Habiskan Dana Milyaran Bangunan Gerai PNPM Mubadzir

Majalengka,(Sinarmedia).-
Gerai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) yang dibangun di Desa Jatipamor Kecamatan Panyingkiran dengan menghabiskan dana milyaran rupiah  tampak mubadzir dan tidak terawat. Selain kios-kios yang dibangun selalu tutup disekitar bangunan ditumbuhi rerumputan liar. Selain itu walaupun ada mushola tidak bisa difungsikan karena air di tempat wudhu tidak ngocor hingga WC juga tidak berfungsi.
Pada awalnya bangunan kios yang berdiri di atas  tanah bengkok desa Jatipamor ini rencananya untuk pusat penjualan hasil produk asli masyarakat Majalengka, namun sampai saat bangunan tersebut terlihat kosong terbengkalai tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Hal tersebut diakui oleh Kepala Badan Pembemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMDPKB) Kabupaten Majalengka, Eman Suherman melalui kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat  (UEM) dan Teknologi Tepat Guna, Andi Hermawan. Diakuinya, keberadaan gerai PNPM MPd tersebut  sudah beberapa bulan memang tidak difungsikan.
Tidak difungsikannya bangunan PNPM MPd ini kata Andi disebabkan hasil produk kelompok PNPM antar desa belum terkoordinir secara baik. Untuk itu pemerintah telah berupaya membentuk Badan Kordinasi antar Desa (BKD), sehingga ditargetkan dalam waktu dekat bangunan PNPM MPd ini bisa segara dioperasikan.
“Diharapkan dengan adanya wadah seperti BKD ini hasil produk asli masyarakat Majalengka seperti buah mangga gedung gincu dan jambu dapat terkoordinir dan dipasarkan di kios PNPM MPd ini,” kata Andi saat ditemui Sinarmedia.
Andi menambahkan, dengan tidak beroperasinya bangunan PNPM MPd ini mengakibatkan bangunan menjadi cepat rusak, mengingat tidak adanya biaya pemeliharaan karena keterbatasan anggaran sehingga bangunan dibiarkan terbengkalai.
Gerai PNPM ini masih menurut Andi, kedepan diharapkan dapat menjadi sebuah area peristirahatan bagi para pengendara yang melancong ke Majalengka dan dapat membeli hasil produk asli penduduk lokal. Karena salah satu aulanya khusus untuk menampung produk-produk kelompok masyarakat, sehingga produk-produk ini memiliki ruang untuk mengkomersialkan diri yang  ujungnya dapat mendongkrak penghasilan yang akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kami berharap Gerai PNPM MPd ini dapat menjadi basis untuk memacu dan memicu pergerakan masyarakat Majalengka menuju masyarakat kritis kreatif dan progresif inovatif apalagi dalam menyongsong UUD No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa, di harapkan Gerai PNPM ini dapat menjadi sumber kekuatan masyarakat desa,” jelasnya.
Bangunan Gerai PNPM MPD terdiri dari beberapa kios-kios, 2 bangunan berupa aula sebagai tempat pertemuan dan outlet buat produk-produk kelompok ditambah beberapa ruang kerja lengkap dengan kamar mandi dan mushola, merupakan seperangkat infrastruktur yang diharapkan dapat membuat kenyamanan bagi penggunanya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Sinarmedia, kios-kios di Gerai PNMP MPd tersebut sebelumnya sempat disewakan  dan digunakan untuk rumah makan serta warung bakso. Namun kemudian ditutup karena pihak pemerintah provinsi Jawa barat memberikan teguran dan melarang kios-kios tersebut disewakan untuk dijadikan rumah makan karena tidak sesuai peruntukannya.(S.04).

1,004 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/habiskan-dana-milyaran-bangunan-gerai-pnpm-mubadzir/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *