalamanya selama 36 tahun menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan sejumlah jabatan yang pernah dipegangnya tentunya merupakan bekal yang mumpuni apabila ia dipercaya menjadi orang nomor satu di kabupaten Majalengka.
Inilah Beberapa jabatan yang pernah dipegangnya :
– Kasubsi Perijinan kantor Sospol Majalengka tahun 1981-1982
– Kasi Bin Um kantor Sospol Majalengka tahun 1982-1983
– Kasubag Kependudukan /Pegawai Luar Biasa Catatan Sipil tahun 1983-1985
– Sekcam Rajagaluh tahun 1985-1987
– Sekcam Jatiwangi tahun 1987-1989
– Kepala Pwk.Kecamatan Cigasong tahun 1989-1995
– Camat Palasah tahun 1995-1997
– Camat Sumberjaya tahun 1997-1999
– Camat Majalengka tahun 1999-2001
– Camat Dawuan tahun 2001-2003
– Camat Cikijing tahun 2003-2004
– Kabag Dalprog tahun 2004-2005
– Kabag Tapem tahun 2005-2007
– Kepala BPMDPKB tahun 2007-2009
– Kadishub tahun 2009-2010
– Sekretaris Daerah (Sekda) tahun 2010-2015

290 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/drs-h-ade-rachmat-ali-m-si-siap-membangun-majalengka-lebih-baiklebih-cerdaslebih-demokratis/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *