Grage Mall Majalengka Kemungkinan Besar Batal Dibangun

Majalengka,(Sinarmedia).-
Proyek pembangunan Grage mall dan hotel di lokasi eks pasar lama Majalengka wetan kemungkinan besar batal dilaksanakan, pihak  Grage group kabarnya mengurungkan niatnya untuk membangun mall dan hotel lantaran penyewa besar (Anchor tenant) utama Grage Mall seperti Matahari Depatermen store, Bioskop XXI, dan Hypermart sudah menyatakan mundur dan tidak tertarik untuk membuka usahanya di Majalengka.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Sinarmedia  menyebutkan, saat ini owner serta pemilik saham Grage group tengah mempertimbangkan kembali rencananya untuk menanamkan investasinya di Majalengka dengan membangunan pusat perbelanjaan dan hotel. Alasan bakal mundurnya pihak Grage cukup beralasan pasalnya anchor tenant yang menjadi mitra utama Grage mall yakni Matahari menolak tawaran Grage untuk membuka cabang di Grage Majalengka yang akan dibangun.
“Saat ini sejumlah Tenant yang menjadi mitra Grage mall tidak bersedia untuk membuka cabang usahanya di Grage mall Majalengka,” Ungkap sumber  Sinarmedia.
Kabarnya yang diperoleh,pihak Grage sudah beberapa kali menyodorkan penawaran khusus kepada pihak Matahari untuk membuka usahanya di Grage mall Majalengka yang proses pembangunanya kini tertunda. Tidak tanggung-tanggung pihak Grage menawarkan diskon hingga 50 % kepada Matahari departemen store untuk biaya penyewaan 3 tahun pertama dan 20 % untuk dua tahun berikutnya, namun tawaran tersebut tidak digubris oleh Matahari. Bahkan pihak Grage pun kembali memberikan tawaran gratis biaya sewa kepada pihak Matahari hingga 5 tahun pertama, dan lagi-lagi tawaran tersebut tidak mendapat respon dari manajemen Matahari.
Hal yang sama juga dilakukan oleh penyewa (Tenant) lainya seperti bioskop XXI dan Hypermart yang lebih dulu memilih mundur untuk membukan cabang di Majalengka. Tentu saja mundurnya para Anchor tenant Grage group ini memiliki alasan yang kuat, dan kabarnya berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan pihak Matahari Majalengka berkesimpulan belum saatnya untuk berinvestasi Majalengka mengingat daya beli masyarakat belum ramai. Selain itu setelah dilakukan survey kepada konsumen masyarakat Majalengka walaupun sudah dibangun Matahari di Majalengka, masyarakat akan memilih untuk berbelanja di Matahari Cirebon.
Sementara itu kabar batalnya Grage group membangun mall dan hotel di Majalengka dibenarkan oleh kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM), Maman Faturohman. Menurutnya ia sempat mendengar kabar tersebut dan hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan izin atas pembangunan Grage mall dan hotel yang berada di eks pasar lama tersebut.
“Memang saya mendengar kabar tersebut, namun secara tertulis belum kami terima dan saat ini proses pengajuan izinya tengah dalam proses,” katanya.

Grage Sudah Habis 34 Milyar
Walaupun baru ada pernyataan lisan dan belum ada pernyataan tertulis resmi tentang pembantalan pembangunan dari pihak Grage group namun kabar batalnya pembangunan Grage di Majalengka sudah sangat santer.Gagalnya pembangunan Grage di Majalengka itu bukan hanya mengecewakan pihak Grage tapi juga mengecewakan sejumlah warga Majalengka yang berharap adanya pembangunan tersebut selain akan memberi pilihan dalam berbelanja juga membuka lapangan kerja baru.
Apabila memang benar pihak Grage membatalkan pembangunan mall dan hotel di Majalengka tentu saja  pihak Grage akan menanggung kerugian yang tidak kecil karena sudah melakukan aktifitas pembangunan.Bahkan fasilitas pendukung seperti wahana watter boom sudah jadi dan pada akhir bulan Mei lalu sudah dilakukan uji coba kepada masyarakat umum.
Menurut informasi yang diterima Sinarmedia hingga saat ini pihak Grage sudah mengeluarkan dana hingga mencapai Rp.34 Milyar, tentu saja bukan nominal  yang kecil. Angka tersebut sangat fantantis mengingat apabila dilihat dari fisik bangunan yang sudah ada tentu tidak masuk akal, karena bangunan yang sudah ada hanyalah water boom dan sejumlah pondasi bangunan yang kini ditinggalkan terbengkalai. Lantas pertanyaanya kemanakah aliran dana yang telah dikeluarkan pihak Grage yang di klaim pihak Grage mencapai 34 milyar  apabila informasi ini benar.
Walaupun sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar hingga mencapai 34 milyar, namun pihak Grage kabarnya berniat tetap akan memberhentikan proyeknya di Majalengka. Pasalnya daripada mereka melanjutkan proyek pembangunan Grage mall dan hotel yang ditargetkan menghabiskan anggaran hingga Rp.200 milyar lebih.
“Daripada menghabiskan anggaran hingga Rp.200 milyar lebih akan tetapi usahanya tidak ramai, lebih baik berhenti di angka 34 milyar,” ujar sumber kepada Sinarmedia.
Namun demikian, khabarnya pihak Grage tidak mau menanggung kerugian yang cukup besar dan berencana untuk meminta pengembalian uang kepada Pemkab Majalengka selain itu  akan menghibahkan pembangunan water boom yang sudah terlanjur dibangun.
Sementara itu pihak Pemkab Majalengka kabarnya ,tengah gencar melakukan upaya pendekatan kepada Grage agar tetap melanjutkan proyeknya di Majalengka, utusan dari pemkab Majalengka dipimpin langsung oleh Wakil bupati Majalengka, H. Karna Sobahi dan dua Asiten daerah (Asda) yakni Asda I bidang pemerintahan , Aeron Randi dan Asda II bidang pembangunan, H. Iman Pramudya.
Sementara itu saat Sinarmedia mencoba menghubungi pihak Grage melalui Humas Grage, Ratu Sukmayani untuk konfirmasi , nomor teleponnya beberapa kali tidak aktif dan tidak ada respon.(S.02)

1,940 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/grage-mall-majalengka-kemungkinan-besar-batal-dibangun/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *