In Memoriam Abah Encang

Majalengka kehilangan salah satu tokoh yang dikenal cukup fenomenal yakni H.Nazar Hidayat atau dikenal dengan nama abah Encang. Ketua MPC Pemuda Pancasila itu menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Majalengka sekitar pukul 16.00 Wib.Sabtu (11/3) lalu.
Abah Encang yang sempat menjalani pengobatan hingga ke luar negeri itu meninggal dunia karena menderita penyakit jantung yang sudah lama dideritanya.Almarhum yang lahir 21 Mei 1949 itu meninggalkan seorang istri Iis dan tiga orang anak yakni Enther Nizar, Omar, dan Sulthan.
Ketokohan Abah Encang sudah tidak diragukan lagi terbukti sejumlah politisi baik dari pusat, propinsi maupun kabupaten banyak yang datang meminta restu apabila mereka ingin mencalonkan Gubernur,Bupati,DPR dan DPRD.
Banyak yang merasa kehilangan dengan meninggalnya Abah Encang terutama bagi para kerabat dan sahabat Abah Encang dari berbagai kalangan. Abah Encang dikenal mempunyai hubungan yang baik dengan sejumlah kalangan baik jajaran pemerintahan , kalangan TNI/Polri ,politisi dan kalangan dunia usaha.
Menurut salah seorang pengusaha yang kini menjadi pengusaha sukses di Jawa Barat H.Asep Slamet SR. mengakui, baginya Abah Encang sudah seperti orang tua, ia banyak mendapat bimbingan dari mantan ketua BPC Gapensi Majalengka itu.
Dibalik sosoknya yang terlihat garang dan tegas namun disisi lain pribadi abah Encang adalah pribadi yang bijak dan dermawan.Beliau juga merupakan sosok yang mengayomi hingga tak heran apabila dibawah kepemimpinanya organisasi Pemuda Pancasila menjadi besar dengan memiliki anggota cukup banyak mungkin yang terbesar di Jawa barat.
Menurut H.Asep, sosok Abah Encang baginya merupakan sosok yang sulit tergantikan dan mungkin akan sulit ditemukan penggantinya.Banyak orang yang dibesarkan dan ditolong oleh Abah Encang. Ia berharap Almarhum dapat diterima amal ibadahnya dan ditempatkan disisi-Nya.
Hal senada juga disampaikan oleh Tatan Hartono ,mantan politisi partai patriot itu mengakui ia banyak belajar dari Abah Encang. Menurutnya Abah Encang banyak mengajarinya untuk hidup mandiri tidak ketergantungan pada orang lain.
Diakui Tatan, sosok Abah Encang yang sudah dianggap sebagai orang tuanya itu memang sosok yang mengayomi dan melindungi serta banyak mengajarkan agar kita banyak bersyukur atas rejeki dan nikmat yang telah diberikan Allah SWt.
“Beliau, bukan hanya komandan di organisasi,tapi, beliau juga ayah buat kami, Abah figur yang mengayomi, menasehati, melindungi, beliau juga mengajari kami hidup mandiri tidak tergantung pada orang lain dan harus mensyukuri mikmat dan rejeki yang digariskan Allah Swt,”ujar Tatan yang kini berprofesi sebagai pengacara itu.
Ia berharap para anggota PP khususnya dapat meneladani sifat-sifat baik Abah Encang dan meneruskan perjuanganya. Seperti motto juang Pemuda Pancasila ,Sekali layar terkembang surut kita berpantang. (Red).
Seperti diketahui Almarhum Abah Encang wafat di usia 68 tahun. Almarhum yang dilahirkan di Majalengka, 21 Mei 1949 meninggalkan istri Iis, dan anak 3 yakni Enther Nizar, Omar, dan Sulthan.

606 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/in-memoriam-abah-encang/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *