Isu Mutasi Kembali Merebak Camat Kertajati Disoal

Majalengka,(Sinarmedia).-

Bupati Majalengka H. Sutrisno dikabarkan akan kembali menggelar mutasi terhadap para pejabatnya dalam waktu dekat ini.Sebelumnya menjelang akhir tahun 2017 lalu Bupati sempat merombak susunan jabatan struktural dilingkungan pemerintahanya mulai dari eselon III dan IV sedikitnya 142 pegawai.

Kabarnya mutasi ini mencuat lantaran adanya kekosongan jabatan eselon II yakni jabatan Inspektur, H. Sanwasi kini telah mengajukan pengunduran diri karena akan ikut maju sebagai bakal calon Bupati Majalengka pada pemilihan kepala daerah ( Pilkada ) 2018 .Nama camat Kertajati Aminudin kembali jadi sorotan karena merupakan Camat terlama yang tidak terkena mutasi hingga ada yang menyebut camat abadi.

Menurut informasi Aminudin sudah menjadi camat Kertajati selama tujuh tahun dan mungkin pemecah rekor karena belum pernah terjadi sebelumnya camat menjabat selama itu di satu tempat. Beberapa teman seangkatan Aminudin bahkan telah terkena mutasi beberapa kali.Tak heran kuatnya Aminudin menjadi Camat Kertajati menimbulkan kecemburuan serta tanda tanya besar bagi sejumlah kalangan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Majalengka, Drs. H. Yayan Soemantri melalui Kabid Penilaian Kinerja dan Mutasi Pegawai, Doni Fardiansyah membenarkan apabila ada kekosangan jabatan II . Dan memang idealnya terhadap jabatan yang kosong ini harus segera diisi untuk memaksimalkan kinerja terutama pelayanan kepada masyarakat.

Namun kata Doni, pengunduran diri H. Sanwasi karena ikut pencalonan menjadi Cabup pada Pilkadada 2018 ini masih belum resmi ditetapkan sebagai calon bupati oleh KPUD Majalengka. Untuk itu pihaknya masih menunggu sampai tanggal 12 Februari mendatang dimana apakah ditetapkan secara resmi atau tidak.

“Pada prinsipnya kami menunggu apabila yang bersangkutan sudah secara resmi ditetapkan sebagai bakal calon,maka pasti harus ada penggantinya.Ada beberapa opsi, yang pertama ditetapkan PLT, dan pengangkatan eselon II melalui penjaringan open bidding,” kata Doni saat dihubungi melalui telepon genggamnya.

Menanggapi masalah camat Kertajati Aminudin yang sudah menjabat tujuh tahun sebagai camat Kertajati,Doni menjelaskan bahwa dalam UU ASN no 11 tahun 2014 bahwa jabatan paling lama 5 tahun hanya berlaku kepada eselon II saja. Dan dalam aturan juga sebenarnya tidak saklek harus 5 tahun, karena jabatan tersebut bisa diperpanjang dan tentunya harus melalui verifikasi dan berdasarkan kebutuhan.

“Dalam aturan ASN pejabat paling lama menduduki suatu jabatan 5 tahun namun itu tidak menjadi kewajiban, karena ada klausul bisa diperpanjang jabatan tersebut. Dan pak Aminudin memang masih dibutuhkan untuk menjabat camat Kertajati,”katanya.

Pada prinsipnya isu mutasi jabatan ini adalah hal yang biasa terjadi dilingkungan pemerintahan, jadi kepada para PNS tidak perlu khawatir dan berlebihan menyikapi isu mutasi ini. Karena pada prinsipnya mutasi ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dari masing-masing ASN sebagai aparatur Negara yang dituntut harus siap bekerja dimana saja. (S.02).

215 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/isu-mutasi-kembali-merebak-camat-kertajati-disoal/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *