Grage Kembali Langgar Aturan

Majalengka,(Sinarmedia).-
Perusahaan Grage group kembali membikin ulah, setelah sebelumnya mendapat sorotan dari berbagai kalangan terkait pembangunan Grage Mall dan Hotel dan Water Boom yang dianggap illegal karena sudah melakukan aktifitas pembangunan sebelum mengantongi izin.
Kali ini pihak  Grage melakukan hal yang sama, dimana belum lama ini pihak Grage melakukan aktifitas pembangunan untuk perluasan sarana obyek wisata Water Boom. Padahal pihak Grage sendiri belum mengantongi proses perizinan yang sah, namun sudah melakukan akktifitas pembangunan dengan menurunkan eksavator di lokasi water boom untuk meratakan tanah di eks pasar lama dan membuat pagar.
Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Majalengka, Maman Faturohman melalui Kabid Perizinannya, Agus Suratman mengatakan, pihaknya tidak mengetahui bahwa yang melakukan aktifitas pembangunan adalah dari pihak Grage. Karena menurut Agus, untuk usaha water boom grage sendiri sudah mengantongi izin sementara apabila berniat melakukan pelebaran lahan harus melalui proses permohonan ajuan baru dan sampai saat ini pihaknya belum menerimanya.
“Saya belum menerima permohonan perizinan usaha apapun untuk lahan eks pasar lama atau tepatnya disamping lokasi water boom Grage, ya kalau memang pihak Grage mau berniat melakukan pelebaran lahan dilokasi Water Boom harus melalui permohonan perizinan baru,” katanya.
Menurut Agus, pihaknya justru baru menerima laporan dari Bagian Pengendalian Program dan Bagian Hukum Setda Majalengka bahwa tanah di eks pasar lama atau tepatnya disebelah obyek wisata Water Boom Grage baru mau di lelang.
“Saya hanya baru menerima surat pemberitahuan dari Setda Majalengka yakni Bagian Hukum dan Dalprog bahwa mereka akan melakukan proses pelelangan untuk tanah eks pasar lama, jadi belum tentu juga itu pihak Grage karena harus melalui proses lelang terlebih dahulu,” tambahnya.
“Dan setelah proses lelang tersebut sudah jelas ada pemenangnya baru pihaknya akan mengurusi proses perizinan usahanya sesuai ajuan permohonannya untuk usaha apa. Karena pihaknya hanya mengurus proses izinnya saja untuk apa lahan tersebut nanti difungsikannya kita juga belum tahu,” kata Agus.
Sementara itu Kabag Dalprog  Rd. Umar Ma’ruf saat dikonfirmasi Sinarmedia membenarkan bahwa Pemkab Majalengka saat ini tengah melakukan proses lelang investasi. Menurutnya, setelah dua kali diumumkan di surat  kabar nasional hanya ada satu perusahaan yang mendaftar yakni PT. Multipratama Indahraya  (Grage Group) dan diharapkan akhir Januari ini proses lelang sudah selesai.
“Saat ini Pemda tengah melakukan proses lelang investasi, dan diharapkan  akan selesai pada akhir bulan Januari ini. Sudah dua kali diumumkan di surat kabar nasional perusahaan yang daftar hanya satu yakni Grage Group,” ujar Umar.
Sementara pengamat kebijakan publik Danu Ismanto menyesalkan sikap Grage group yang lagi-lagi melakukan aktifitas pembangunan  sebelum mengantongi ijin. Mestinya Grage Group sebagai perusahaan besar memberikan contoh bagi perusahaan lain untuk menaati aturan yang ada  menunggu proses perijinan selesai terlebih dahulu baru melakukan aktifitas pembangunan.
Danu juga mempertanyakan sikap pemerintah yang diam saja membiarkan aktifitas Grage padahal sudah pasti tahu pihak Grage belum memiliki ijin. Diamnya pemerintah melalui Satpol PP selaku penegak Perda juga jangan sampai menimbulkan persepsi negatif adanya permainan antara Grage dan pihak pemerintah.
“Satpol PP jangan beraninya hanya pada pedagang kaki lima saja, galian C  atau kepada perusahaan kecil yang tidak memiliki ijin tapi juga harus berani menindak perusahaan besar apabila memang melanggar aturan,” tegas Danu . (S.02/red)

917 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/grage-kembali-langgar-aturan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *