Januari 2015 Masyarakat Wajib Ikut BPJS

Majalengka,(Sinarmedia).-

Terhitung bulan Januari 2015 mendatang masyarakat akan diwajibkan mengikuti program Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). Bagi warga yang tidak mematuhi akan dikenakan sanksi tegas yakni tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu.Menurut Kepala BPJS Majalengka, Utami Sri Rahayu pada kegiatan sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS kesehatan kepada badan usaha potensial se Kabupaten Majalengka belum lama ini menegaskan, mulai awal tahun depan baik mandiri atau kolektif seluruh masyarakat Majalengka diharapkan sudah mengikuti program BPJS kesehatan jika tidak ingin dikenakan sanksi pelayanan publik.“Adapun pemberian sanksi sesuai PP No. 86 tahun 2013 pasal 9 ayat 2 yakni meliputi pemberian izin Mendirikan Bangunan (IMB), sertifikat tanah, surat izin mengemudi, paspor atau surat tanda nomor kendaraan. Apabila belum mengikuti atau tidak membayar BPJS akan mengalami kesulitan dalam meproses izin-izin tersebut” katanya.Menurut Utami, sesuai dengan UU no 24 tahun 2011 pasal 14 bahwa program JKN BPJS Kesehatan sifatnya wajib bagi seluruh penduduk di Indonesia, dan orang asing yang bekerja paling singkat 6 bulan di Indonesia. Adapun dasar hukum JKN BPJS Kesehatan tertuang dalam konvensi ILO 102 tahun 1952, pasal 28 huruf H ayat 3 UUD 45 dan pasal 34 ayat 2 UUD 45 dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur.Manfaat jaminan kesehatan bersifat pelayanan kesehatan perorangan, mencakup pelayanan promotif, preventif, rehabilitatif, pelayanan obat, bahan medis habis pakai.“Manfaat medis yang tidak terikat dengan besaran iuran yang dibayarkan, manfaat non medis yang ditentukan berdasarkan skala besaran iuran yang dibayarkan termasuk didalamnya manfaat akomodasi serta ambulan diberikan untuk pasien rujukan,” paparnya.Saat ini pelayanan yang diberikan BPJS kesehatan terbagi menjadi 3 yaitu kelas I dengan iuran/bulan Rp.59.500.kelas II dengan iuran Rp.42,500 dan kelas III dengan iuran/bulan Rp.25.500. Untuk pendaftaran secara kolektif dihitung berdasarkan persentase dari gaji,misalkan sesuai gaji Upah Minimum Kabupaten (UMK) Majalengka yang mencapai 1 juta,maka akan dikenakan iuran sebesar Rp.45 ribu dengan perhitungan 4 % ditanggung perusahaan dan 0,5% dari gaji pegawai. Sementara kelebihan pendaftaran secara kolektif dengan iuran 4,5 % itu berlaku untuk suami/istri dan berikut 3 orang anaknya.Saat ini perbulan pihaknya mengeluarkan anggaran Rp.5 milyar untuk biaya pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan di Rumah sakit umum daerah (RSUD) Majalengka dan Cideres serta 2,7 milyar untuk pelayanan Puskesmas. dari jumlah penduduk Majalengka yang mencapai 1.283.363 jiwa baru sekitar 58% yang terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan.“Anggaran tersebut berdasarkan data kami pada bulan Juli lalu,setiap bulanya selalu bertambah peserta baru dengan kisaran 2%, “ ujarnya.Lebih lanjut, Utami mengatakan, bagi peserta BPJS Kesehatan yang menginginkan kelas perawatan yang lebih tinggi dari program BPJS Kesehatan dapat meningkatkan haknya dengan mengikuti asuransi kesehatan tambahan atau membayar sendiri selisih antara biaya yang dijamin oleh BPJS Kesehatan.”Saat ini Asuransi Kesehatan komersial yang sudah kerjasama dengan BPJS kesehatan mencapai 30 PT.Asuransi,“ katanya.Namun, ditambahkannya saat ini masih ada masyarakat yang mengikuti program BPJS Kesehatan dadakan disebabkan sakit, setelah tidak diperlukan lagi umumnya mereka tidak meneruskan untuk membayar iurannya.“Bagi mereka yang tidak meneruskan pembayaran iurannya hingga 6 bulan lebih akan dikenakan sanksi denda dan harus melunasi iuran sebelumnya yang tidak dibayar, hal itu akan memberatkan mereka oleh sebab itu diharapkan tetap membayar iuran setiap bulannya,“ pungkasnya.

BPJS Ketenagakerjaan

Sementara itu kepala dinas sosial tenaga kerja dan transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Majalengka (Dinsosnakertrans) H. Abdul Gani menegaskan, setiap karyawan swasta harus mendapat jaminan kesehatan, jaminan pensiun/hari tua, kematian dan kecelakaan. Karena itu pada tahun 2015 setiap perusahaan swasta wajib mengikursertakan karyawannya masuk program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.“Program itu mulai efektif dilaksanakan pada bulan Juli 2015, semua perusahaan swasta diwajibkan mendaftarkan semua pekerjanya jika tidak, akan diberikan sanksi sesuai tingkat kesalahannya,” tegas Abdul Gani.Menurut, Gani kedepan semua badan usaha diwajibkan untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan dengan mendaftarkan diri, baik pemberi kerja maupun pekerja seperti yang tertuang dalam peraturan pemerintah(PP) No. 86 tahun 2013 pasal 3 ayat 1.“Pemberi kerja wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta BPJS secara bertahap sesuai dengan program jaminan sosial yang diikutinya dan memberikan data dirinya dan pekerjanya berikut anggota keluarganya kepada BPJS secara lengkap dan benar,” paparnya.Bagi perusahaan yang tidak mengikuti program itu akan dikenakan sanksi seperti diatur dalam PP pasal 5 ayat 2 yakni pelanggar akan diberikan sanksi administratif berupa teguran tertulis, denda dan tidak mendapatkan pelayanan publik, diantaranya meliputi perizinan terkait usahanya, izin yang dibutuhkan untuk mengikuti tender proyek, izin mempekerjakan tenaga asing, izin perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dan izin mendirikan bangunan (IMB). Lebih lanjut Gani menuturkan, sanksi yang diberikan secara bertahap dengan ketentuan teguran tertulis akan diberikan sebanyak 2 kali masing-masing untuk jangka waktu 10 hari kerja, bila tidak diindahkan akan diberikan sanksi denda untuk jangka waktu paling lama 30 hari sejak berakhirnya pengenaan sanksi teguran tertulis kedua berakhir.“Pengenaan sanksi pelayanan publik dilakukan oleh pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota atas permintaan BPJS,” katanya.(S.06).

644 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/januari-2015-masyarakat-wajib-ikut-bpjs/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *