Golkar Belum Tentukan Calon

Majalengka,(Sinarmedia).

Perhelatan pemilihan umum kepala daerah ( Pemilukada) atau pemilihan Bupati dan wakil Bupati Majalengka periode 2018-2023 masih menyisakan waktu kurang dari dua tahun lagi apabila Pemilukada Majalengka akan digelar Juni 2018. Namun demikian gaung Pemilukada saat ini sudah semakin kencang terbukti sudah mulai banyak bermunculanya  para bakal calon Bupati.

Bahkan sudah ada partai yang memastikan calon yang akan diusungnya, namun bagi partai Golkar penentuan siapa calon yang akan diusungnya harus melalui mekanisme partai yang cukup ketat .Menurut ketua DPD partai Golkar Kabupaten Majalengka H.Asep Eka Mulyana, hingga saat ini   DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka belum menetapkan calon definitif untuk pilkada 2018.

Menurutnya,Partai Golkar memiliki mekanisme penjaringan baku, berlapis dan ketat sampai nanti menetapkan siapa yang akan diusung oleh DPD Partai Golkar Majalengka untuk menghadapi pilkada 2018. Proses (mekanisme) penjaringan ini baru akan dimulai, walaupun demikian beberapa pihak sudah menyampaikan minat dan harapannya dapat diusung DPD Partai Golkar Majalengka dalam pilkada 2018 mendatang.

Hal paling penting dalam proses penjaringan tersebut adalah, bakal calon yang dihasilkan nantinya akan memiliki keunggulan dalam berbagai aspek, memiliki kapasitas, kapabilitas serta kualitas terbaik untuk memimpin Majalengka ke depan yang akan penuh tantangan. Salah satu poin-nya menakar respon masyarakat melalui survey persepsi yang independen.

 

Ketika ditanya mengapa harus melalui survey, Asep menjelaskan ,untuk mengetahui figur pimpinan yang diharapkan masyarakat. Popularitas tinggi saja belum cukup. Elektabilitas-nya juga harus tinggi. Elektabilitas tinggi hanya dapat diraih saat kandidat memiliki image atau kesan yang baik di masyarakat. Nah, kalau dari figur-figur yang sudah ada ternyata tidak diharapkan masyarakat, bisa saja kita memunculkan figur baru.

Ia mencontohkan ,pernah dengar dongeng kancil yang dikejar harimau, menyebrangi sungai penuh buaya? Nah ketiga tokoh dalam dongeng tersebut sangat populer di dunia dongeng. Ketiganya; harimau, kancil, buaya sama-sama populer. Namun, popularitas harimau dan buaya image-nya tidak baik, karena buas. Nah, hanya popularitas kancil yang kesannya baik. Tinggal meramu bagaimana mendongkrak popularitas kancil hingga memiliki elektabilitas tinggi. Kira-kira ilustrasi-nya seperti itu.

Selanjutnya Asep menjelaskan, partai manapun pasti memiliki keinginan yang sama untuk menempatkan kader internal partai menjadi kepala daerah, namun sebagai partai terbuka dalam hal ini kami lebih memilih bersikap rasional bahwa kebutuhan di lapangan serta kepentingan dan harapan masyarakat Majalengka harus lebih diutamakan.

Kedepan tambahnya, Majalengka butuh pimpinan yang berkarakter strong leadership. Jika partai minim karakter seperti itu, kader diluar partai tidak masalah. Kami lebih mengedepankan kepentingan serta kemajuan bagi Majalengka.

Mengingat kursi  partai Golkar di DPRD  tidak mencukupi untuk mengusung calon maka dipastikan partai Golkar akan berkoalisi dengan partai lain. Karena dalam aturan ketentuan pilkada terbaru mensyaratkan bahwa Partai Golkar di Majalengka harus berkoalisi agar dapat mengusung pasangan calon.Namun demikian dengan partai mana akan berkoalisi masih dilakukan komunikasi dengan para pimpinan parpol.

Menurutnya  pada saat ini hampir seluruh partai masih melakukan pembenahan internal. Masih terlalu dini membicarakan koalisi, namun komunikasi politik dengan partai lain terus kita jajaki dan lakukan, termasuk dengan pihak-pihak yang menyatakan siap maju di pilkada Majalengka tahun 2018.

“Kami bebas dan terbuka, selama untuk kepentingan rakyat. Kita bisa lihat di tingkat nasional, pergerakan Partai Golkar sangat dinamis. Ke daerah juga akan seperti itu, apalagi pilkada Majalengka bersamaan dengan Pilgub Jabar. Kita juga menanti sinyal dan arah koalisi dari tingkat provinsi,” tegasnya.

Ia berharap agar mekanisme yang ketat ini ,Partai Golkar Majalengka dapat mempersembahkan bakal calon kepala daerah yang terbaik bagi Majalengka, yang memperhatikan serta menyayangi Majalengka hingga ke pelosok, membangun Majalengka secara fisik, membangun masyarakat secara lahir untuk mewujudkan Majalengka Sindangkasih Sugih Mukti.( red).

 

3,753 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/golkar-belum-tentukan-calon/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *