Ironis, Pemda Ajukan Pembelian Mobil Dinas Bupati Senilai 1,3 Milyar

Dawuan,(Sinarmedia).-

Sungguh ironis disaat masih banyak ruas jalan yang rusak, pemerintah daerah (pemda) Majalengka malah memprioritaskan untuk belanja penataan taman kota diantaranya seperti pembangunan  air mancur, taman median jalan, rehab halaman parkir pendopo yang anggarannya mencapai miliaran bahkan terakhir pemda mengajukan anggaran untuk pembelian mobil dinas bupati yang nilainya mencapai Rp1,3 milyar.

Rencana pembelian mobil dinas baru tersebut  tertuang dalam Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Majalengka tahun 2017 dan hal itu sempat menyebabkan alotnya pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Sementara di sisi lain kerusakan jalan seperti Bantarujeg-Malausma dan Panongan-Karanganyar rusak parah. Bahkan untuk ruas jalan Panongan-Karanganyar sudah hampir 10 tahun tak kunjung diperbaiki. Sudah berkali-kali dalam 10 tahun terakhir warga mengusulkan perbaikan jalan tersebut namun tak pernah digubris. Akibat lama tak diperbaiki kini ruas jalan tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah.

Kerusakan jalan itu sudah banyak menimbulkan korban kecelakaan diantaranya seperti dialami Ucu (38) asal warga Desa Salawana, ia terjatuh dari motor yang dikendarainya akibat  masuk ke lubang jalan yang tergenang air sehingga mengakibatkan kakinya mengalami salah urat dan selama 2 bulan dirinya tidak bisa bekerja menjalankan tugasnya sebagai pengajar.

Hal serupa juga dialami Dedi (40) asal warga Cibogor Ligung, ia sempat terjatuh di ruas jalan rusak tersebut sehingga mengakibatkan luka ringan disekitar anggota badannya.

Menurut Oman (50) salah satu pengguna jalan asal warga Desa Balida, masyarakat sangat kecewa terhadap sikap pemerintah yang tak kunjung memperbaiki jalan tersebut. Waktu 10 tahun tambah Oman bukanlah waktu sebentar padahal usulan perbaikan sudah puluhan kali disampaikan kepada pemerintah kabupaten Majalengka.

“Kondisi ruas jalan Karanganyar-Panongan merupakan jalan vital yang menghubungkan antara Kecamatan Dawuan–Kecamatan Ligung dan Kecamatan Jatitujuh kondisnya sudah rusak parah dan  hampir 10 tahun tidak kunjung diperbaik oleh  pemda,” bebernya.

Bisa Dipidana

Sementara itu menurut pengamat hukum Danu Ismanto, seharusnya Bupati sebagai pemegang kebijakan lebih memperhatikan kebutuhan masyarakatnya sehingga pengalokasian anggaran untuk pembelian mobil dinas yang mencapai Rp1,3 Milyar dinilai kurang tepat mengingat banyak masyarakat yang mendambakan perbaikan jalan apalagi ini sudah 10 tahun belum tersentuh perbaikan begitu pula dengan instansi terkait seharusnya cepat tanggap dan segera mengambil langkah yang seharusnya dilakukan sesuai tupoksinya.

Berdasarkan UU No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan  dalam pasal 203 ayat 1 mengatur, pemerintah bertanggung jawab atas terjaminnya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dan di pasal 24 ayat 1, peyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Selanjutnya dalam pasal 273, penyelenggaraan jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak dapat diberikan sanksi pidana apabila pertama menimbulkan korban luka ringan dan atau kerusakan kendaraan dan barang dipidana penjara paling lama 6 bulan dan denda paling banyak sebesar Rp12 juta. Kedua jika mengakibatkan luka berat dipidana selama 1 tahun atau denda paling banyak sebesar Rp24 juta. Ketiga mengakibatkan orang lain meninggal dipidana penjara maksimal selama 5 tahun atau denda paling banyak sebesar Rp120 juta.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Eman Suherman melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marganya Ruchyana membenarkan hingga saat ini jalan tersebut belum diperbaiki karena terkendala anggaran, namun pihaknya mengaku telah berupaya semaksimal mungkin dengan mengajukannya baik lewat APBD I maupun APBD II.

“Setiap tahun selalu kami ajukan untuk perbaikan jalan Panongan-Karanganyar bahkan ke provinsi juga sudah kami ajukan namun belum terealisasi,“ paparnya saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Tahun ini pihaknya juga telah mengajukannya dan direncanakan akan dilakukan perbaikan, sejak 3 tahun terakhir secara bertahap pemerintah telah melakukan perbaikan jalan Gandu-Dawuan dengan panjang jalan sekitar 12 KM dan kini tersisa 2,2 KM belum diperbaiki termasuk di dalamnya Panongan dan Karanganyar.

Mengingat ruas jalan tersebut sering dilalui kendaraan berat ditambah kondisi tanahnya yang kurang baik berdampak mempercepat kerusakan jalan untuk itu idealnya perbaikan harus menggunakan beton dan itu membutuhkan anggaran besar diperkirakan mencapai Rp.5 Milyar untuk panjang jalan 2 KM.

“Pada dasarnya kami juga berharap jalan tersebut segera diperbaiki namun terkendala anggaran dan sesuai tupoksi, kami sudah berupaya. Di sekitar jalan tersebut kami juga sudah beberapa kali memasang peringatan kepada pengguna jalan agar berhati-hati dan semoga saja di tahun ini bisa terealisasi,“ pungkasnya.(S.04)

602 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/ironis-pemda-ajukan-pembelian-mobil-dinas-bupati-senilai-13-milyar/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *