Dua Warga Majalengka Selamat Dari Kerusuhan Wamena

Majalengka,(Sinarmedia).-

Dua orang warga asal Desa Nanggewer Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka selamat dari tragedi kerusuhan yang terjadi di Wamena ,Papua belum lama ini. Kini dua orang warga desa Nanggewer itu telah berada di kampung halamannya.

Dua warga itu, Reza (20) dan Narsono (37) (pamannya) ‎tiba di Majalengka pada Senin (7/10) dini hari. Keduanya dijemput langsung oleh Camat Sukahaji Ade Sukardi.

Dihadapan Bupati Majalengka H.Karna Sobahi dan unsur Muspida serta unsur Muspika Kecamatan Sukahaji , Narsono yang merupakan pamannya Reza menceritakan pengalamanya saat terjadi kerusuhan di Wamena Papua.

“Waktu terjadi kerusuhan ,pagi itu saya sudah bilang ke Reza, supaya tidak usah berjualan. Karena saya mendengar akan ada aksi demo dari bapak-bapak warga Wamena. Cuma mungkin, informasi itu menurut Reza belum pasti, jadilah dia berangkat jualan ke pasar,” ungkapnya, Senin sore (7/10).

Sesampainya di tempat jualan, kata Narsono kejadian itu terjadi. Motor Reza dibakar, Reza sendiri terkena pukulan di bagian kepala,namun langsung dibawa ke rumah sakit.

Ditanya tentang akar penyebab persoalan aksi kerusuhan itu, Narsono mengatakan pertengkaran itu berawal dari warga yang minta ijin untuk demo, namun dari pihak aparat sepertinya tidak mengizinkan. Akhirnya warga, bikin siasat seolah-olah kisruh.

“Itu bukan soal tawuran, itu awalnya hanya siasat saja, karena awalnya minta ijin demo tidak dijinkan. Infonya anak-anak SMA yang mau berdemo, kenyataannya adalah bapak-bapak yang sudah berusia 50 tahunan sengaja memakai seragam SMA.” ungkapnya.

Sepengetahuan Narsono dan Reza, awal mula siasat kerusahan itu berawal dari adanya isu yakni guru pendatang, yang menyebut muridnya dengan sebutan nama hewan. Sehingga murid tidak terima, dan lapor ke orangtunya.

“Ada guru yang memanggil dengan sebutan binatang, ada orangtua yang tidak terima, kubu orangtua tidak terima, merangsek masuk ke sekolah. Itu cerita yang saya dengar. Kebenarannya saya tidak tahu pasti,” ungkapnya.

‎Setelah mendengarkan cerita itu, Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi mengatakan ceritanya sederhana. Ini ternyata soal menyikapi berita hoaks yang dibesar-besarkan. Oleh karenanya, ia berpesan menjelang Pilkades serentak agar warga tidak terprovokasi atas isu isu yang tidak benar.

“Kita tadi sudah mendengar ceritanya, hikmahnya yakni kita tetap harus waspada tentang hoaks.” ungkapnya.

Sebagai bentuk kadeudeuh, serta memotivasi supaya Reza dan Narsono tidak kembali ke perantauan, pihak Pemda memberikan bantuan modal usaha.

“Kita berikan modal untuk usaha. Supaya mandiri. Ayah Reza, Baridin, saat ini dalam perjalanan. Malam ini atau besok, sudah ada di sini.” pungkasnya. ( S-03)

612 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + 13 =