Kadipaten Harus Pisah Dari Kabupaten Majalengka

Kadipaten ,(Sinarmedia).-

Perkembangan pembangunan di wilayah Kadipaten dan sekitarnya  saat ini dinilai sejumlah kalangan tokoh masyarakat di Kadipaten berjalan sangat lamban. Kurang perhatiannya pemerintah Kabupaten Majalengka terhadap Kadipaten tergambar dari kondisi  kota Kadipaten saat ini yang tampak semerawut, kumuh dan kotor, padahal Kadipaten merupakan pintu gerbang dan wajah Majalengka dari arah Barat.

Akibat lambannya pembangunan kota Kadipaten dan sekitarnya akhir-akhir ini memunculkan adanya wacana untuk membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB). Dengan dibentuknya DOB dan memisahkan diri dari Kabupaten Majalengka dengan dibentuknya Kota Kadipaten maka diharapkan pembangunan wilayah Kecamatan Kadipaten dan sekitarnya akan lebih cepat  dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Munculnya wacana pembentukan DOB  kadipaten dibenarkan oleh salah seorang tokoh pengusaha Kadipaten H Asep Slamet Setiawan SH MH. Menurut H Asep saat ditemui Sinarmedia di kediamannya di bilangan Desa Omas menyebutkan, tidak berlebihan apabila saat ini muncul adanya wacana pembentukan DOB Kadipaten.

Disebutkan, wacana Kadipaten pisah dari Kabupaten Majalengka menjadi DOB  sudah muncul sejak tahun 1990 bersamaan dengan Jatibarang , dan Banjar yang kini sudah menjadi DOB  yakni Kota Banjar.

Munculnya wacana DOB Kadipaten kata H Asep sangat wajar karena perkembangan pembangunan wilayah Kadipaten dinilai sangat lamban dan cenderung kurang mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Majalengka. Ia mencontohkan hingga kini penataan wilayah Kadipaten tidak jelas hingga kota Kadipaten selama ini terkesan semerawut dan kotor.

Menurut H Asep, pembentukan DOB Kadipaten bisa meliputi 5 kecamatan diantaranya Kadipaten, Kerjati, Dawuan, Kasokandel dan Panyingkiran. Lima wilayah ini sangat potensial untuk dijadikan DOB hingga bisa memacu akselerasi pembangunan di lima wilayah ini. Dibanding Kota Banjar yang memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis, lima wilayah kecamatan ini memiliki potensi SDA dan SDM yang memenuhi syarat untuk menjadi DOB.

Kecamatan Kadipaten memiliki potensi sebagai zona perdagangan dan jasa, Kertajati mempunyai Bandara, Dawuan, Kasokandel memiliki potensi industri manufaktur dan Panyingkiran memiliki potensi di bidang pertanian dan peternakan. Kelima wilayah itu bisa saling mengisi mempunyai potensi besar untuk lebih fokus dikelola hingga rakyat yang ada diwilayah itu bisa lebih cepat sejahtera.

Menurut H Asep yang juga pengurus KADIN Jawa Barat itu menyebutkan, pembentukan DOB diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 78 tahun 2007 tentang pembentukan, penghapusan dan penggabungan daerah. Berdasarkan aturan tersebut lima wilayah tadi sangat memenuhi syarat karena untuk dapat dibentuk DOB sesuai pasal 8, pembentukan daerah otonom untuk kabupaten harus memiliki cakupan wilayah paling sedikit 5 kecamatan dan untuk kota minimal 4 kecamatan.

Diakuinya, proses pembentukan DOB prosesnya cukup panjang  karena harus melalui banyak tahapan dan persyaratan diantaranya adalah syarat administratif. Pembentukan daerah kabupaten/kota sesuai Pasal 4 ayat (2), meliputi: a. Keputusan DPRD kabupaten/kota induk tentang persetujuan pembentukan calon kabupaten/kota; b. Keputusan bupati/walikota induk tentang persetujuan pembentukan calon kabupaten/kota; c. Keputusan DPRD provinsi tentang persetujuan pembentukan calon kabupaten/kota; d. Keputusan gubernur tentang persetujuan pembentukan calon kabupaten/kota; dan e. Rekomendasi Menteri.

Sementara tata cara pembentukan daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4) huruf b harus berdasarkan aspirasi sebagian besar masyarakat setempat dalam bentuk Keputusan BPD untuk Desa dan Forum Komunikasi Kelurahan di wilayah yang menjadi calon cakupan wilayah kabupaten/kota yang akan dimekarkan.

Selain itu  harus mendapat dukungan dari DPRD kabupaten/kota terhadap  aspirasi  dalam bentuk Keputusan DPRD berdasarkan aspirasi sebagian besar masyarakat setempat yang diwakili oleh BPD untuk Desa atau nama lain dan Forum Komunikasi Kelurahan.

Untuk menindak lanjuti wacana pembentukan DOB, H Asep berencana untuk mendatangkan para ahli dari pergururan tinggi untuk membuat kajian. Selain itu dalam waktu dekat ia juga akan melakukan komunikasi dengan sejumlah tokoh masyrakat dan politisi yang ada di lima wilayah kecamatan tersebut.

Wacana pemekaran wilayah Kabupaten Majalengka disambut positif oleh mantan Camat Kadipaten H Utjup Supriatna S.Sos MM. Menurut mantan Kasatpol PP itu, wacana pemekaran wilayah  dan pembentukan daerah otonomi baru baik kabupaten/kota Kadipaten sudah lama ada, bahkan pada tahun 1990 ada wacana pembentukan Kota Administatif (Kotatif) Kadipaten.

Menurutnya, ia sangat memahami aspirasi warga kecamatan kadipaten yang ingin membentuk daerah otonomi baru karena selama menjadi Camat Kadipaten ia sering berdialog dengan para tokoh masyarakat yang menyayangkan lambannya pembangunan wilayah kecamatan Kadipaten dan sekitarnya,padahal Kadipaten merupakan pintu gerbang masuk kabupaten Majalengka dari arah Barat.

Dengan adanya pemekaran wilayah tersebut diharapkan, pemerintah akan lebih fokus hingga pembangunan di wilayah ini lebih maksimal hingga menjadi daerah baru yang maju membawa masyarakatnya lebih sejahtera.

Ia berharap selain ditindaklanjuti dengan kajian daerah seperti yang diatur dalam PP 78 tahun 2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan dan penggabungan daerah juga segera ada pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan politisi karena bagaimanapun pemekaran wilayah ini harus mendapat dukungan politis.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Dawuan yang juga mantan anggota DPRD Majalengka Oman mengapresiasi wacana pembentuan daerah otonomi baru tersebut. Menurut Oman perkembangan pembangunan di wilayahnya berjalan lamban salah satunya terlihat dari masih banyaknya jalan-jalan yang rusak yang dibiarkan selama bertahun-tahun tidak diperbaiki.

Ia berharap agar wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar wacana tapi bisa segera diwujudkan. Ia  bersama tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Dawuan siap untuk  bertemu dengan tokoh masyarakat dari kecamatan lainnya dalam rangka merumuskan terbentuknya DOB agar ada akselerasi pembangunan di wilayahnya.(S.01/05).

384 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kadipaten-harus-pisah-dari-kabupaten-majalengka/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *