Enam Tahun Jalan Desa Balida-Karanganyar-Panongan Dibiarkan Rusak Parah

Dawuan,(Sinarmedia).-
Sikap pemerintah kabupaten Majalengka dalam kebijakan pembangunan dinilai pilih kasih. Disaat beberapa ruas jalan diperbaiki bahkan ada jalan yang setiap tahun diperbaiki, ironisnya ada sejumlah  ruas jalan yang rusak betahun-tahun namun tidak pernah tersentuh perbaikan. Salah satunya adalah ruas jalan  yang menhubungkan Desa Balida-Karanganyar dan Panongan.
Sejumlah warga Desa di dua Kecamatan yakni Dawuan dan Jatitujuh itu sudah lama  mengeluhkan kondisi jalan desa yang menghubungkan Balida – Karanganyar- Panongan tersebut, pasalnya sudah enam  tahun lebih jalan itu dalam kondisi rusak parah, namun belum pernah diperbaiki oleh pemerintah Kabupaten Majalengka.
Hampir disepanjang ruas jalan desa tersebut rusak parah dengan lubang-lubang besar menganga bahkan hampir seluruh material aspal di jalan desa tersebut sudah tidak terlihat lagi karena mengelupas yang tersisa hanyalah material tanah dan bebatuan.
Menurut salah seorang warga Desa Balida Rahmat (34), jalan sepanjang 5 km lebih ini merupakan akses utama transportasi warga di 3 desa karena menghubungkan 3 kecamatan  Dawuan, Jaitujuh dan Ligung. Sudah 6 tahun lebih jalan itu belum mendapat perbaikan dari pemerintah, padahal warga dan pemerintah desa sudah berulangkali melaporkan dan mengajukan permohonan bantuan untuk memperbaiki jalan tersebut.
“Sudah enam tahun lebih jalan didesa kami rusak parah dan belum diperbaiki oleh pemerintah Majalengka, sejak pemerintahan Majalengka dipimpin H. Sutrisno dan Karna Sobahi jalan di desa kami tidak pernah mendapat perhatian, padahal di desa lainya jalan-jalan desa sudah diperbaiki bahkan di hotmik,” kata Rahmat saat ditemui Sinarmedia.
Akibat kondisi jalan rusak tersebut kata Rahmat, seringkali mengakibatkan terjadi kecelakaan lalu lintas (Lakalantas), pengendara bermotor roda dua tidak sedikit yang terjatuh akibat motor mereka masuk lubang-lubang di jalan yang cukup besar dan dalam. Tentu kondisi jalan rusak ini mengancam keselamatan para pengendara bermotor Jangan sampai pemerintah menunggu korban jiwa dulu.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Arip (40) asal desa Panongan, menurutnya, kondisi jalan  di desanya seharusnya sudah tidak layak lagi untuk dijadikan sarana transportasi warga. Sebab akibat jalan rusak tersebut sudah sering sekali didaerahnya terjadi kecelakaan terutama kendaraan roda dua.
“Kami berharap dan memohon kepada pemerintah  agar turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan didesa kami, dan memperbaikinya,” katanya.
Ditemui terpisah Camat Dawuan, Mohamad Hapidin BA kepada Sinarmedia membenarkan jalan di tiga desa yakni Balida, Karanganyar dan Panongan sudah 6 tahun kondisinya rusak parah. Selain itu pihaknya juga sudah melaporkan hal tersebut ke dinas BMCK dan bupati Majalengka untuk memohon bantuan perbaikan jalan untuk ketiga desa tersebut.
“Pihaknya sudah mendapat kabar bahwa untuk jalan di 3 desa tersebut rencana akan masuk dalam anggaran perubahan dan rencananya akan di beton,” Kata Hapidin.
Dari hasil pantauan Sinarmedia dilapangan,hampir seluruh ruas jalan Balida – Karanganyar – Panongan kondisinya sangat rusak berat, badan jalan dipenuhi lubang-lubang yang cukup dalam, dengan kedalaman mencapai 20 cm hingga 25 dengan lebar lubang cukup panjang hampir 15 hingga 24 meter.
Selain itu batu-batu besar terlihat menganga di tengah jalan, kondisi tersebut sangat membahayakan para pengendara bermotor yang melintas.

Akibat Galian C
Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Majalengka, Dedi Rahmadi melalui Kepala Bidang Binamarga dan Cipta Karya, Ruhyana ST mengakui, kerusakan ruas jalan Balida-Karanganyar-Panongan memang cukup parah. Namun Ruhyana mengelak bahwa pemerintah telah membiarkan kerusakan jalan tersebut, kerusakan jalan tersebut diakibatkan oleh oknum pengusaha galian C liar di daerah sekitar.
Ruhyana membeberkan ulah oknum pengusaha itu yang dimaksud adalah, akibat masih adanya para pengusaha Galian C yang membandel masih membuka usaha Galian yang terletak di Desa Karanganyar  di Sungai Cianuk Kecamatan Dawuan. Sehingga mobil truk pengangkut pasir yang sering melintasi jalan tersebut merusak jalan karena kapasitas truk pasir melebihi tonase.
“Sehingga ketika pihak pemerintah memperbaiki jalan tersebut percuma karena sudah pasti kekuatan jalan tersebut tidak akan lama sebab setiap harinya sudah pasti dilalui ratusan mobil truk pengangkut pasir. “Untuk itu masyarkat jangan dulu menyalahkan pemerintah, justru para pengusaha galian C liar lah yang merusak jalan tersebut,” katanya.
Namun pernyataan Ruhyana itu sangat disesalkan oleh masyarakat. Seharusnya pihak pemerintah apalagi pihak BMCK jangan mengkambing hitamkan pihak pengusaha galian C saja. Jelas- jelas ruas jalan Balida- Karanganyar- Panongan itu rusak parah dan pihak pemerintah membiarkannya.
Menurut salah seorang warga Oman Suherman yang juga mantan anggota DPRD Majalengka dari PDIP mengecam pernyataan Ruhyana tersebut, menurutnya tidak sepantasnya kabid Bina Marga dan Cipta Karya mengeluarkan statement yang seolah menyudutkan pihak-pihak tertentu dalam menyikapi kerusakan jalan di desa Balida–Panongan ini.
“Tentu saja saya sebagai warga mengharapkan kepada Pemerintah agar dapat memperbaiki jalan yang rusak didesa kami, jangan membiarkanya atau bahkan justru malah menyalahkan masyarakatnya,” katanya.
Oman menambahkan, saat ini pemerintah Kabupaten Majalengka terkesan pilih kasih dan tidak adil dalam melakukan pembangunan khusunya perbaikan sarana infrastruktur desa seperti jalan. Contohnya saja di kecamatan Ligung walaupun jalan tersebut masih bagus namun tiap tahun selalu mendapat bantuan rehab jalan.
“Padahal saya liat di Kecamatan Ligung kondisi jalan masih bagus ,pihak pemerintah daerah sudah memperbaikinya lagi dengan cara membeton ruas jalan itu ,contohnya ruas jalan Ligung–Bantarwaru–LojiKobong itu. Serta saya lihat jalan di Kecamatan Ligung mulu-mulus semua. Apakah ini namanya bukan pilih kasih,” pungkasnya. (S.05).

1,074 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/enam-tahun-jalan-desa-balida-karanganyar-panongan-dibiarkan-rusak-parah/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *