DUA OKNUM PNS TERLIBAT PENIPUAN CPNS TERANCAM DIPECAT

Majalengka,(Sinarmedia).-

Nasib dua oknum Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), IK dan NW kini tinggal menunggu keputusan bupati Majalengka, H. Sutrisno apakah dipecat atau tidak.

Berkas hasil pemeriksaan pihak inspektorat sudah ada di meja bupati kata kepala Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) kabupaten Majalengka H.Sanwasi melalui Kepada Bidang Kesejahtraan dan pembinaan pegawai Rina Agustina kepada Sinarmedia.

Kasus penipuan CPNS yang dilakukan oleh NW mantan pegawai dinas kesehatan dan IK mantan pegawai Kecamatan itu kata Rina kini berkasnya sudah dilaporkan kepada Bupati dan tinggal menuggu hasilnya.

“Tinggal menunggu hasil saja apakah dipecat atu tidaknya, dan berdasarkan hasil laporan pemeriksaan kedua oknum PNS tersebut terbukti melanggar PP Nomor 53  tahun 2010 tentang disiplin PNS serta dianggap melanggar disiplin berat ada kemungkinan kedua PNS itu akan dipecat. Kita tunggu saja hasilnya,” .kata Rina saat ditemui diruang kerjanya.

Seperti diberitakan oleh Sinarmedia ,Terbongkarnya jaringan oknum PNS yang menjadi calo CPNS terkuak setelah sejumlah korban yang telah menyetorkan uang puluhan juta mengadu karena tidak ada kejelasan tentang pengangkatan dirinya menjadi PNS. Dan tak tanggung-tanggung jumlah kerugian para peserta CPNS hingga mencapai Rp 2 milyar lebih .

Sebagian besar korban adalah tenaga honorer katagori ( K2) dijanjikan akan diangkat menjadi PNS dengan menyerahkan uang sebesar Rp 60 juta per orang. Jaringan ini beroperasi sejak tahun 2011 dan mengakui telah berhasil meloloskan beberapa orang tenaga K2 menjadi PNS.

Kasus penipuan CPNS yang dilakukan oleh oknum PNS di Majalengka bukan kali ini saja sebelumnya sudah ada beberapa PNS  yang dipecat akibat terlibat penipuan CPNS (S.05).

 

530 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/dua-oknum-pns-terlibat-penipuan-cpns-terancam-dipecat/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *