Kades Mengeluh, Bupati Ingkar Janji Lima Bulan Dana Siltap Belum Cair

Majalengka,(Sinarmedia).-

Sejumlah kepala desa di Kabupaten Majalengka mengeluhkan belum cairnya Dana Desa (DD) yang sudah berlangsung selama lima bulan. Hal itu mengakibatkan para kepala desa dan aparaturnya di kota angin ini resah karena dana Penghasilan Tetap (Siltap) yang ada di dalamnya otomatis tidak bisa cair.

Padahal Bupati Majalengka H. Sutrisno sebelumnya sempat berjanji bahwa khusus untuk dana Siltap akan didahulukan dengan bisa dicairkan setiap bulan, namun ternyata janji Bupati tersebut hanyalah isapan jempol belaka alias ingkar janji karena sampai saat ini dana tersebut belum cair.

Dampak belum cairnya dana desa dan penghasilan tetap ini tentu saja berbagai kebutuhan desa untuk menjalankan tugas melayani masyarakat menjadi terhambat, dan tidak sedikit para kepala desa terpaksa  mencari pinjaman untuk menutupi semua kebutuhan operasional kantor.

Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah kepala desa  yang ada di Kecamatan Sumberjaya, dengan belum turunnya dana Siltap bagi kuwu bersama perangkat desa akan membawa dampak yang sangat buruk sekali. Salah satunya adalah mengganggu pelayanan kepada masyarakat, pasalnya uang tunjangan dari dana desa merupakan penghasilan tetap setiap bulannya sebagai biaya operasional.

“Padahal pak bupati pernah menjanjikan kepada para kuwu dan perangkat desa di gedung Aula SKB bahwa uang siltap bagi pamong desa dan kuwu akan dicairkan setiap bulan, namun kenyataannya Siltap sampai 5 bulan belum juga turun. Kami selaku pamong desa meminta janji Bupati untuk di tepati agar Siltap segera di cairkan,” ungkap kuwu di Kecamatan Kertajati kata beberapa kuwu yang enggan di sebutkan namanya.

Hal  serupa dikatakan Kades yang ada di Kecamatan Sumberjaya, mereka merasa heran terhadap pemerintah daerah Majalengka yang belum juga mencairkan dana desa dan siltap, padahal di kabupaten lain dana tersebut sudah dicairkan. Tentu saja dengan belum cairnya dana desa dan siltap ini jelas mengganggu pelayanan kepada masyarakat terutama untuk biaya operasional kegiatan yang ada di desa terpaksa harus mencari pinjaman.

“Hampir setiap tahun kami harus mencari pinjaman untuk menutupi biaya operasional desa, karena pencairannya selalu terlambat. Karena apabila tidak ada biaya opersional saya pikir kegiatan yang ada di desa mustahil bisa berjalan dengan maksimal,” kata kepala desa Rancaputat, Dedi Kusnadi kepada Sinarmedia.

Dedi menambahkan, padahal pemerintah desa sudah mengajukan untuk pencairan dana Siltap ini ke pemerintah kabupaten Majalengka, tapi tidak ada kabar beritanya sampai sekarang, untuk itu pihaknya berharap kepada pemerintah Majalengka agar segera untuk memberikan kemudahan dan segera membuatkan surat keputusan (SK) untuk pencairan dana desa. “Tidak alasan pemerintah menahan dana tersebut, karena hampir semua desa saat kondisinya sedang menjerit,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Tapem Setda Majalengka Gatot Sulaeman ketika di konfirmasi membantah, bahwa terkait dana Siltap untuk pamong desa sekarang belum ada kejelasan terkait kapan proses pencairannya. Menurutnya, pihaknya sudah hampir menyelesaikan peraturan bupati terkait pencairan dana desa ini, mengingat peraturan sebelumnya No. 9 tahun 2015 sudah tidak relevan mengingat jumlah anggaran yang akan diterima jumlahnya bertambah.

“Saya tentu sangat memahami kondisi para kuwu dan pamong sangat membutuhkan anggaran tersebut, dan mudah-mudahan bulan ini bisa ada jawabannya,” katanya.

Sementara itu ditemui terpisah Kepala dinas BPMDKB Majalengka H. Eman Seuherman ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait masalah dana desa pihaknya sudah mengajukan semua kelengkapan termasuk Perbup alokasi DD dari RKUN ke RKUD sudah di kirim ke Kemenkeu.

“Terakhir saat kami cek di Kemenkeu sudah memasuki tahap penjadwalan transfer ke daerah-daerah, mudah-mudahan minggu depan sudah ditransfer. Dan nanti kalau sudah masuk ke RKUD tinggal kita terasfer ke rekening kas desa (RKD) itupun setelah pihak desa telah mengajukan permohonan pencairan dan dilampiri berkas-berkas yang menjadi persyaratan pencairan.(S.02/05).

565 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kades-mengeluh-bupati-ingkar-janji-lima-bulan-dana-siltap-belum-cair/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *