Kabag Humas: “Tolak Wartawan Datang ke Desa untuk Meminta Uang”

Majalengka,(Sinarmedia).-
Sejumlah kepala desa yang ada di Majalengka mengaku resah dengan kehadiran sejumlah oknum yang mengaku wartawan yang datang ke desanya, kedatangan oknum wartawan ke desa-desa dengan cara bergerombol lebih dari tiga orang itu bukan untuk meliput atau konfirmasi berita melainkan hanya meminta jatah sejumlah uang dari bantuan Alokasi Dana Desa (ADD).
Seolah sudah menjadi tradisi setiap pencairan bantuan ADD di Kabupaten Majalengka oknum yang mengaku wartawan ini selalu datang ke desa meminta bagian, setiap harinya biasanya kantor kepala desa didatangi oknum wartawan. Mereka datang bergerombol hingga bisa mencapai 5 sampai 7 orang.
“Mereka datang dengan cara tidak sopan namun ujung-ujungnya meminta uang, bahkan paling parah mereka ketika diberi amplop, oknum wartawan itu langsung membuka amplop di depan kami, terkadang ada sebagian yang meminta lagi kalau di kasih kecil,” kata sejumlah kepala desa di Kecamatan Cingambul kepada Sinarmedia.
Bahkan oknum tersebut kerap datang menemui kepala desa sampai ke rumah, kalau kepala desa  tidak berhasil ditemui di kantor. Menurut sejumlah kades, mereka sampai mencari ke rumah pada saat jam istirahat yaitu pada pukul 5 sore. Mereka oknum wartawan itu mengejar-ngejar Kades seperti  punya hutang.
“Kami juga sebenarnya butuh profesi wartawan sebagai mitra, akan tetapi kalau cara begini kasihan juga kepada wartawan yang benar-benar mejalankan tugas sebagai wartawan menjadi tercoreng oleh oknum wartawan yang tidak jelas dan datang bergerombol ke desa,” katanya.
Bahkan tak jarang oknum wartawan yang datang kedesa mempertanyakan seputar penggunaan bantuan ADD, cara wawancara yang dilakukan pun layaknya interogasi yang biasa dilakukan oleh aparat penegak hukum kepada tersangka tapi ujung-ujungnya meminta uang.
Sementara itu, Kepada Bagian Humas Setda Majalengka, Ucu Sumarna mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan banyaknya keluhan yang disampaikan oleh kepala desa terkait keberadaan oknum wartawan yang datang ke desa menjelang turunnya bantuan ADD. Menurut Ucu, pihaknya tidak berdaya untuk menertibkan oknum-oknum wartawan tersebut, jumlah wartawan yang tercantum di Humas sendiri banyak mencapai 300 orang.
“Dari total 300 orang yang aktif sering menulis hanya puluhan saja, sementara sisanya tidak jelas jadi kami sulit untuk menertibkannya,” katanya.
Lebih lanjut kata Ucu, pihaknya selaku Kabag Humas hanya bisa menghimbau kepada para kepala desa, apabila seandainya ada wartawan yang datang dengan sopan dan untuk konfirmasi boleh saja di terima.
“Namun kalau ada oknum yang ujung-ujungnya minta uang dengan cara memaksa lebih baik ditolak saja,” tegasnya.(S.09).

540 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kabag-humas-tolak-wartawan-datang-ke-desa-untuk-meminta-uang/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *