Hati-hati Masih Banyak Ditemukan Makanan Tidak Mencatumkan Masa Kadaluarsa

Majalengka,(Sinarmedia).-
Dalam rangka mengantisipasi kelangkaan dan kelayakan sejumlah produk makanan dan bahan pokok Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (KUKMPrindag) menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, swalayan, agen pupuk dan agen LPG.
Tim sidak dibagi menjadi tiga dengan sasaran yang berbeda, tim satu melakukan sidak agen pupuk, tim dua sidak LPG dan tim tiga sidak kelayakan konsumsi yang dimulai dari pasar tradisional Sindangkasih,mini market seperti Indomaret, Alfa Mart dan Yogya Toserba.
Kepala Bidang Perdagangan dan Pasar Diskukmperindag Majalengka, Dudi Darajat melalui ketua tim tiga, Rian Priatna yang juga sebagai pengawas kelayakan pangan dinas kesehatan (Dinkes),dari sejumlah pedagang makan ringan di pasar Sindangkasih banyak ditemukan makanan yang tidak mencantumkan masa kadaluarsanya sehingga bisa membahayakan pengkonsumsinya.
Dan ditemukan pula sejumlah makanan kadaluarsa berupa roti dan makanan ringan lainnya yang tengah disortir pedagang pasar Sindangkasih untuk dikembalikan ke produsenya dan ditukar dengan yang baru,tidak jauh dari sana ditemukan makanan anak-anak berupa permen yang diduga mengandung zat pewarna yang membahayakan sehingga diamankan petugas untuk dilakukan uji lab.
“Dilihat dari warnanya yang sangat mencolok diduga mengandung zat pewarna mentanil yang biasa digunakan untuk teksil sehingga sangat membahayakan bagi pengkonsumsinya apalagi anak-anak, sehingga perlu kami amankan untuk dilakukan uji lab”paparnya.
Dari sejumlah temuan sidak di pasar Sindangkasih sejumlah pedagang yang menjual barang dagangannya yang dinilai membahayakan konsumen diberikan pengarahan agar kedepan lebih selektif menerima barang dagangan yang masuk ke tokonya.
Sementara di sejumlah toko moderen seperti Alfa mart, Indomaret dan Yogya toserba masih ditemukan sejumlah makanan yang kode IRT nya masih menggunakan kode lama dengan menggunakan 13 digit yang seharusnya 15 digit.dalam ketentuan baru 2 digit tambahannya merupakan sebagai kode masa berlaku sertifikat IRT.
Di Yogya Toserba juga ditemukan makanan ringan yang diragukan keaslian label halalnya disebabkan tidak sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
“Untuk makanan yang terjamin kehalalanya khususnya makanan import bisa dilihat dari label halal yang tercantum MUI sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah,untuk sertifikatnya sendiri hanya berlaku untuk dua tahun,“ pungkasnya.(S.06)

525 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/hati-hati-masih-banyak-ditemukan-makanan-tidak-mencatumkan-masa-kadaluarsa/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *