FISUM Berobsesi Wujudkan Majalengka Bersih

Majalengka,(Sinarmedia).-

“Membangun Majalengka Bersih” sebuah tekad yang mendorong sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Majalengka bersatu dalam menyamakan visi untuk mewujudkan kota angin ini bebas dari segala bentuk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Sebanyak 11 LSM di Majalengka akhirnya sepakat membentuk Forum Silaturahim Untuk Majalengka (FISUM), guna mewujudkan Kabupaten Majalengka yang bersih. Serta mempunyai kepedulian terhadap problem kemasyarakatan dan kebangsaan dan upaya-upaya mengatasi berbagai persoalannya baik pada level administrasi maupun praktis.

Kesebelas LSM tersebut diantaranya: Mabi (Misi Arus Bawah) yang dipimpin oleh Tatang Sofyan Iskandar, FKBR (Forum Komando Bela Rakyat) dipimpin Ahmad LS, LAKI (Lembaga Anti Korupsi Indonesia) dipimpin Deni Perdiana, LIPA (Lembaga Independen Pemantau Anggaran) dipimpin Agus R, Penjara Indonesia (Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesia) dipimpin DB. Setiabudi, M.Pd, BASMI (Barisan Muslim Indonesia) dipimpin E. Budiman, GEMPUR (Gerakan Masyarakat Pemantau Pembangunan) dipimpin Irin Damiri, FKMPB (Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Bangsa) dipimpin, M. Gito Mandela, FPI (Front Pembela Islam) dipimpin, M. Yusup Komarudin, S.Pdi, LIMA (Lembaga Indonesia Maju) dipimpin Ade Barzhi, SE, M.Si, LPM RI (Lembaga Pemantau Masyarakat Republik Indonesia) dipimpin, Dedi Supriadi.

Ketua koordinator FISUM, Setiabudhi, M.Pd mengatakan Forum ini didirikan sebagai renspons atas menguatnya tuntutan terhadap sistematika pemerintahan yang berkualitas dan berbudaya, dan terwujudnya masyarakat yang berperadaban. Selain itu persoalan lainya adalah masih rendahnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik, birokrasi yang masih lekat dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) menjadi problem yang harus dipecahkan segera dipecahkan bangsa ini.

“Kami akan mendorong pemerintah daerah melakukan pembaruan pelayanan terpadu (Integrated service) dan keadilan (Integrated justice) yakni berupa pembaruan pelayanan meliputi: memberantas korupsi, membangun aparat yang bersih, mendukung dunia usaha yang akuntabel, dan menciptakan otonomi daerah menuju otonomi rakyat. Selain itu juga menciptakan keadilan terpadu meliputi: menegakan hukum untuk menjamin keadilan bagi rakyat dan memantapkan sektor keamanan dan pertahanan,” katanya.

Lebih lanjut kata Budhiman, Fisum juga akan lebih fokus terhadap bidang politik, hukum dan HAM. Yakni dengan melakukan monitoring, mengkritisi dan mengontrol program-program pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah, DPRD serta aparat penegak hukum dalam upaya pemberdayaan masyarakat, pemerataan pembangunan dan mencerdaskan masyarakat.

“Ini penting agar pelaksanaan pembangunan di berbagai bidang di Majalengka ini lebih terarah, efektif, efesien transparan dan akuntabel,” katanya.

Selain itu juga, kata Budhiman Fisum juga menampung segala aspirasi masyarakat dan memberi masukan data dan rekomendasi untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah dan DPRD dalam upaya menciptakan Good Goverment dan Clean Goverment. Selain itu meningkatkan kesadaran hukum dan HAM masyarakat melalui pendidikan dan penyuluhan hukum dan HAM kepada masyarakat serta membantu masyarakat yang membutuhkan konsultasi dan bantuan hukum.

“Fisum akan fokus pada tiga persoalan diantaranya : demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, menciptakan wawasan dan prilaku sosial masyarakat dalam hubunganya dengan pembangunan ekonomi, sosial politik dan pendidikan, dan melaksanakan program percepatan majalengka bersih untuk membangun Majalengka bersih,” paparnya. (Tim)

812 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/fisum-berobsesi-wujudkan-majalengka-bersih/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *