Geliat Desa Rawa Mengentaskan Kemiskinan

Majalengka,(Sinarmedia).-
BAGI Kepala Desa (Kades) Rawa Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka, Surisno, masih banyaknya kepala keluarga (KK) di desanya yang terkategori kurang mampu alias miskin, justru dijadikan tantangan dan sekaligus bahan fokus perhatiannya dalam membangun desa. Kades yang baru sembilan bulan memimpin Desa Rawa itu, persoalan masih banyak warganya yang belum sejahtera justru dijadikan faktor pemicu dan penggerak agar dirinya bersama-sama seluruh aparat desa dan semua elemen masyarakatnya bisa segera keluar dari situasi yang tidak mengenakkan hati itu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS ) Kabupaten Majalengka tahun 2015, Desa Rawa merupakan desa yang dihuni masyarakat miskin terbanyak se-Kabupaten Majalengka. Data tersebut seolah kontras dengan apa yang bisa dilihat dari wujud rumah-rumah penduduknya yang berada di sisi jalan yang dibangun cukup megah dan terkesan kaya. Bila berkeliling menyusuri jalanan di desa tersebut, di kanan-kiri jalan akan terlihat rumah-rumah yang terkesan makmur.
Belum lagi bila semakin ditelusuri akan diketahui bahwa ternyata di desa tersebut sangat banyak industri rumahan dalam bentuk usaha makanan ringan seperti keripik singkong, keripik pisang dan sebagainya. Desa Rawa memang terkenal sebagai desa sentra perajin makanan ringan yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat baik di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Majalengka.
Kepada Sinarmedia Surisno mengungkapkan, tampilan rumah-rumah bagus dan terkesan kaya itu hanya ada sisi kiri-kanan jalan yang dilaluinya saja. Di selain sisi jalan, di pedalamannya, terdapat banyak rumah-rumah yang tidak layak huni atau dibangun biasa-biasa saja. Masyarakatnya pun tergolong belum sejahtera.
“Banyak orang yang pada awalnya terkesan dengan keadaan itu. Bapak Bupati dan Istri saja pada awalnya tidak percaya kalau Desa Rawa banyak dihuni keluarga tidak mampu. Namun setelah saya ajak berkeliling Bapak Bupati dan istri percaya keadaan yang sebenarnya,” ungkap Surisno didampingi Camat Cingambul, Sahrudin, Kamis (25/4) di kantornya.
Pada awalnya Sinarmedia juga menduga bahwa warga Desa Rawa merupakan masyarakat yang berhasil membangun kesejahteraannya secara baik dan berhasil. Namun setelah Sinarmedia melakukan kunjungan ke desa tersebut, barulah diketahui bahwa ternyata di desa tersebut masih sangat banyak warga yang belum sejahtera.
“Perbandingan antara yang sejahtera dan yang belum sejahtera itu kira-kira 40% dan 60%. Di sini yang terbanyak adalah masyarakat yang belum sejahtera,” kata Surisno.
Disebutkan Surisno, jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) hingga tahun 2017 di Desa Rawa khususnya yang tergolong keluarga fakir miskin tercatat 755 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut berasal dari keseluruhan jumlah penduduk desa yang mencatat 6.650 jiwa. Kondisi perumahannya tercatat sebanyak 123 rumah kurang layak huni, 100 rumah semi permanen dan 922 rumah permanen.
“Masih banyaknya warga desa kami yang tergolong miskin itu kami jadikan tantangan sekaligus motivasi bagi kami agar terus membangun dan keluar dari persoalan ketidaksejahteraan ini. Dengan upaya keras pemerintahan desa dan dukungan masyarakat secara luas, saya optimistis lima tahun ke depan akan ada perubahan yang lebih baik secara signifikan,” katanya.
Itulah sebabnya Surisno selalu berkeras hati agar semuanya bergerak maju, terlebih khususnya para aparat desa. Di tahun-tahun awal dirinya memimpin Desa Rawa, Surisno lebih menakankan pada upaya peningkatan pelayanan pemerintahan desa kepada masyarakatnya. Surisno mengeluarkan keputusan bahwa kantor desa buka selama 24 jam, demikian juga dengan aparatnya yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam waktu yang tidak terbatas.
Ditanya kenapa masih terjadi ketimpangan yang cukup lebar antara penduduk kaya dan penduduk miskin di desanya, Surisno menyatakan hal itu disebabkan oleh banyak sebab. Salah satu di antaranya adalah masih banyaknya masyarakat yang belum benar-benar giat berusaha dan masih minim kreatifitas. Berkaitan dengan upaya menghilangkan ketimpangan tersebut pihaknya akan terus memacu etos kerja warganya dengan menerapkan pelatihan kerja dan membuka banyak peluang usaha.
“Harus jujur saya akui masih banyak warga yang belum aktif dan kreatif. Kini pemerintahan desa dan pemerintahan kecamatan telah dan sedang melakukan banyak terobosan, di antaranya melalui bantuan program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS), bantuan pemerintahan kabupaten dan bantuan provinsi,” katanya.
Disebutkan Surisno, masyarakat desanya mayoritas bermatapencaharian sebagai buruh. Sementara mereka yang berprofesi sebagai petani hanya sedikit. “Masyarakat banyak menjadi buruh pabrik atau industri makanan ringan seperti keripik pisang, keripik singkong dan sebagainya. Bagi mereka yang disebut tenaga inti seperti tukang goreng mendapatkan penghasilan Rp 100 ribu perhari sudah termasuk makan, minum dan sebagainya. Buruh pengupas atau pemotong yang kebanyakan kaum wanita rata-rata mendapatkan Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu sehari,” ungkapnya.
Terkait itu, untuk menambah kegairahan industri rumahan yang bisa mengangkat derajat kesejahteraan warganya Surisno meminta kepada dinas terkait di kabupaten agar membantu masyarakat desanya mendapatkan pelatihan dan dukungan alat-alat industri modern yang dibutuhkan pengusaha di desanya. “Pihak perbankan juga kami undang agar mau membantu memberikan kemudahan dalam penambahan modal usaha para pengusaha di desa kami,” kata Surisno.
Menurut Surisno, di desanya terdapat sekitar 51 industri makanan ringan dengan jumlah uang yang berputar setiap harinya mencapai sekitar Rp 600 juta. Produk industrinya telah menjangkau sangat banyak daerah di Indonesia, terutama daerah-daerah di Pulau Jawa. “Namun sayang para pengusaha ini harus mendapatkan bahan bakunya mayoritas dari luar Kabupaten Majalengka. Bahan baku yang digunakan banyak meminta dari daerah luar yang jauh seperti Lampung. Sementara bahan baku lokal hanya bisa memenuhi 20% seluruh kebutuhan para pengusaha di sini,” ungkapnya.
Bangun Rumah Layak Huni
Camat Cingambul, Sahrudin, menyatakan pihaknya telah dan akan terus melakukan beragam ikhtiar untuk mengangkat derajat ekonomi masyarakat Desa Rawa. Disebutkannya ada dua solusi yang sedang dan akan digelorakan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat, yakni melalui bantuan pemerintah dalam bentuk penggunaan Dana Desa (DD) dan ADD yang akan diprioritaskan membangun sarana-prasarana di pinggiran desa. Program ini akan dilakukan secara tersebar di beberapa titik atau lokasi yang selama ini belum terangkat perekonomiannya.
“Yang berikutnya adalah membangun melalui program P2WKSS. Program ini menyasar para wanita yang bekerja di bidang industri rumahan dengan cara memberinya pelatihan dan pemberian modal. Mereka akan kita arahkan bukan saja menjadi buruh industri yang rajin dan banyak mendapatkan upah, namun juga dimungkinkan mereka akan menjadi pengusaha juga di lain waktu,” kata Camat Sahrudin.
Terkait dengan kondisi rumah yang tidak layak huni di Desa Rawa, Camat Sahrudin mengatakan pemerintah akan menuntaskannya melalui beberapa program dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan pemerintahan desa sendiri. Disebutkannya, pada tahun 2018 ini akan dibangun sebanyak 42 rumah layak huni melalui program Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya dari Kemen-PUPR, kemudian akan dibangun 15 rumah layak huni lewat program rutilahu provinsi, lantas dibangun 100 rumah layak huni melalui program rutilahu P2WKSS, membangun tiga rumah layak huni melalui program Baznas Kabupaten Majalengka dan membangun tujuh rumah layak huni bersumber dari Dana Desa (DD).
Camat Cingambul menyebutkan Desa Rawa merupakan desa paling progresif melakukan banyak perubahan dari tiga desa yang baru melakukan pemilihan kepala desa (pilkades) di Kecamatan Cingambul. “Saya optimistis Desa Rawa di bawah pimpinan Pak Surisno akan berubah lebih baik di masa-masa yang akan datang. Tapi tentu Pak Kades tidak bisa bekerja sendiri, ia harus dibantu aparat desa dan masyarakatnya dalam setiap gerak pembangunan di desa ini,” ujar Camat Sahrudin. (Arif/SN)

83 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/geliat-desa-rawa-mengentaskan-kemiskinan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *