Jalan Di Empat Desa Rusak Parah

Kasokandel,(Sinarmedia).-

Sejumlah warga di empat desa yakni Desa Gunungsari, Ranjiwetan, Wanajaya dan Sukaraja mengeluhkan kondisi jalan desa yang semakin hari semakin rusak parah. Kerusakan jalan itu nampak terlihat pada badan jalan yang dipenuhi lubang-lubang besar sehingga pada musim penghujan seperti sekarang kondisi jalan bagaikan kolam dan membahayakan para pengendara .

“Sudah setahun terakhir jalan di desa kami kondisinya rusak parah, dimana jalan-jalan dipenuhi lubang. Ironisnya sampai saat ini belum ada upaya serius dari pemerintah Majalengka untuk memperbaiki jalan rusak tersebut. Dalam hal ini pemerintah terkesan pilih kasih terhadap pembangunan jalan desa,” kata Ahmad warga desa Gunungsari kepada Sinarmedia.

Menurut Ahmad, kondisi jalan desa Gunungsari semakin parah akibat curah hujan tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan lubang–lubang di jalan semakin besar dan semakin dalam. Tentu saja apabila kondisi ini dibiarkan tanpa ada perbaikan selain menganggu aktifitas warga membahayakan para pengendara bermotor yang melintas.

Hal senada disampaikan warga Desa Ranjiwetan, Muhidin, menurutnya, kondisi jalan desanya sudah lama rusak parah dan belum mendapat rehab dari pemerintah Majalengka. Padahal baik pemerintah desa maupun warga pernah mengusulkan secara langsung kepada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK)  namun bantuan rehab belum kunjung datang hingga sekarang.

“Kondisi jalan rusak ini jelas sangat menganggu aktifitas warga, diharapkan pemerintah Majalengka segera turun tangan untuk memperbaiki jalan desa yang rusak terutama di wilayah Kecamatan Kasokandel,” katanya.

Menurut Muhidin, jalan rusak tidak hanya di Ranjiwetan saja akan tetapi merata hampir di 5 desa tetangga. Sementara jalan desa sebagai akses transportasi utama dengan kondisi rusak seperti sekarang tentu saja warga yang ingin ke pasar, anak-anak ke sekolah menjadi terganggu, selain kondisi jalan rusak ini sangat membahayakan dan kerap terjadi kecelakaan.

“Dengan kondisi jalan seperti ini sangat menggangu aktifitas warga yang pergi ke pasar Kadipaten, bahkan banyak sekali kasus kecelakaan lalu lintas dimana warga yang pulang dari pasar terjatuh akibat jalan dipenuhi lubang. Jangan sampai harus menunggu korban jiwa dulu kemudian baru pemerintah memperbaikinya, apakah pemerintah mau tanggung jawab,” paparnya.

Sementara itu di lain sisi pemerintah saat ini memang tengah gencar melakukan pembangunan dibidang lainnya, namun sayangnya pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak tepat sasaran karena tidak menyentuh kebutuhan masyarakat desa. Sebut saja pembengunan halaman pendopo, pembangunan gapura alun-alun padahal dilihat dari kebutuhan belum terlalu dibutuhkan karena kondisinya masih bagus.

“Pemkab Majalengka terkesan membiarkan kondisi jalan-jalan desa yang rusak, dan lebih memilih membangun lainnya seperti halaman pendopo dengan anggaran mencapai Rp1 milyar. Padahal kondisi halaman pendopo masih bagus dan baru sekitar setahun lebih direhab menggunakan hotmik, jelas pemerintah tidak adil dan tidak mementingkan masyarakatnya,” ungkapnya. (S.05).

187 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/jalan-di-empat-desa-rusak-parah/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *