Grage Nunggak Bayar Sewa

Majalengka,(Sinarmedia).-

Pembangunan Grage mall dan Hotel yang terletak di eks pasar lama semakin tidak jelas, sudah hampir dua tahun terakhir sejak kontrak kerjasama ditandatangani antara pihak Grage Group dan pemerintah kabupaten Majalengka, kini kondisi bangunanya dibiarkan terbengkalai tanpa ada aktifitas yang dilakukan oleh pihak pengelola. Tidak hanya itu pihak Grage dikhabarkan juga tidak membayar sewa lahan kepada pemerintah daerah Majalengka seperti yang tertuang dalam perjanjian kerjasama.

Hal tersebut seperti disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Majalengka, Dede Aif Musofa. Menurutnya, saat ini pihak pemerintah Majalengka tidak transparan terkait perkembangan jalinan kerjasama antara pihak Grage dengan pemkab Majalengka terkait kerjasama sewa lahan eks pasar lama untuk pembangunan swalayan dan hotel. Pasalnya sampai saat ini tidak ada laporan yang jelas terkait petanggunggung jawaban retribusi PAD dari penyewaan lahan tersebut dari pihak pemerintah.

“Coba saya pengen tahu apakah sudah ada pemasukan retribusi dari pihak Grage terkait penyewaan lahan eks pasar lama sejak kontrak kerjasama itu dibuat, sampai saat ini saya belum mendengar hal tersebut. Pihak pemerintah tidak transparan dan tidak tegas soal kontrak dengan pihak Grage ini,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Dede ini saat ditemui Sinarmedia.

Idealnya sesuai dengan kontrak kerjasama yang telah dibuat dan disepakati bersama antara pihak Grage dan pemerintah kabupaten Majalengka. Setelah kontrak itu ditandatangani pihak Grage mempunyai kewajiban untuk membayar uang retribusi sewa lahanya.

Menurut Dede, selama ini sudah 2 tahun terakhir tanah eks pasar lama ini tidak dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat, padahal lokasi eks pasar lama ini menjadi salah satu ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Namun setelah adanya kontrak kerjasama dengan pihak grage lahan tersebut kini tidak bisa dimanfaatkan sama sekali karena disekitar lapangan sudah berdiri sejumlah rangka besi bangunan.

“Kalau memang kontrak kerjasama ini tidak dilanjutkan oleh pihak Grage tentu saja tidak bisa begitu saja dibiarkan terbengkalai seperti sekarang, seyogyanya pihak grage harus membereskan dan merapihkan kembali bangunan rangka besi yang sudah tertanam di lokasi, lokasi harus terlihat rapih seperti sedia kala dan yang paling terpenting retribusi kepada pihak pemerintah harus dibayarkan karena disitu sudah terjalin kontrak kerjasama,” papar Dede.

Ditemui terpisah Asisten Daerah (Asda) I, Aeron Randi selaku ketua Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD), menyatakan,pihak Grage sampai saat ini belum memutuskan kontrak kerjasama itu artinya terkait rencana pembangunan Grage hotel dan swalayan di Majalengka masih tetap ada. Namun dia tidak menampik bahwa semenjak salah satu pemilik Grage group ini meninggal memang rencana pembangunan menjadi terhambat dan mandeg.

“Komukasi secara lisan kami masih terus bangun dengan pihak Grage sampai saat ini, dan untuk mengetahui kenapa proses pembangunan grage ini berhenti tentu saja kami tidak tahu alasanya karena itu sudah menjadi urusan rumah tangga pihak Grage,” kata Aeron.

Menurut Aeron, pihaknya memang sudah mengirimkan surat dan tengah mengagendakan pertemuan dengan pihak Grage tentunya untuk membahas kelanjutan kontrak kerjasama yang telah dibangun ini. Dan memang pihak Grage sampai saat ini belum membayarkan retribusi PAD kepada pihak pemerintah sejak kontrak kerjasama itu dibuat, karena memang ada dalam salah satu klausul pembayaran dilakukan manakala pembangunan sudah berjalan.

“Tentu saja dalam pertemuan nanti kita akan menanyakan semua kepada pihak Grage, dan meminta kejelasanya terkait kelanjutan kontrak kerjasama yang telah dibangun. Dan tentu saja setuju dengan teman – teman dari dewan dimana menuntut pihak Grage agar membayarkan retribusi PAD kepada Majalengka karena kontrak kerjasama sudah disepakati oleh kedua belah pihak,” katanya.

Menurut Aeron, sejauh ini pihak pemerintah Majalengka akan menghargai dan memberikan ruang waktu kepada pihak Grage dalam soal pembayaran uang retibusi sewa ini, untuk persoalan retribusi ini menjadi tanggung jawab BKAD untuk menagihnya. Dan apabila pihak Grage memang memutuskan kontrak kerjasama dan menghentikan semua pembangunanya tentu saja kami selaku pihak pemerintah meminta kepada pihak grage agar bertanggung jawab dalam membenahi lokasi eks pasar lama ini seperti sedia kala sebagai ruang terbuka hijau.

“Ya memang andaikan kontrak kerjasama ini tidak diteruskan, tentunya pihak Grage harus bertanggung jawab untuk membenahi semua bangunan yang sudah ada agar dirapihkan kembali,” tambahnya.

Sementara itu, kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Majalengka, H. Lalan Soeherlan saat ditemui Sinarmedia membenarkan bahwa pihak Grage sampai saat ini belum membayar retribusi kepada pemerintah kabupaten Majalengka. Namun pihaknya tidak bosan-bosanya terus melakukan penagihan kepada pihak Grage, baik itu melalui surat ataupun mengutus pegawai langsung menemui pihak Grage.

“Kami sudah berupaya melakukan penagihan kepada pihak Grage, namun pihak Grage memang belum mau membayarkan retribusi PAD penyewaan lahan eks pasar lama ini. Karena memang untuk pembangunanya sendiri mereka sedang off atau dihentikan, jadi mereka belum mau membayarkan rertibusinya kepada pihak pemerintah,” katanya.

Padahal sesuai dengan kesepakatan bersama yang ditandangani pada tanggal tahun 2016 lalu pihak Grage akan menyewa lahan dengan sistem Bangun Guna Serah (BGS) selama paling lambat 30 tahun kedepan. Dengan kewajiban pihak grage memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah sebesar Rp. 762 juta per tahunnya, dan setiap 5 tahun sekali sesuai kesepakatan rertibusi akan mengalami kenaikan sebesar 20 %. Nilai tersebut ditentukan berdasarkan hasil tim.

Tentu saja dengan mangkraknya proses pembangunan ini, akan merugikan pihak Grage karena retribusi uang sewa tetap harus masuk sementara pemasukan nihil. Beredar kabar bahwa penghentian pembangunan Grage mall dan hotel ini karena pihak Grage sudah tidak berminat untuk melanjutkan proses pembangunan dan akan segera memutuskan kontrak kerjasamanya dengan pemerintah Majalengka. (S.02).

278 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/grage-nunggak-bayar-sewa/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *