GNPK RI Akan Laporkan YPPM UNMA

Majalengka,( Sinarmedia),-

Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Propinsi Jawa Barat  berencana akan membuat surat pengaduan ke aparat penegak hukum tekait dugaan adanya tindak pidana korupsi  yang terjadi di Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM) yang menaungi Universitas Majalengka  ( UNMA).

Menurut ketua GNPK RI Jawa barat Nana Hadiwinata SH .kepada Sinarmedia menegaskan.pihaknya sudah memegang sejumlah berkas yang akan dijadikan dasar surat pengaduan disamping sejumlah kliping koran terkait keberadaan YPPM.

Menurut Nana , lembaganya sangat respon terhadap masalah dugaan korupsi di di YPPM karena menyangkut ribuan mahasiswa yang saat ini tengah menuntut ilmu di UNMA.  Ia bermaksud mengungkap dugaan korupsi  di YPPM justru untuk menyelamatkan UNMA agar lebih baik di kemudian  hari .

Namun Nana menolak memberikan keterangan lebih rinci  kepada Sinarmedia terkait dugaan korupsi apa yang akan diadukan.Menurutnya masalah dugaan adanya korupsi hanya akan disampaikan kepada penegak hukum karena khawatir akan mengganggu proses penyelidikan nantinya.

Seperti diberitakan Sinarmedia sebelumnya, Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka ( YPPM ) yang menaungi Universitas Majalengka ( UNMA) diduga telah melanggar Undang-undang nomor  16 tahun 2001 tentang Yayasan karena tidak pernah melakukan audit publik.

Selain itu Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM) yang menaungi Universitas Majalengka (UNMA) berbau Nepotisme.Beberapa orang mulai dari  pembina, pengurus dan pengawas masih ada ikatan keluarga antara Suami, Istri dan anak.Hingga tak ubahnya YPPM seperti milik keluarga besar ketua Yayasan H.A.Yunus yang juga mantan Rektor UNMA itu.

Seperti yang tercantum dalam akta notaris nomor 102 tanggal 17 April 2014 terlihat jelas keluarga H.A.Yunus mendominasi menjadi pengelola Yayasan. Dalam akta notaris tersebut ada enam orang masih dalam ikatan keluarga duduk  dalam Yayasan seperti Hj.Titien Sukartini ( Istri) Rahayu  Kusuma Dewi  (anak), duduk sebagai  anggota pembina,H.Riza Mahmud Yunus ( anak) duduk sebagai wakil sekretaris pengurus Yayasan, H.Agus Alamsyah (anak) menduduki anggota pengurus dan H.Firman Yudanegara       ( anak) menjadi anggota Pengawas.

Kondisi  Yayasan yang seperti ini menurut pengamat pendidikan Endin Saefudin sangatlah tidak sehat bagi  sebuah Universitas.Bagaimanapun juga tambah Endin keberadaan Yayasan akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan sebuah lembaga pendidikan yang dinauinginya dalam hal ini UNMA.

Yayasan yang berbau nepotisme dan mempunyai rangkap jabatan di lembaga pendidikan selain telah melanggar aturan seperti yang diatur dalam UU nomor 16 tahun 2001 tentang Yayasan juga akan menimbulkan konflik kepentingan.Apabila dibiarkan maka dikhawatirkan akan mengancam terhadap keberadaan UNMA karena kemajuan sebuah Universitas bukan diukur oleh megahnya bangunan tapi yang lebih penting adalah kualitas sarjana  yang dihasilkanya.

Untuk itu Endin berpendapat agar YPPM harus segera melakukan audit publik  dan  secara transparan menyampaikan laporan keuangan Yayasan kepada publik  sesuai dengan UU No 16 tahun 2001 dan UU nomor 28 tahun 2004 tentang perubahan atas UU Nomor 16 tahun 2001 tentang Yayasan.( TIM)

622 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/gnpk-ri-akan-laporkan-yppm-unma/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *